
Berbahagialah orang ...yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. - Mazmur 1:1-2
Alkitab mengajarkan / menjanjikan berbagai dampak dahsyat Firman dalam kehidupan umat-Nya, sebab Firman berfungsi seperti cermin yang membaca kehidupan kita dengan standar yang benar, seperti makanan rohani - susu atau daging - yang menumbuhkan dan menguatkan, seperti palu yang menghancurkan berbagai sikap keras dosa dalam diri kita, seperti suluh dan pelita yang memberikan arahan dan bimbingan dalam pengambilan keputusan, seperti pedang Roh untuk menyanggupkan kita menolak berbagai serangan yang berasal dari si jahat.
Masalahnya, mengapa dampak sekaya dan sedahsyat itu kurang kita alami penuh? Mengapa pagi hari kita membaca porsi Alkitab dalam saat teduh kita lalu sesudah itu kita tenggelam dalam kesibukan sehari-hari dengan sedikit saja dampak dari perenungan Firman Mungkin sekali karena metode kita kurang menampung pengakaran Firman dalam budi kita. Cobalah tiap pagi ketika membaca bagian Alkitab untuk perenungan kita, kita lakukan yang Allah nasihatkan kepada Yoshua dan yang dilakukan oleh pemazmur - yaitu merenungkan bukan dalam arti merenung diam dalam hati tetapi memperkatakan dengan bersuara berulang kali. Lalu dari momen ke momen sepanjang hari itu, angkat kembali ingatan akan Firman itu dan perkatakan lagi dengan suara yang meyakini. Cobalah metode sesuai pembacaan hari ini dan buktikan sendiri bagaimana latihan meditasi Firman dengan memperkatakan berulang-ulang ini berdampak dalam pembentukan hidup kita.
Terima kasih untuk Firman-Mu yang berkuasa mengubah dan membentuk kami. Tolong kami mengikuti teladan Yesus yang menyimpan Firman dalam hidup-Nya sehingga seluruh segi hidup, arah, keputusan, perjalanan hidup-Nya sesuai dengan kehendak-Mu - ya Firman yang hidup. Amin.
Alkitab mengajarkan / menjanjikan berbagai dampak dahsyat Firman dalam kehidupan umat-Nya, sebab Firman berfungsi seperti cermin yang membaca kehidupan kita dengan standar yang benar, seperti makanan rohani - susu atau daging - yang menumbuhkan dan menguatkan, seperti palu yang menghancurkan berbagai sikap keras dosa dalam diri kita, seperti suluh dan pelita yang memberikan arahan dan bimbingan dalam pengambilan keputusan, seperti pedang Roh untuk menyanggupkan kita menolak berbagai serangan yang berasal dari si jahat.
Masalahnya, mengapa dampak sekaya dan sedahsyat itu kurang kita alami penuh? Mengapa pagi hari kita membaca porsi Alkitab dalam saat teduh kita lalu sesudah itu kita tenggelam dalam kesibukan sehari-hari dengan sedikit saja dampak dari perenungan Firman Mungkin sekali karena metode kita kurang menampung pengakaran Firman dalam budi kita. Cobalah tiap pagi ketika membaca bagian Alkitab untuk perenungan kita, kita lakukan yang Allah nasihatkan kepada Yoshua dan yang dilakukan oleh pemazmur - yaitu merenungkan bukan dalam arti merenung diam dalam hati tetapi memperkatakan dengan bersuara berulang kali. Lalu dari momen ke momen sepanjang hari itu, angkat kembali ingatan akan Firman itu dan perkatakan lagi dengan suara yang meyakini. Cobalah metode sesuai pembacaan hari ini dan buktikan sendiri bagaimana latihan meditasi Firman dengan memperkatakan berulang-ulang ini berdampak dalam pembentukan hidup kita.
Terima kasih untuk Firman-Mu yang berkuasa mengubah dan membentuk kami. Tolong kami mengikuti teladan Yesus yang menyimpan Firman dalam hidup-Nya sehingga seluruh segi hidup, arah, keputusan, perjalanan hidup-Nya sesuai dengan kehendak-Mu - ya Firman yang hidup. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar