…sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah,

Pengetahuan ini luar biasa dahsyat. Hal ini memberikan penghiburan tak terkatakan – penghiburan yang memberdayakan dan bukan sekadar menyamankan – karena mengetahui bahwa Allah senantiasa mengenali saya dalam kasih, dan memerhatikan untuk kebaikan saya. Kita merasa luar biasa lega karena mengetahui bahwa kasih-Nya kepada saya sangat realistis, didasari sepenuhnya atas kemahatahuan-Nya akan hal terburuk dalam diri saya, sehingga Ia tidak pernah akan dikagetkan oleh kenyataan saya seperti yang seringkali saya alami tentang diri saya sendiri, sampai Ia harus memadamkan ketetapan-Nya untuk memberkati saya.
Hal ini merupakan suatu alasan besar untuk kerendahan hati karena menyadari bahwa Ia tahu semua hal tidak beres dalam diri saya yang tidak diketahui oleh sesama saya dan Ia melihat segala kecemaran dalam saya lebih dari saya sendiri melihatnya. Hal lain yang sama dahsyatnya yang menjadi insentif untuk kita menyembah dan mengasihi Allah ialah, atas alasan yang tak terselami, Ia menginginkan kita menjadi sahabat-Nya dan ingin menjadi sahabat kita serta memberi Anak-Nya untuk mati bagi kita supaya maksud-Nya ini terwujud.
Renungkan pemikiran yang menghibur ini: “Allah mengenalku seutuhnya, selengkapnya.”
Ubahlah pemikiran Anda tadi menjadi pengakuan atau pujian atau keduanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar