Kamis, 16 Mei 2013

Mazmur dari Keterhimpitan

Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! - Mazmur 34:5-9
Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. - Ibrani 12:11
Bagaikan minyak terbaik keluar melalui proses tekanan yang menghancurkan dan panas yang melelehkan buah, Tuhan kadang melakukan hal yang sama untuk menjadikan hidup kita bagaikan minyak urapan yang dipakai untuk menyukakan, menyembuhkan bahkan melantik orang untuk penugasan dari-Nya. Dalam keadaan terjepit dan krisis besar sampai berpura-pura gila, Daud menghasilkan salah satu mazmur yang sangat menguatkan hati kita sewaktu merenungkannya. Dalam kesulitan besar ia menemukan kesetiaan, terang, penyertaan Allah untuknya, serta pemurnian tangan Allah atas hidupnya.
16 MEI 1540 - Martin Luther tokoh reformasi dari Jerman menyatakan: "Dalam pencobaan terburuk tidak ada yang dapat lebih menolong ketimbang iman bahwa Putra Allah telah mengenakan daging dan tulang manusia, kini duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa dan berdoa bagi kita. Tidak ada hiburan lebih dahsyat dari itu."

Rabu, 15 Mei 2013

Latihan Fokus Hidup

Mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! - Mazmur 33:18-20
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. - 1 Petrus 4:6-7
 
Allah tidak ingin perhatian utama kita ditujukan kepada hal-hal yang sekunder. Bahkan hal-hal primer untuk manusia pun tdak boleh menyebabkan kepedulian dan kebersandaran kita dialihkan ke yang bukan Tuhan, sumber hidup sejatinya. Ia saja yang berhak menerima kasih, iman, harap, bakti kita sepenuhnya.
Itu sebab, baik kita kaya atau miskin, entah kita kuat atau lemah, apakah kita berlebihan segala sesuatu atau berkekurangan, hati kita hendaknya ditujukan kepada Tuhan, kasih setia-Nya, tangan-Nya yang perkasa, pemeliharaan, bimbingan, otoritas-Nya. Sebab Tuhan sendirilah yang hakiki bagi hidup kita. Yang hakiki ada, semua yang lain baik penunjang primer atau sekunder, akan berjalan dalam shalom. Ini tidak terjadi dengan sendirinya. Perlu latihan sepanjang hidup menaklukkan diri terus menerus ke bawah kuat kuasa Roh-Nya. Latihlah itu hari ini, esok, lusa, dan seterusnya.

Sabtu, 11 Mei 2013

Dikuduskanlah Nama-Mu

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu... Matius 6:9

Doa adalah persekutuan yang bertujuan mengakrabkan relasi kita dengan Allah, Allah dengan kita.
Maka hal pertama yang harus ada adalah kesadaran akan kekudusan Allah. Bila kita sadar bahwa Allah tidak sama dengan apa/siapa pun, unik, mulia, kudus, maka ciri doa kita dan hal pertama harus mencirikan doa kita ialah memuliakan kekudusan diri-Nya itu.
Wajarnya doa tidak dimulai dengan permohonan tetapi dengan puji dan sembah kepada Allah karena kemuliaan-Nya. Lalu, dikuduskanlah Nama-Mu ini akan memancar ke semua unsur permintaan doa kita lainnya: - berikan kami rejeki kami, ampuni pelanggaran / utang kami seperti kami mengampuni orang lain, - jangan bawa kami dalam pencobaan

Rabu, 01 Mei 2013

Perspektif Surgawi

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. - Mazmur 103:13; Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga - Matius 6:9

Kepada siapakah kita menujukan doa kita? Tentang kepentingan apa / siapa-kah sangkut paut doa-doa kita kebanyakannya?

Doa yang Tuhan Yesus ajarkan dan bentukkan untuk para pengikut-Nya ini mengarahkan pandangan... doa kita kepada Bapa yang di surga. Surga yang merupakan alas kaki takhta Allah, penuh dengan kemuliaan dan kekuasaan-Nya. Arah doa-doa kita adalah kepada takhta anugerah Allah itu, di mana segala kepentingan bumi dapat dicakup dan digenapi dengan benar. Ke arah cakrawala-Nya yang tidak terbatas inilah kita harus membawa segala kebutuhan, kegagalan, kelemahan, dan juga keberhasilan kita.

Ketika sejak awal dan menyeluruh pandangan doa kita ke surga maka kita akan memiliki cara pandang yang tepat tentang realitas. Dari surga dengan kemuliaan dan kuasa-Nya kita mendapatkan keberanian iman, harap, dan kasih mengenai segala gumulan hidup di dunia ini. Maka mari berdoalah tentang dunia ini dalam sorot pandang surgawi. = Media Sarat Perspektif Kerajaan =

Jumat, 26 April 2013

Bapa kami (2)

Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku. - Mazmur 16:3
Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami ... Matius 6:9

Biasakan berdoa lebih banyak dengan kata ganti orang jamak dan inklusif: kami, bukan dengan "aku" atau "kita" yang cenderung individualistis-egois dan eksklusif.

Anggapan bahwa iman adalah urusan perorangan tidak sepenuhnya benar. Memang kita mengambil keputusan untuk menerima Yesus, untuk ikut Dia, untuk hidup dalam jalan-jalan Allah. Namun, bukankah di balik keputusan-keputusan pribadi itu selalu ada keterlibatan pihak lain: orangtua yang mendidik dan membimbing dalam iman, kelompok doa syafaat dalam gereja yang memberi perhatian dan doa, teman yang dipakai Tuhan untuk mengajak kita ikut KKR, komsel, dlsb? Seperti orang lumpuh yang menerima pengampunan dan penyembuhan dari Yesus karena iman teman-temannya yang mengereknya turun dari sotoh rumah ke depan Yesus, demikian juga kita harus selalu ingat dan bersyukur bahwa iman saya bersentuhan dengan banyak iman orang lain, maka selayaknyalah bahwa dalam doa kita hisabkan diri sebagai kami.

Ungkapan paling tepat untuk mempraktikkan ke-kami-an hidup spiritualitas itu ialah dalam doa. Allah yang kita sembah, Tuhan yang menyelamatkan dan menopang kita dengan setia, Allah Bapa yang dari-Nya memancar rencana penyelamatan dalam Yesus Kristus itu adalah Bapa kita semua orang yang beriman, maka Yesus mengajar kita untuk menyapa-Nya dengan "Bapa kami." Karena itu, ketika kita berdoa "Bapa kami" kita bukan sekadar membuat ungkapan kata ganti orang majemuk, tetapi kita menempatkan diri kita dalam persekutuan dengan banyak saudara-saudari seiman, bahkan dengan seluruh orang kudus dari segala zaman. Dengan belajar berdoa sebagai kami, kita akan didorong untuk hidup dengan selalu mempertimbangkan sesama saudara seiman kita.

Kamis, 25 April 2013

Bapa kami

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami ... - Matius 6:9

Karena doa adalah persekutuan, maka sapaan dan apa yang dimaknai di dalamnya adalah hal yang utama dan pertama. Dalam doa kita memanggil Allah sebagai Bapa, apa artinya? Bagaimana memaknainya?

- Ia adalah Bapa karena Ialah Pencipta yang penuh hikmat dan kuasa, yang mencipta bukan karena keharusan tetapi karena kesukaan. Kita menyapa-Nya dengan Bapa, dengan sikap syukur atas hikmat, pemeliharaan, maksud-maksud baik-Nya untuk seluruh ciptaan yang sangat menakjubkan ini.
...
- Ia adalah Bapa bagi umat Israel yang telah dilepaskan dari perbudakan di Mesir. Sebutan "Allah Abraham, Ishak, dan Yakub" sungguh bukan julukan kosong, sebab Ia sungguh memelihara perjanjian-Nya untuk menjadikan umat itu suatu umat yang memberkati dunia ini. Dengan menyapa-Nya sebagai Bapa tersirat semua tindakan pembebasan sepanjang sejarah umat Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sampai kini.

- Ia adalah Bapa dari Anak Tunggal-Nya Yesus Kristus. Hanya Yesus yang layak menyebut-Nya Bapa, dan hanya Ia satu-satunya Anak yang di pangkuan-Nya. Karena sang Anak inilah kita yang menyambut dan memercayai-Nya beroleh hak menjadi anak-anak angkat Allah. Maka bersama segala orang beriman dari segala abad kita mengungkapkan pengakuan iman akan keBapaan Alah dan ke-anakan kita dengan penuh iman, harap, kasih.

Maka, milikilah ketakjuban, syukur dan percaya yang sungguh tiap kali kita berdoa dan menyapa Ia "Bapa." Dan, jangan biarkan tekanan pekerjaan, daya tarik dunia, bujuk rayu si jahat membuat kita mendiskon keakraban hubungan doa kita. = Media Sarat Doa Kerajaan =

Belajar Berdoa

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: ,,, Lukas 12:1-2

Melihat akrabnya hubungan Yesus dengan Allah dalam doa, timbul kebutuhan untuk diajar berdoa pada para murid. Doa bahkan lebih hakiki dan vital ketimbang bernafas sebab doa adalah hubungan. Bila gairah doa kita lemah, bila hidup berjalan biasa-biasa saja tanpa isian doa yang vital, kita harus awas jangan-jangan hubungan kita dengan Tuhan tidak beres atau bahkan tidak ada.
Kita perlu memohon Roh Yesus agar ada hasrat kuat dalam kita untuk menumbuhkan hubungan doa seperti yang Yesus miliki, seperti yang Ia teladankan, seperti yang Ia ajarkan. = Media Sarat Doa Kerajaan =

Selasa, 23 April 2013

Keberkatan dari Memberi

'It is more blessed to give than to receive.'" Terlebih berkat (bahagia) memberi daripada menerima - Kisah 20:35
Memberi adalah sebuah latihan yang baik untuk kesehatan spiritualitas kita:
 
- itu melatih iman kita - mendorong kita untuk lebih percaya pada pemeliharaan Tuhan yang sanggup memelihara kita melebihi sumber-sumber penghasilan rutin kita atau menyanggupkan kita mendisiplin hidup kita
- itu membentuk penilaian hidup kita - mengajar kita untuk tidak melekatkan harga diri dan nilai hidup pada hal-hal materiil semata tetapi pada penilaian dan rencana Allah serta gerakan Roh dalam hati
- itu menyegarkan kasih kita - merentangkan perhatian kita meluas dari diri sendiri dan kalangan dekat kita ke kalangan lebih luas
- itu menempa kita untuk merendahkan diri - terutama ketika kita mengalami "keterpaksaan" untuk melepas apa yang sangat kita hargai demi untuk dapat menopang kebutuhan orang lain / pelayanan Tuhan
- itu juga menguatkan pengharapan kita - sebab memberi adalah semacam tindakan seirama puasa yang berdampak membuang penumpukan zat-zat yang telah menjadi "racun" dan mendorong terjadinya sirkulasi dan kesempatan untuk peremajaan sel dan zat kehidupan
- itu kesempatan untuk "back to the basics" dan menyadari bahwa semua "asesoris" harta-pangkat-kuasa sesungguhnya tidak mendefinisi siapa kita
- itu dipuji Tuhan - terutama jika kita memberi bukan saat kita merasa lebih dan cukup tetapi saat kita merasa kurang dan tidak cukup

Senin, 22 April 2013

INJIL "Sharing"

TUHAN telah mengingat kita; Ia akan memberkati kita - Mazmur 115:12;
Jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya! - Lukas 12:28
Anak Manusia,
Engkau tidak memiliki tempat tinggal ketika Kau diam di antara kami.
Injil-Mu mencakup "jika engkau memiliki dua baju" - seakan,
jika kami memang punya dua, (mungkin sekali) kami telah mengambil
salah satunya dari kaum papa (dengan jalan menahan dan tidak berbagi)
Jika itu maksud-Mu, tolong kami merespons.
Ampuni bahwa kami telah memercayai dusta dunia ini,
bahwa bahagia dan berkat dalam hidup adalah
dengan jalan menumpuk harta dan memerhatikan diri sendiri. Amin.

Jumat, 19 April 2013

INTIM

Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"  Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." - Yohanes 11:41-44

Yesus ingin orang tahu tanpa ragu bahwa mukjizat pembangkitan Lazarus dari kematian terjadi sebagai akibat langsung dari hubungan kasih antara Bapa dan Anak. Tiap mukjizat mengalir dari keakraban yang ada dalam diri Allah Tritunggal.

Karena kita kini ada dalam Kristus, kita memiliki akses kepada Bapa sama seperti akses Yesus kepada Bapa-Nya. Karena kita telah dibaptis ke dalam Kristus, Bapa kita selalu mendengarkan kita seperti Ia selalu mendengar Yesus.

Kiranya kita sungguh menyadari bahwa Bapa sangat memerhatikan doa-doa kita. Kiranya Roh Kudus memberi kita keberanian lebih besar untuk datang menghadap ke ruang takhta Bapa kapan saja, siang atau malam. Kiranya terjadi pencerahan dalam hati kita bahwa Bapa lebih dekat kepada kita ketimbang yang bisa kita bayangkan dan Ia saat ini pun tengah menantikan kita! Kiranya ini membuat kita memiliki rindu yang besar untuk berdoa, beribadah, merenung firman-Nya, mempraktikkan Tubuh Kristus secara aktif. = Media Sarat Keakraban Kerajaan =

Kamis, 18 April 2013

Rindu Tuhan

--Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur - Kidung 1:2; Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." - Yohanes 21:15
Yang Tuhan cari pertama dari Petrus bukan pelayanannya, bukan pengorbanannya, bukan kepemimpinannya, tetapi kasihnya kepada Yesus. Itu sebab tiga kali Ia menanyakan hal krusial tersebut. Mengapa sampai tiga kali? Ada yang mengatakan sebab Tuhan ingin memberi kesempatan sama banyaknya dengan tiga kali ia menyangkali Tuhan. Boleh jadi juga karena Tuhan tahu bahwa sering kali jawaban kita tidak cukup mengakar, tidak nyata, alias hanya "lips service." Ia menginginkan kasih yang sejati, yang sungguh dari hati dan melibatkan segenap akal budi, perasaan, hasrat, kekuatan, maka Ia berulang kali menanyakan/mengajak sampai Ia mendapatkan kasih itu terpancar dari hati kita.
Sepanjang hati ini, ingatlah Ia tidak menginginkan apa pun dari kita kecuali kasih kita yang sejati. Semua pengakuan, kesaksian, pelayanan, pengabdian kerja, pengorbanan, persembahan, pujian kita untuk-Nya kekurangan bobot jika hati kita tidak sungguh merindu, mengasihi seperti yang diungkap dalam Kidung agung di atas. Maka mari datang dan mohon Roh-Nya mengobarkan rindu dan kasih dan hasrat yang berkobar dalam keseluruhan diri dan eksistensi kita akan DIA.

Rabu, 17 April 2013

KE-TUANAN KRISTUS

Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.- Mazmur 37:8-9

Dalam sistem dunia ini, untuk berhasil harus berinisiatif. Dalam Kerajaan Allah, menantikan dan memercayai Allah adalah jalan terbaik untuk dipromosikan. Maksudnya bukan bahwa kita harus malas atau tidak aktif. Tetapi kita perlu memiliki sikap hati yang selalu peka akan pimpinan Roh Kudus dalam hidup keseharian kita (Roma 8:14).

Bila kita menanti-nantikan Allah, kita menyerahkan kendali hidup kita ke dalam tangan-Nya. Ketika kita menantikan Roh memimpin kita, kita mengakui Ketuanan Kristus dan kita berhenti berusaha menjadi nakhoda biduk hidup kita sendiri. Dalam bacaan Alkitab di atas kita diingatkan untuk berhenti marah dan tdak khawatir tentang hidup ini. Bayangkan betapa leluasanya hidup dan pikiran kita jika kita tidak marah dan khawatir!

Sebagian kita mungkin menganggap mustahil untuk tidak khawatir. Bahkan kita mungkin diajar bahwa khawatir adalah tanda bertanggungjawab, seolah tanpa khawatir kita sama dengan tidak peduli. Dalam Matius 6:24 Yesus mengajar kita bahkan untuk tidak memikirkan keadaan hidup kita. Alasan-Nya: Bapa kita yang besar kasih-Nya kepada kita memelihara seluruh kebutuhan kita.

Kiranya hari ini setiap kita akan diyakinkan bahwa kita memiliki Bapa di surga yang sungguh bekerja untuk kita dalam tiap keadaan. Kiranya damai sejahtera-Nya yang melebihi segala pengertian melindungi kita seperti benteng yang aman atau selimut yang hangat bagi akal budi kita. Kiranya kita mengalami sukacita besar dari menjalani hidup dengan sikap berhenti mengatur sendiri dan belajar beristirahat dalam Tuhan dan menanti dengan sabar Ia akan memenuhi janji-janji-Nya untuk kita mewarisi berkat dan waris surgawi dalam perjalanan bumiah kita kini.

Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN! - Mazmur 27:13-14

Senin, 15 April 2013

FOKUS

Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi... "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!" - Wahyu 5:6, 12
Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan! - Mazmur 119:37;
Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? - Lukas 6:42

Tuhan, terlalu sering kami lebih mementingkan isu ketimbang manusia, barang ketimbang relasi, menyelamatkan uang ketimbang menyelamatkan orang.
Tolong agar kami tidak gagal untuk saling mengakui kemanusiaan sesama kami, ampuni kami dan tolong agar kami tidak lagi mem-barangkan orang dan meng-orangkan barang. Bantu kami untuk menyadari gambar-Mu yang tak ternilai dalam tiap orang yang kami jumpai. Amin

Jumat, 12 April 2013

DOA yang Hidup

Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya. - 1 Yohanes 5:14, 15

Doa - doa yang hidup, doa yang benar, kehidupan doa - adalah bukti nyata bekerjanya anugerah Allah dalam hidup kita. Dalam percakapan anak-Bapa, orang beriman-Sahabat, terungkaplah bahwa memang ada persekutuan antara kita dengan Allah, Allah dengan kita.
Persekutuan yang sejati, percakapan yang baik, doa yang hidup dan benar - bersifat dua arah. Bukan saja kita mengungkapkan syukur dan cinta kepada Allah, dalam doa kita juga mendengar ungkapan sayang, cinta, perhatian Allah kepada kita. Bukan saja kita menyatakan permohonan dari kehendak dan hal yang kita rasakan sebagai kebutuhan, Allah melalui Roh-Nya juga membisikkan apa yang Ia ingin berikan kepada kita. Tidak saja kita membuka diri kita apa adanya dan memohon ampun bila ada kesalahan, pelanggaran, kecenderungan jahat, Allah juga menunjukkan ke dalam hati kita apa yang telah Ia berikan dalam Anak-Nya demi untuk mengampuni-menyucikan kita dari segala pelanggaran dan kejahatan. Doa yang hidup adalah doa dalam Roh-Nya. Doa yang senada hati Allah adalah doa di mana firman-Nya berbicara, kita ingini, kita ambil menjadi bagian hidup kita. Ketika firman menjadi isi doa kita, kita sedang melangkahi hidup di mana firman mewujud.
Maka, jangan sedikit pun mengabaikan doa. Jangan sekejap pun meringankan pentingnya persekutuan dua arah ini. Jangan anggap ini sepele, sampingan, seadanya. Peliharalah doa yang hidup, yang intim, yang dekat - dua hati saling mendekat, saling membuka, hati kita menyesuaikan diri, menyatu dengan kehendak-Nya.
 
Dan ketika doa-doa kita dikabulkan, tahulah kita bahwa kehendak-Nya sedang menjadi kehendak kita, karya-Nya sedang mewujud di dalam dan melalui kita. Ketika doa kita belum atau tidak dikabulkan, kita makin mendekat dan tunduk menyerasikan doa kita dengan rencana-Nya. "...jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga..."

Senin, 01 April 2013

INFO 2 JUDUL BARU

SELAMAT PASKAH? HAPPY EASTER? HAPPY PASSOVER? HAG PESACH SAMEACH? HAPPY VICTORIOUS CHRIST'S RESURRECTION DAY? - YG MANA?


 Haleluyah bagi Anak Domba Allah yang telah menang atas maut!
Selamat Paskah! Happy Easter! Selamat Keluaran Baru! Victorious Passover of the Risen Christ!

Kemarin ada terusan email yang intinya menyoal kebenaran mengucap Happy Easter. Beberapa hari yl ada tulisan yang kurang... lebih sama di status salah seorang sahabat FB. Menurut anggapan itu, ungkapan "easter" bukan saja tidak datang dari Alkitab, tetapi juga bermuatan kepercayaan kafir. Easter berasal dari perayaan Istar yang bersangkutan dengan beberapa mitos sehubungan dengan Nimrod cucu Nuh dari Ham yang berzinah dengan ibunya sendiri, Semiramis dan dari hasil perzinahan itu lahir Tamus disembah sebagai ratu surga. Jadi anggapan ini menuduh merayakan atau menyebut "Happy Easter" tidak saja tidak alkitabiah tetapi juga mengulang kembali perayaan Istar yang kafir tadi. Lebih jauh argumen ini menegaskan bahwa istilah yang seharusnya adalah pesakh, atau dalam bahasa Inggris passover, atau "Hag Pesach Sameach" (bhs Ibrani).

Berikut saran kami:
1. Ucapkanlah "Happy Easter," atau Selamat Paskah, atau Victorious Pesakh - dengan keyakinan jernih bahwa yang kita maksud adalah Puji Tuhan, Yesus Tuhan kita sungguh sudah bangkit dari kematian!

2. Siapakah dari kita yang ketika menyebut "easter" lalu perhatian imannya terbagi ke astra, istar, asytarot, dlsb. itu. Yang lebih relevan mungkin (kalau dianggap ada pengaruh kepercayaan lain setempat yang bisa mengaburkan iman Kristen kita) untuk kita yang tinggal di Indonesia adalah dewi Sri, atau yang keturunan Cina dewi Kwan Im. Argumen bahwa "easter" bersumber pada perayaan istar, dan istar adalah perayaan yang berkaitan dengan mitos2 Babilonia, mengandung beberapa lompatan logika dan budaya. Pertama easter adalah bahasa Inggris dan tentunya kaitannya pertama harus dicari ke rumpun bahasa2 indo-jerman bukan ke mesopotamia (yang datang dari beberapa milenium yl.). Dari segi etimologi easter berkaitan dengan ester (inggris kuno) dan ostern (jerman). Maka argumen tadi hanya berdasarkan kesamaan / kedekatan bunyi. Bila ingin suatu argumen yang tepat, harusnya diperiksa akar budaya Eropa apakah ke Roma, Mesir atau ke Babilonia, Asyur dll.

3. Argumen bahwa Alkitab tidak pernah menerjemahkan pesakh dengan easter tetapi dengan passover adalah keliru. Dalam Alkitab terjemahan Martin Luther (Jerman - 1523) pesakh diterjemahkan sebagai "osterfest," dan dalam terjemahan William Tyndale (1525) diterjemahkan ester. Andaikata ada kaitan antara kata oster atau ester dengan festival di bangsa-bangsa Eropa kuno yang merayakan musim semi dan fajar, maka pasti Luther dan Tyndale mengetahui itu dan telah mempertimbangkan bahwa aman memakai istilah yang berasal dari suatu perayaan yang tidak Kristen namun kini dikaitkan dengan peristiwa nyata kebangkitan Yesus Kristus dengan muatan makna teologisnya sendiri.

4. Memang dalam terjemahan2 Inggris berikutnya dipakai kata passover yaitu suatu kata yang diciptakan dari dua kata pass dan over seperti halnya atonement juga kreasi teologis untuk konsep istilah dalam Perjanjian Lama tentang penebusan-penyelamatan melalui kurban, dengan cara menggabungkan dua istilah: at-one-ment. Alkitab terjemahan Indonesia mengikuti bahasa Belanda pask (untuk pesakh) laku menjadi paskah.

5. Dalam memahami dan menghidupi kebenaran-kebenran Alkitab, kerap kita harus memutuskan apakah mengulang saja istilah dari asalnya (seperti pesakh ini), atau melakukan transliterasi (menjadi paskah), atau melakukan penerjemahan (misalnya passover, atau dalam bahasa Indonesia "keluaran"). Coba kita pikirkan mana lebih baik, mengikrarkan Pengakuan Iman Rasuli atau Doa Bapa Kami dalam bahasa Latin dengan fasih tetapi tidak mengerti artinya (seperti yang terjadi sebelum era Reformasi; atau seperti dalam penghayatan iman-kepercayaan lain) atau membunyikannya ke dalam ucapan yang lebih akrab dengan telinga Indonesia atau menerjemahkannya?

6. Pilihan dari tiga opsi di atas tidak mudah. Luther rupanya memilih yang terakhir yaitu menerjemahkan ke dalam ungkapan yang kontekstual dikenal dalam budaya setempatnya. Passover maju lebih jauh lagi, yaitu dengan mencipta suatu istilah baru yang menerjemahkan konsep dari istilah asalnya. Perlu kita ketahui bahwa iman Kristen hakikatnya adalah iman pada tindakan Allah menerjemahkan dirinya menjadi manusia - yaitu berinkarnasi dalam diri Yesus. Seandainya Allah tidak datang berkemah dalam tubuh-roh seorang Yahudi bernama Yesus, Allah pastinya tidak kita kenal. Iman Kristen menganjurkan prinsip penerjemahan! Dalam Perjanjian Lama Allah bahkan mengambil nama dewa yang sudah dikenal di Mesopotamia untuk merujuk ke diri-Nya, yaitu EL dan ELOHIM. Dalam Perjanjian Baru, karena Injil sudah memasuki berbagai budaya bangsa-bangsa dunia, Allah disebut Theos, Yeshua menjadi Yesus, firman-Nya datang dalam bahasa Yunani, meski percakapan keseharian Yesus dalam khotbah2Nya kemungkinan besar diucapkan dalam bahasa percakapan orang Yahudi waktu itu (seperti "Abba" untuk bapa) dalam bahasa Aram. Maka iman yang benar-benar alkitabiah justru menganjurkan pendekatan penerjemahan bukan pengulangan istilah asli atau transliterasi.

7. Dengan sedih perlu kita katakan bahwa gerakan gencar akhir-akhir ini yang ingin sedikit-sedikit bernuansa Yahudi sebenarnya adalah gerak mundur. Allah Abraham ingin menjadikan Abraham berkat bagi bangsa-bangsa; Yesus yang bangkit dan naik ke surga adalah Tuhan yang harus diakui oleh semua lutut dan semua mulut - dan dalam Yesaya (juga Wahyu) Raja langit dan bumi sejatinya akan disembah oleh segala bangsa dan berbagai manifestasi budaya-budaya dunia yang sudah dikuduskan - bukan segalanya mengalami pen-yahudian. Menyebut kebangkitan Yesus sebagai pesakh atau passover sepertinya "aman" dari distorsi kafir; tetapi, apakah istilah-istilah itu tidak hanya mengulang peristiwa pembebasan orang Yahudi mulai dari peristiwa sepuluh tulah, darah anak domba yang dioles di ambang pintu rumah orang Yahudi, makan roti tak beragi, menyeberang laut Merah? Atau bukankah kematian-kebangkitan Yesus merupakan suatu peristiwa dari sesuatu yang jauh lebih dalam dan luas yang hanya dapat dibayangkan oleh pesakh orang Yahudi? Yaitu, suatu kemenangan baru, keluaran baru, kelepasan bukan dari Mesir dan dari maut fisik belaka, tetapi kelepasan dari dosa dan maut?

Nah, semoga dengan paparan dan saran ini - kita boleh dengan iman yang teguh pada Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit dari maut - mengucap Selamat Paskah, Selamat Keluaran Baru, Happy Easter, Victorious Life in the Risen Christ - Haleluyah

Selasa, 26 Maret 2013

Perbuatan Kasih

...orang-orang miskin selalu ada padamu,
dan kamu dapat menolong mereka,
bilamana kamu menghendakinya,
tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.
Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya.
Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan
di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini
akan disebut juga untuk mengingat dia." - Markus 14:7-9
Pada waktu melakukan perbuatan kasih tersebut,
perempuan itu (Maria saudara Lazarua - menurut Yohanes 11 & 12) belum tahu
bahwa Yesus akan mencurahkan darah-Nya, mempertaruhkan seluruh hidup-Nya
menjadi kurban yang menyembuhkan, melepaskan, membeli hidup kita
dari penyakit, belenggu dan perbudakan dosa / kejahatan.
Maka sungguh perbuatannya itu lebih harum daripada harum minyak mahal yang
dicurahkannya di kaki Yesus dan kemudian disekanya dengan rambutnya.
Keharuman perbuatan itu, menurut Yesus sendiri - akan dicatat dalam injil-injil
dan karenanya selalu diberitakan setiap kali Injil diberitakan.
Waktu itu, mempertentangkan sumbangan untuk orang miskin dengan perbuatan kasih kepada Yesus
sangat tidak tepat. Bagaimana mungkin membandingkan kasih kepada Yesus dengan simpati kepada orang miskin?
Namun demikian, pada masa kini dengan Yesus tidak lagi hadir secara jasmani
tetapi maha hadir melalui Roh-Nya di dalam gereja dan semua usaha perbaikan dunia ini,
betapa dahsyat bahwa segala bentuk simpati kita kepada orang miskin
boleh menjadi ekspresi dari kasih kita kepada Yesus.
Apalagi dengan kita kini telah mengetahui bahwa Yesus berkurban bagi keselamatan kita
bagaimana mungkin kita tidak ingin mengungkapkan terima kasih kita
dalam bentuk perbuatan-perbuatan kasih kita yang sangat tidak layak dibanding kurban-Nya itu?
Marilah dalam beberapa hari terakhir minggu sengsara Yesus ini
kita pertimbangkan dengan serius, seberapa jauh kurban kasih-Nya telah kita respons
dalam perbuatan2 kasih kita kepada-Nya melalui uluran tangan ke sesama
yang di dalam-Nya wajah Yesus yang menderita terbaca jelas oleh kita?
Berusahalah agar tiap perbuatan baik kita tidak keluar dari keterpaksaan atau keterbiasaan
melainkan merupakan pancaran ungkapan kasih kepada Yesus yang didasari oleh
pertimbangan yang jelas dan dukungan doa yang kuat.

Sabtu, 23 Maret 2013

Mengiring Yesus

TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku,
Ia telah menjadi keselamatanku.
Ia Allahku, kupuji Dia,
Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia. - Keluaran 15:2; 

Ketika Ia dekat Yerusalem,
di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun,
mulailah semua murid yang mengiringi Dia
bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring
oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat. - Lukas 19:37

Allah Maha beranugerah,
kiranya hari ini kami sungguh & penuh
mengikuti jalan kasih-Mu yang menyangkali diri
dan mengubah hidup.
Kiranya pertimbangan, bicara, dan tindakan kami
mencerminkan kuasa kasih:
mengampuni, mengubah, menerima, menyelamatkan, dan menyembuhkan.
Amin.

Jumat, 22 Maret 2013

Salib & Mahkota

"Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum
dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.
Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku,
Aku tidak berhak memberikannya.
Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan." - Markus10:39-40

kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus,
melainkan juga untuk menderita untuk Dia - Filipi 1:29
Motivasi dan semangat kita mengikut Yesus selalu perlu dimurnikan dari waktu ke waktu.
Kita belajar dari hidup Yesus: tiada kebangkitan tanpa kematian,
tiada mahkota tanpa salib.
Kalau Tuhan kita demikian, bagaimana kita pengikut-Nya, murid-Nya?
Memang Ia telah bangkit - selalu bersama kita,
dan hadirat-Nya memberi kita hidup berkelimpahan:
sukacita, damai sejahtera, pembaruan hidup, kebahagiaan,
berbagai karunia keberhasilan, dlsb.
Namun, ingat bahwa sebagian besar dari karunia-Nya
mewujud dalam hidup kita juga melalui jalan salib, jalan penderitaan.
Kita menderita sebagai konsekuensi mengikut Tuhan di dalam dunia yang melawan Tuhan,
atau sebab menyangkal diri dosa demi menaati kehendak dan firman-Nya.
Maka ingat dan praktikkan: salib dulu baru kebangkitan, mahkota duri dulu baru mahkota kemuliaan.
Dan, dalam semuanya bukan kita yang menentukan tetapi Allah yang berdaulat menetapkan
apa bagian kita kini dan kelak.

Kamis, 21 Maret 2013

Lindungan-Nya


Walau seribu orang rebah di sisimu,
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,
tetapi itu tidak akan menimpamu.
Mazmur 91:7
Janji Allah: Ribuan akan rebah di sekitarAnda, tetapi Anda tidak akan celaka.

Mazmur 91 sebuah deklarasi dahsyat tentang keamanan dan perlindungan yang kita bisa dapatkan dalam pengenalan bahwa kita hidup dalam pemeliharaan konstan dari Allah mahakuasa. Pemazmur memberi tahu kita bahwa kita dapat hidup dalam keadaan aman bahkan ketika mengalami lingkungan hidup penuh tekanan dan bahaya.

Dapatkah Anda bayangkan bahwa Anda hidup dalam keamanan dan perlindungan yang sebegitu rupa sampai Anda tetap aman sementara ribuan kekuatan yang bisa membahayakan Anda berjatuhan di sekitar Anda? Meski pasti sukar untuk dapat membayangkan itu, tetapi inilah janji Allah Pencipta langit dan bumi, Penyelamat jiwa dan pemelihara kita yang setia. Janji ini diberikan kepada kita yang secara aktif menempatkan diri di bawah perlindungan / bayang2 Allah Mahakuasa.
Gambaran dalam mazmur ini diambil dari konteks peperangan atau pengembaraan. Dalam dunia kita masa kini, konteks lebih tepatnya adalah pertetanggaan, misi, atau dunia kerja. Meski konteksnya beda, pada intinya Alkitab memaparkan bahwa kita semua sedang dalam pengembaraan di dunia yang fana ini. Sengaja atau tidak, terkadang orang di sekitar kita dalam konteks2 berbeda itu menjadi semacam pencobaan atau perlawanan atau bahaya tertentu bagi kita. Apabila kita mengambil posisi bernaung di bawah kepak sayap perlindungan-Nya, apabila hati kita secara aktif terus menerus memposisikan diri tinggal dalam naungan-Nya, nikmatilah keamanan, pemeliharaan, perlindungan sempurna dari Allah yang Mahakuasa. Kiranya secara aktif kita mengambil langkah iman itu hari ini dan seterusnya. Amin

Mukjizat Keseharian

Kamu akan makan makananmu sampai kenyang
dan diam di negerimu dengan aman tenteram. - Imamat 26:5;
Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu,
Ia menengadah ke langit, mengucap berkat,
lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya
supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak.
Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul. - Lukas 9:16-17
Yesus, kiranya kami mengenali-Mu di dalam mukjizat-mukjizat keseharian:
berbagi makanan, tangan terulur siap menolong, dan dekapan sambutan.
Di dalamnya mukjizat lawatan-Mu terjadi.
Kenyangkan kami dengan Roh-Mu agar kami terinspirasi dan
bersedia bekerja mengusahakan keadilan dan
kemurahhatian-Mu dalam dunia kami.
Amin

Respons Syukur

Dan apabila orang berkata kepada kamu:
"Mintalah petunjuk kepada arwah dan roh-roh peramal
yang berbisik-bisik dan komat-kamit,"
maka jawablah: "Bukankah suatu bangsa patut
meminta petunjuk kepada allahnya? - Yesaya 8:19;
Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa
dan menjadikan mereka tontonan umum
dalam kemenangan-Nya atas mereka - Kolose 2:15
Terima kasih ya Allah yang penuh anugerah
untuk semua hal yang telah Kau lakukan bagi kami.
Engkau telah mengaruniakan hidup, kasih-Mu, dan putra-Mu Yesus.
Kiranya apa pun yang kami lakukan dan katakan hari ini
menjadi persembahan yang berkenan kepada-Mu.
Dalam respons penuh syukur. Amin

Inkarnasi Yesus - Dasar kepedulian Sosial Kita

INKARNASI - SENGSARA YESUS = DASAR KEPEDULIAN SOSIAL UMAT-NYA:

Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu,
--dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan,
dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami--
demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.
Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan,
dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu,
aku mau menguji keikhlasan kasih kamu.
Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus,
bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin,
sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.
(2 Korintus 8:7-9)

Kesempatan Baru

Jika Engkau, ya TUHAN,
mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan,
siapakah yang dapat tahan? - Mazmur 130:3;
Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya
kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa,
menurut kekayaan kasih karunia-Nya, - Efesus 1:7
Allah yang penuh anugerah,
yang memberi kesempatan baru,
ada saat ketika penderitaan hidup yang dalam
membuat kami kewalahan.
Tolong kami untuk mendengar secara baru undangan-Mu
untuk melepas tindihan hidup kami kepada Roh-Mu yang lembut,
yang menawarkan kasih, pengampunan, dan pembaruan hidup.
Amin

Kasih yang Menderita

Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil,
dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya?
Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup,
dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah - Yesaya 53:8;
Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu
untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" - Lukas 24:26
Yesus, Saudara kami,
dalam penderitaan-Mu kami melihat
sejauh mana kasih dapat menanggung.
Engkau mengundang kami menjalani
jalan perhambaan kasih bersama-Mu.
Kami ragu, tetapi Engkau berjanji kami tak akan sendiri
ketika kami berbagi penyembuhan-Mu kepada dunia yang menderita.
Amin

Jangkauan Kasih

Akulah TUHAN yang menyembuhkan kamu - Keluaran 15:26;
Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan,
ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya
dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia
dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh.
Maka kata-Nya kepada perempuan itu:
"Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau,
pergilah dengan selamat" - Lukas 8 :47-48
Ya Allah yang memulihkan,
terima kasih untuk anugerah-Mu yang menyembuhkan.
Berikanlah kami keberanian dan iman untuk menjangkau dalam kasih
kepada mereka yang paling membutuhkan penyembuhan dan pengharapan -
khususnya mereka yang paling tidak berrti dari semua yang dianggap tak berarti.
Amin

Rangkulan Kasih

...di padang gurun, di mana engkau melihat bahwa
TUHAN, Allahmu, mendukung engkau,
seperti seseorang mendukung anaknya,
sepanjang jalan yang kamu tempuh,
sampai kamu tiba di tempat ini. - Ulangan 1:31;
Kita telah mengenal dan telah percaya
akan kasih Allah kepada kita.
Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih,
ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. - 1 Yohanes 4:16
Gendonglah kami hari ini, ya Allah,
sebagaimana orangtua yang penuh kasih.
Rangkullah kami dengan tangan-Mu agar kami boleh
merasakan percaya seorang anak yang penuh suka
karena mengetahui bahwa kami dikasihi penuh dan bebas
dan tidak ada apa pun dapat memisahkan kami dari kasih-Mu.
Amin

Rabu, 13 Maret 2013

Lembu, Keledai, atau... Umat?

Lembu mengenal pemiliknya,
tetapi Israel tidak;
keledai mengenal palungan
yang disediakan tuannya,
tetapi umat-Ku tidak memahaminya.
(Yesaya 1:3)
Biasanya kita mengerti ayat di atas sebagai berikut: Kita pikir Allah menegur Israel (juga kita, orang Kristen / gereja-Nya masa kini) tentang hal-hal seperti: - kurang bersyukur dan bergantung pada Tuhan, - kurang bergairah dalam beribadah di gereja, - malas bersaksi, dan lainnya semacam itu. Keliru besar!
Bila kita teruskan teguran keras Yesaya 1 ini, tidak satu pun dari hal-hal tadi yang kurang dari umat-Nya. Korban dan persembahan mereka tidak kurang malah melimpah (ay. 11); mereka tidak absen dalam beribadah dan melaksanakan berbagai perayaan ibadah dengan meriah (ay. 13-15). Sebaliknya dari menyukakan Allah, semua tindakan ibadah mereka itu malah kejijikan bagi Allah, membuat-Nya muak, dan tidak memperkenan-Nya.
Mengapa? Sederhana saja tetapi sangat serius bagi Tuhan! Bagi Allah perilaku religius umat tersebut “tidak sungguh” (ay. 13), sebab apa yang terjadi di rumah ibadah tidak sama dengan apa yang mereka lakukan dalam ruang publik! Yang disorot di sini ialah di ruang publik, kita harus mencerminkan hal-hal yang dialami tentang Allah yang kita sembah dalam ibadah. Hal ini tampak jelas dalam ayat 16-17: Allah menegur dosa-dosa sosial. Mengapa Allah sampai begitu murka kepada umat-Nya yang tidak mempraktikkan kepedulian sosial? Sebab itu menunjukkan mereka tidak memancarkan sifat Allah yang sejati. Dalam ibadah kita tidak saja berjumpa dengan Allah yang agung, tinggi, dahsyat, tetapi juga Allah yang mendengar tangisan umat-Nya (Kel. 3), yang peka akan kaum yang disingkirkan seperti para perempuan tanpa anak atau para janda.
Renungkanlah ayat-ayat seperti ini: “Siapakah seperti TUHAN, Allah kita, yang diam di tempat yang tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi? Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, bersama-sama dengan para bangsawan bangsanya. Ia mendudukkan perempuan yang mandul di rumah sebagai ibu anak-anak, penuh sukacita. Haleluya!” - lihat Mazmur 113). Bagaimana kita mengaku kita menyembah Allah bila tindakan Allah yang “merunduk kepada kaum papa dan rentan”ini tidak terlihat dalam kehidupan sosial kita?
Seluruh Alkitab menyingkapkan sifat dan tindakan Allah yang menjenguk dan mengangkat kaum papa ini. Kita tidak mungkin tidak tertantang oleh kepedulian sosial Allah ini dari membaca berbagai firman dalam Perjanjian Lama, lebih-lebih bila kita merenung arti inkarnasi Yesus Kristus Putra Tunggal Allah. “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya” (2Kor. 8:9). Sayangnya, kita cenderung merohanikan pembacaan kita akan bagian Alkitab sedemikian. Padahal, konteks tulisan Paulus ini sedang bicara tentang imbauannya agar jemaat kaya peduli dengan jemaat miskin. Inkarnasi Yesus harus dijadikan dasar dan teladan untuk kepedulian sosial jemaat dan orang Kristen.
Kekurangan gereja dan orang Kristen masa kini dalam kepedulian sosial bisa berakibat buruk pada pemahaman (baca: teologi) dan penghayatan yang dilakukan. Kita bisa cenderung membangun pola ibadah yang pro si kaya dan tidak peka akan rintihan si miskin. Kita bisa pro penguasa dan ikut menindas kaum papa yang rentan daya. Kita bisa berkedok kesalehan pribadi tetapi tidak memiliki hati welas asih seperti Tuhan. Kita bisa menipu diri merasa puas dengan ibadah-ibadah yang dikemas untuk menghibur ketimbang yang menantang orang berkotor tangan karena terlibat dunia nyata – baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Dengan kata lain, sebetulnya kita tidak sedang menyembah Allah tetapi berhala, yaitu diri kita sendiri, Maka untuk mengubah itu Allah memberikan tuntutan sederhana tetapi radikal: “Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat (baca: yang a-sosial) dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!” (ay. 16-17).
Sikap konkrit kepedulian sosial selain memancarkan hati Allah sendiri, juga berpengaruh dahsyat pada pembentukan diri kita. Melalui kepedulian sosial kita belajar menyetarakan diri dengan kesusahan pihak lain. Itu berarti mendisiplin hati kita untuk sensitif, untuk penuh pancaran kasih, untuk peduli, untuk merendah, untuk mengakui kefanaan dan keterbatasan kita, untuk bertobat dari keterikatan pada mamon dan menaklukkannya menjadi hamba kepentingan Allah semata. Itu berarti kita belajar bersandar pada Allah dalam mengatur hidup kita terutama dompet (baca: harta dalam berbagai wujudnya) dan tidak membiarkan harta menjadi berhala, atau kekhawatiran akan hari esok mencekik kedamaian dan kesukaan hidup. Singkat kata, bagaimana mungkin kita tidak dibentuk secara luar biasa ketika kita belajar untuk memancarkan sifat-sifat Allah ke ruang sosial kita?
Maka, darpada berdoa memohon Ia memberikan kesuksesan dalam berbagai aspek hidup, lebih baik mohonlah dan berjuanglah oleh bantuan Roh untuk memancarkan: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Gal. 5:22, 23). Jadilah pribadi yang makin manusiawi, sebab dengan demikian kita menjadi makin ilahi; jadilah gereja atau komunitas Kristen yang makin “mewongke” sebab dengan demikian kita makin mirip “gusti Allah”sendiri.
     
Selamat bertumbuh dalam kemanusiaan yang ilahi

Sabtu, 23 Februari 2013

ROHANI - SEKULER?


Di kalangan Protestan ada semacam tradisi yang entah dibakukan atau hanya dijalani sebagai peraturan tidak tertulis, yaitu bahwa hamba Tuhan yang bekerja di ladang Tuhan tidak boleh memiliki sumber lain untuk hidup, seperti bekerja sambilan, berdagang, mengelola bisnis dll. Pelayan ybs. harus sepenuhnya hidup dari dukungan yang diterima - entah berbentuk gaji atau pemberian sukarela - dari konteks pelayanannya.
Sebaliknya di kalangan Pentakosta / karismatik dipraktikkan hal lain. Baik yang asalnya dari pelayanan penuh waktu maupun yang dari sekuler terlibat dalam pelayanan, tidak menabukan mengusahakan upaya tertentu seperti berdagang, bertani, beternak, punya bisnis, dll. untuk memungkinkannya melayani tanpa harus bergantung pada dukungan dari gaji yang diberikan gereja atau dukungan bukan gaji dari pihak yang dilayani.
Bagaimana sebaiknya kita melihat isu ini?
Dalam PL para pelayan Tuhan (para imam dan suku Lewi) memang tidak diberikan lahan untuk bertani atau berternak sebab orang Lewi dikhususkan untuk melayani seluruh kegiatan ibadah Kemah Sembahyang / Bait Allah dengan dukungan persepuluhan para suku lainnya. Pembagian ini tidak boleh disimpulkan bahwa Alkitab mengajarkan pembagian hidup ke dalam dua dunia: dunia sekuler dan dunia rohani. Inti dari pengaturan dalam PL ialah karena Allah meminta orang Lewi bekerja sepenuh waktu dalam pekerjaan yang menopang peribadahan; maka Allah mengatur mereka harus didukung oleh kesebelas suku lainnya.
Bahwa dalam dunia PB terjadi pergeseran tidak bisa dipungkiri. Pertama, karena kenyataan bahwa sejak masa pembuangan orang Yahudi tidak lagi memiliki Bait Allah dan beberapa aspek peribadahan seperti memberikan kurban, dll. tidak lagi dapat dilangsungkan. Kedua, sesudah Injil tersebar ke wilayah orang-orang asal kafir, terutama dalam tahap pionir para pemberita Injil harus mengusahakan dukungan hidup sendiri. Juga karena sebagian jemaat yang tercipta kebanyakan terdiri dari orang sederhana, mereka tidak sanggup memberikan dukungan hidup kepada para pelayan Tuhan.
Dua contoh berikut akan menolong kita belajar lebih lengkap tentang isu ini. Yesus, sampai dengan usia tiga puluhan, pasti mendapatkan kebutuhan hidupnya dari bekerja di bengkel kayu ayahnya, Yusuf. Bahkan, mungkin semasa awal pelayanan-Nya sebelum meninggalkan kota asalnya, Yesus masih sewaktu-waktu bekerja di bengkel kayu milik ayahnya (Markus 6:3). Tetapi sejak ia masuk dalam pelayanan mengajarkan kedatangan Kerajaan Allah, mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan orang dari sakit-penyakit, di luar daerah-Nya ada beberapa orang kaya pengikut-Nya yang mendukung kebutuhan hidup Yesus dan para murid-Nya.
Lain halnya dengan Paulus. Bahwa ia memiliki kewarganegaraan Roma bisa disimpulkan bahwa ia datang dari keluarga terhormat dan kaya. Kemudian hari ketika ia melakukan perintisan Injil di Makedonia ia mengembangkan bisnis membuat kemah bersama beberapa orang penginjil lain yang melayani bersamanya. Itu ia lakukan demi tidak membebani orang yang dilayani, juga demi memajukan pewartaan Injil lebih pesat terutama dalam menempuh perjalanan panjang darat maupun laut.
Kesimpulan apa dapat kita tarik dari sini?
Pertama, pembagian sekuler-spiritual, kerja-melayani penuh waktu - tidak alkitabiah. Semua orang percaya dipanggil untuk melayani Tuhan. Baik yang melayani dalam / melalui dunia kerja / bisnis maupun yang melayani dalam pekerjaan penginjilan atau pewartaan firman atau penggembalaan - sama adalah pelayan Tuhan. Allah sendiri adalah pekerja / pengusaha selain juga penyelamat / perawat jiwa-jiwa manusia.
Kedua, karena itu yang melayani penuh waktu tidak berarti lebih pelayan Tuhan dibanding yang melayani dalam dunia usaha / kerja. Atau, yang melayani dalam dunia usaha / kerja tidak kurang melayani / pelayan Tuhan dibanding mereka yang melayani penuh waktu.
Ketiga, baik pelayanan rohani maupun pelayanan yang tidak langsung menyentuh kerohanian, keduanya adalah pelayanan demi, untuk dan oleh Tuhan (Kol. 3:17, 23). Karena itu, bukan saja pelayanan rohani tetapi pelayanan yang tidak langsung menyentuh kerohanian pun - keduanya harus dilakukan dengan sepenuh hati dan hormat dan suka bagi Allah.
Keempat, dalam kondisi yang memungkinkan memang ada baiknya pelayan penuh waktu didukung sepenuhnya dari pelayanannya. Tetapi ini bukan prinsip mati. Dalam seluruh Alkitab ada banyak pelayan Tuhan penuh waktu yang juga mengembangkan sumber dukungan hidupnya sendiri agar tidak perlu bergantung pada dukungan orang yang dilayani. Contoh yang sudah disebut di atas (Paulus dkk.) masih dapat dilengkapi dengan beberapa tokoh PL seperti Abraham, Yusuf, Daniel cs., Nehemia, dll.
Kelima, jika Anda diberkati boleh hidup berkecukupan dari pelayanan dalam dunia kerja / usaha, jangan sampai lupa bersyukur. Dan bersyukur kepada Tuhan itu salah satunya adalah dengan memerhatikan kebutuhan pelayanan para hamba Tuhan terutama di daerah2 sukar / kekurangan.
Keenam, jika ada dari kenalan kita yang selain melayani dalam penginjilan atau pewartaan dlsb. tetapi juga mengusahakan pendapatan dari berbagai usaha, mengapa harus menilai mereka negatif. Ada banyak hal seperti beban pelayanan, konteksnya dalam pelayanan, dlsb. yang seperti Paulus membuat ia memutuskan untuk melayani sambil berusaha. Maka, bersyukurlah (dan mungkin malulah) bahwa hamba Tuhan tsb. seperti itu. Dan, pertimbangkanlah bagaimana Anda bisa berkontribusi bagi begitu luasnya pelayanan ladang Allah yang sedang menguning dan sedikit penuai ini.
Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.... Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:17, 23)

Jumat, 22 Februari 2013

YESUS: Dasar Iman & Teladan



 
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama,
menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam
Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah,
tidak menganggap kesetaraan dengan Allah
itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri,
dan mengambil rupa seorang hamba,
dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia,
Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat... - Filipi 2:5-8
Ada dua hal prinsip menyangkut hidup Yesus yang menentukan kehidupan orang Kristen.
Pertama, kita mempercayai Dia untuk keselamatan kita. Seluruh hidup-Nya,
ketaatan-Nya, perendahan diri-Nya, sengsara-Nya, kematian dan kebangkitan-Nya
adalah sumber keselamatan kita - yang memberi kita pengampunan, pembaruan, pemulihan,
pengangkatan jadi anak-anak Allah, pengudusan dan pemuliaan kelak.
Kedua, kita menjadikan seluruh hidup-Nya itu sebagai sumber teladan kita.
Oleh pertolongan Roh-Nya kita belajar dari Dia hidup-Nya sendiri
agar mewujud lagi dalam kehidupan kita masing-masing kini dan di sini:
menyangkal diri, taat kepada panggilan Bapa,
merendahkan hati, mengutamakan orang lain,
menjalani prinsip salib-mahkota,
mengampuni dan tidak membalas,
memberkati dan tidak mengutuk,
dstnya... seluruh aspek kehidupan Yesus menjadi teladan
untuk reaksi/respons kita dalam keseharian terhadap orang sekitar kita.
Amin.

Rabu, 20 Februari 2013

Memantulkan Terang-Nya

Demikianlah hendaknya terangmu
bercahaya di depan orang, supaya
mereka melihat perbuatanmu yang baik dan
memuliakan Bapamu yang di sorga - Matius 5:16

Bukan kita asal terang itu;

kita hanya memantulkannya.
Terang itu adalah pancaran cahaya Allah
dalam kita dan melalui kita.
Sementara kita mengizinkan terang itu bersinar ke sekitar,
ingat bahwa pujian adalah milik Bapa di surga.

Terang Dunia

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. - Matius 5:14

Di mana saja kita ada kita membawa terang rohani. Terang itu adalah akibat kita memiliki hubungan dengan Yesus. Yesus sendirilah sumber terang. Maka Ia di dalam kita menyebabkan kita memancarkan terang ke sekitar kita. Terang itu lebih terpancar dengan kita tidak sengaja berjuang menjadi terang ketimbang kita berusaha menjadi terang. Terang bisa redup, bisa dihalangi, bisa dijauhi, tetapi Terang Yesus tidak bisa dipadamkan. Maka berkooperasi sajalah bersama-Nya

Senin, 18 Februari 2013

Menggarami Dunia

Kamu adalah garam dunia.
Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?
Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. - Matius 5:13-14

Seberapa asin kita?
Kita dapat menyedapkan dan mempertahankan
banyak hal di sekitar kita.
Kita dapat meningkatkan sedapnya hari ini
bagi kerabat, sahabat, rekan kerja, dan tetangga
melalui budi dan bahasa kita.
Jangan kehilangan asin hidup kita!

Jumat, 15 Februari 2013

Kaki-Tangan Allah

Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita
dan akan dihantarkan dengan damai;
gunung-gunung serta bukit-bukit
akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu,
dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan. - Yesaya 55:12;
Lalu Ia berkata kepada mereka:
"Ketika Aku mengutus kamu dengan
tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut,
adakah kamu kekurangan apa-apa?" - Lukas 22:35
Kami tahu bahwa Engkau tidak menghendaki satu pun dari ciptaan-Mu
yang mengalami kekurangan, o Allah Mahapemberi.
Jadikanlah kami uluran tangan-Mu dan langkah kaki-Mu,
agar melalui kami penyediaan-Mu bagi
pihak-pihak yang kekurangan boleh terpenuhi.
Amin

Aniaya

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. - Matius 5:10
Jika Anda merasa direndahkan atau dianiaya,
pastikan bahwa itu karena perilaku benar dan
bukan karena kesombongan, sikap menghakimi, atau kebiasaan buruk.
Tindakan transparan bersama Allah berdampak sebagai
teguran bagi mereka yang tidak berbagi relasi Anda dengan Yesus.

Selasa, 12 Februari 2013

Lapar-Haus Perilaku Benar

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,
karena mereka akan dipuaskan. - Matius 5:6

Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela:

Bilakah Engkau datang kepadaku?
Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku.
Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila;
perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku.
Hati yang bengkok akan menjauh dari padaku,
kejahatan aku tidak mau tahu. - Mazmur 101:2-4

Lapar dan haus akan perilaku benar adalah hal mendesak.

Kerinduan yang kuat agar serupa Yesus,
untuk dijadikan baru seturut pola hidup-Nya
adalah hal mutlak sebagai orang percaya -
apalagi dalam kondisi dunia kita kini yang semakin gelap .
Hanya Dia orang-Nya yang telah
mewujudkan gambaran ideal ajaran-Nya di Bukit ini.
Dan hanya Dia yang dapat membuat kita
makin mendekat ke teladan-Nya dari hari ke hari -
asal kita terus mengandalkan Dia.

Selasa, 05 Februari 2013

Menghidupi Sabat

Lalu kata Yesus kepada mereka:
"Hari Sabat diadakan untuk manusia dan
bukan manusia untuk hari Sabat,
jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat. - Markus 2:27-28
Menghidupkan arti "Sabat" sebagai hari
perhentian dan penyembahan tidak dapat dilakukan
dengan melembagakan seperangkat aturan
tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Jadikan saja Yesus Tuhan atas tiap hari sepanjang minggu
dengan membuat Ia sentral bagi pikiran dan kegiatan kita.
Begitulah prinsip menemukan kesukaan "sabat."

Senin, 04 Februari 2013

Makna Alkitab

Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci,
sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya
kamu mempunyai hidup yang kekal,
tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu
memberi kesaksian tentang Aku,
namun kamu tidak mau datang kepada-Ku
untuk memperoleh hidup itu. - Yohanes 5:39-40

Alkitab adalah harta karun yang tak ternilai.
Jangan pernah rendahkan atau abaikan Alkitab.
Tetapi jangan puas hanya karena memiliki Alkitab,
pernah membacanya bahkan mengerti isinya.
Dalam Alkitab kita berjumpa Ia yang memberi hidup.
Kenal dan bersekutu dengan Allah melalui
Yesus yang hadir dalam Alkitab - itulah harta sejati Alkitab.

Kamis, 31 Januari 2013

Rahasia Sukses Yesus

Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat
mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri,
jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya;
sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. - Yohanes 5:18

Inilah rahasia sukses Yesus dalam hidup dan pelayanan-Nya.
Hubungan yang akrab dengan Bapa-Nya.
Kebergantungan penuh pada kehendak dan penyertaan-Nya.
Tidak melakukan dan tidak dapat mengerjakan apa pun
sebelum belajar dari dan dengan pertolongan Bapa-Nya di surga.
 
Ini patut menjadi teladan dan prinsip hidup kita juga. Dahulukan relasi dengan-Nya dalam segala hal, bergantunglah penuh pada Yesus dan Ia akan menyatakan kehendak Bapa, menyertai dan memberdaya kita. Inilah sukses sejati!

Selasa, 29 Januari 2013

Total-Radikal-Ekstrim!

Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka:
"Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru
untuk menambalkannya pada baju yang tua.
Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan
pada yang tua itu tidak akan cocok
kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. - Lukas 6:36
Yang jiwa kita perlu bukan tambal sana tambal sini
atau inovasi atau tekad atau basa-basi adat istiadat.
Mari hadapi kenyataan kita dengan jujur.
Kita perlu dijadikan baru.
Justru itulah kekhususan Yesus.
Jangan cari perbaikan bertahap.
Carilah pembaruan total, radikal dan ekstrim dari Yesus!

Senin, 28 Januari 2013

Kapan perlu "Dokter"?

Yesus mendengarnya dan berkata:
"Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. - Matius 9:12

Yesus membagi manusia ke dalam dua golongan:
Yang menyadari dirinya sakit, lemah, tidak berdaya dan perlu lawatan-Nya - dan,
Yang tidak menyadari masalahnya bahkan karena berbagai cara menutupi keberadaan terdalamnya, golongan ini berhasil dianggap / menganggap orang terhormat, orang suci,... orang spiritual.

Hanya ketika kita bersedia menyadari sakit-penyakit kita baru kita merasa perlu dokter. Hanya ketika kita mengizinkan Roh Allah mendiagnosis hati, perasaan, pikiran, angan-angan, perbuatan kita dengan terang-Nya kita akan mengakui dan mencari pertolongan Yesus dari waktu ke waktu.

Mari biasakan menceritakan keadaan kita dengan jujur kepada Yesus, bukan saja di saat pengakuan dosa dalam ibadah hari Minggu, tetapi hari lepas hari - agar Ia "mengobati" kita dan "kewarasan-Nya" semakin nyata dalam kita.

Minggu, 27 Januari 2013

Wibawa-Nya

Setelah Yesus pergi dari situ,
Ia melihat seorang yang bernama Matius
duduk di rumah cukai,
lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku."
Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.  - Matius 9:9

Ada sesuatu tentang Yesus yang
langsung dirasakan oleh Matius.
Pertama, Yesus punya wibawa untuk
mengubah panggilan hidupnya.
Kedua, mengikut Yesus jauh lebih bernilai
ketimbang meneruskan tugas2nya hari itu
yang hanya mengejar kekayaan dengan cara tidak benar.
Semoga dalam ibadah hari ini kita berjumpa
Yesus seperti itu dan merasakan
daya tarik kuat diri Yesus sampai bersedia
mengganti haluan hidup bila Ia memintanya?

Sabtu, 26 Januari 2013

SATU Penyelamatan DUA Manifestasi

Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini:
Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan:
Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?
Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini
Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --
berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--: "Kepadamu Kukatakan,
bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" - Markus 2:9-11
Dalam banyak kasus dosa dan penyakit berkaitan erat.
Meski dalam kasus per kasus tidak semua penyakit adalah akibat dosa,
tetapi secara universal kejatuhan manusia dalam dosa
yang membuka pintu bagi masuknya sakit-penyakit.
Maka tindakan Yesus mengampuni dan menyembuhkan
meski dua tindakan berbeda,
tetapi intinya adalah satu manifestasi penyelamatan.
Sang Juruselamat dunia ini datang
membawa pendamaian, pembaruan, pemulihan, penyembuhan.

Jumat, 25 Januari 2013

Yang Terpenting

Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh
yang terbaring di tempat tidurnya.
Ketika Yesus melihat iman mereka,
berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu:
"Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni." - Matius 9:2
 
 
Kebutuhan yang paling kita rasakan
tidak selalu yang terpenting atau persoalan inti.
Mungkin hal yang paling mengganggu kita kini
tidak seperti yang Yesus lihat merupakan kebutuhan hakiki kita.
Kita perlu datang kepada-Nya dan memercayai Ia
mengurus masalah dan kebutuhan kita
menurut urutan prioritas sebagaimana yang Ia lihat.
Syukur dalam peristiwa ini
baik kebutuhan terpenting maupun kebutuhan yang dirasakan,
keduanya mendapat jalan keluar.

Kamis, 24 Januari 2013

Teruskan!

"Marilah kita pergi ke tempat lain,
ke kota-kota yang berdekatan, supaya
di sana juga Aku memberitakan Injil,
karena untuk itu Aku telah datang." - Markus 1:38

Inilah yang disebut visi-misi sejatinya.
Yesus sedang naik daun.
Ia bisa saja tetap di tempat di mana Ia dikagumi,
menikmati sanjungan orang dan
segala dampak baiknya untuk diri-Nya.
Tetapi penugasan Bapa dan kepentingan Kerajaan
membuat Ia ingin bergerak dan berbagi lebih luas
ke orang dan tempat lain.
Ia tahu "untuk apa" Ia datang.
 
Kita pun layak menghidupi prinsip yang sama.
Kita diberkati untuk memberkati
bukan untuk menyimpannya bagi diri sendiri.
Semua yang baik dan indah dan mulia yang kita terima dari Yesus
bukan saja untuk dinikmati tetapi juga untuk diberbagikan.

Jangan Ragu

Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota.
Di situ ada seorang yang penuh kusta.
Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon:
"Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya,
menjamah orang itu, dan berkata:
"Aku mau, jadilah engkau tahir."
Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. -
Lukas 5:12-13

Ketika kita datang kepada Yesus,
tidak perlu kita ragukan
entahkah Ia peduli akan kesusahan kita
atau sudikah Ia menolong kita.
Kesediaan-Nya tidak perlu diragukan,
meski keengganan kita justru sering menjadi penghalang.
 
Segala keadaan kita - entah itu jasmani, jiwani, rohani -
separah atau sejijik apa pun bagi kita dan sesama kita -
justru yang ditujukan-Nya ketika Ia mengundang orang datang kepada-Nya.

Selasa, 22 Januari 2013

Penjala Orang

Yesus berkata kepada mereka:
"Mari, ikutlah Aku
dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." - Markus 1:17

Para pengikut Yesus akan menarik orang lain kepada Yesus.
Masalah yang sering terjadi, kita berusaha menarik orang
padahal kita sendiri tidak mengikut Yesus
atau tidak berjalan akrab dengan-Nya.
Panggilan Tuhan untuk kita adalah ikut Dia dalam keseharian kita,
nanti dengan sendirinya Ia yang mengubah kita menjadi "penjala" manusia bagi-Nya.

Senin, 21 Januari 2013

Rintangan bagi Nabi

Dan kata-Nya lagi:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi
yang dihargai di tempat asalnya. - Lukas 4:24
 
Ingin berbagi anugerah dan rahmat Allah
kepada orang-orang di sekitar kita adalah hal yang wajar.
Namun tidak ada yang lebih sukar
ketimbang berbagi firman kebenaran kepada orang sekitar kita.
Karena adanya rintangan,
pertama dari ketidaksesuaian yang kita ucapkan dengan kehidupan kita, atau
kedua karena ada sikap negatif dari mereka sendiri yang merintangi mereka
dari menerima berkat-Nya melalui kita.
Maka selain mengucapkan dan mempraktikkan kebenaran,
kita juga perlu berdoa agar tidak ada hal yang dari hidup kita
atau sikap orang sekitar kita
menjadi perintang bagi penyampaian kebenaran dari kita
dan penerimaan kebenaran pada orang sekitar kita.

Sabtu, 19 Januari 2013

Lihatlah ke sekeliling

Bukankah kamu mengatakan:
Empat bulan lagi tibalah musim menuai?
Tetapi Aku berkata kepadamu:
Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang
yang sudah menguning dan matang untuk dituai. - Yohanes 4:35

Kita kerap berpikir urusan dan kebutuhan hidup kita sendiri
sudah lebih dari cukup untuk menyita waktu, perhatian, doa ... kita.
Lalu kepedulian kita akan kebutuhan orang sekitar kita,
terutama kebutuhan orang akan kasih Allah hampir-hampir tidak ada.
 
Yesus meminta kita para murid-Nya untuk melihat ke sekeliling -
bukan melihat ke diri sendiri -
nanti Roh-Nya akan menolong kita melihat
berbagai kebutuhan orang akan Kristus.
Seseorang yang jalan hidupnya melintas jalan hidup kita
mungkin sekali perlu mendengar apa yang telah kita alami dari Yesus.
Maka bersiaplah - berbagi diri Yesus -
berbagi kesukaan yang sangat mungkin akan terjadi
ketika "tuaian" rohani terjadi melalui kepedulian kita.

Jumat, 18 Januari 2013

Allah bersuka akan kita

TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan
yang memberi kemenangan.
Ia bergirang karena engkau dengan sukacita,
Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya,
Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
seperti pada hari pertemuan raya - Zefanya 3:17-18
Ayat yang indah sekali, sarat dengan mutiara mahal yang memancarkan hati Bapa kepada kita:
#1...Yahweh, Allahmu ada di antaramu, sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Pertama, janji bahwa Ia sungguh di antara kita! Lalu Ia Yang Mahakuasa berjanji menyelamatkan kita. Ia menyebut diri sebagai pahlawan yang menang. Betapa dahsyat kasihNya kepada kita, Ia akan berperang sampai kita menang!
#2... Ia akan bersukacita karena kita dengan kesukaan. Tahukah kita bahwa Bapa sungguh bersuka akan kita? Kita diciptakan untuk kesukaanNya dan hidup kita membawa kesukaan ke hatiNya. Alk NIV mengatakan: "He 'takes great delight in you.'"
#3... Ia akan membaharui kita dengan kasihNya. Bayangkan seorang ibu menenangkan anaknya. Seberapa pun luka yang ditanggung, mimpi buruk, kasih ibu memiliki kekuatan untuk membawa ketenangan ke hati yang gelisah. Kasih Bapa lebih lagi.
#4... Ia akan bersorak dengan nyanyian seperti pada waktu pesta meriah. Ini perlu kita endapkan dalam hati sanubari kita. Betapa mengejutkan gambaran yang dipaparkan kepada kita tentang kesukaan Allah ini! Apakah demikian juga hati kita terhadap Allah waktu kita beribadah, dan dalam momen ke momen keseharian kita?
Semoga gambaran kita tentang Allah Papa kita berubah... tidak lagi sebagai figur yang menjaga jarak dan selalu mencari-cari kesalahan tetapi... penuh kasih dan lembut!

Kamis, 17 Januari 2013

Undangan

Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan,
hai ujung-ujung bumi!
Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain. - Yesaya 45:22;
Lalu kata tuan itu kepada hambanya:
Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan
paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk,
karena rumahku harus penuh. - Lukas 14:23
Allah Mahakuasa,
tidak ada yang seperti Engkau.
Kiranya kami tetap fokus pada firman-Mu
dan menyaksikan anugerah-Mu
yang menyelamatkan kepada orang lain
agar mereka juga boleh mengenal-Mu
sebagai Juruselamat dan Tuhan. Amin

'Makanan' Pelayanan

Makanan-Ku ialah
melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku
dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. - Yohanes 4:34
Istilah "beban" pelayanan tidak serasi ucapan Yesus ini.
Ia menyebutnya "makanan" pelayanan.
Pelayanan bukan memberatkan, tidak menyusahkan.
Seperti makanan, pelayanan memberi tenaga,
menyukakan, nikmat untuk dilakukan.
 
Mengapa?
Karena dengan melayani kita berada dalam pusat
perhatian dan operasi Tuhan Allah.
Ia yang memanggil, mengutus kita dalam berbagai bentuk pelayanan
juga menyertai, mengaruniai, memberdayakan.

Rabu, 16 Januari 2013

Ibadah

Allah itu Roh
dan barangsiapa menyembah Dia,
harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." - Yohanes 4:24
Roh Allah menarik kita kepada kebenaran.
Semakin banyak kebenaran kita hidupi,
semakin kita ditarik oleh Roh.
Ibadah sejati tidak mekanis atau hafalan,
bukan juga kebiasaan atau tradisi.
Ibadah adalah respons dari dalam diri kita yang jati
ke panggilan Allah terdalam kepada hidup kita.

Minggu, 06 Januari 2013

Perkataan Kita

Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa!
Sebab aku ini seorang yang najis bibir,
dan aku tinggal di tengah-tengah
bangsa yang najis bibir, namun mataku
telah melihat Sang Raja,
yakni TUHAN semesta alam." - Yesaya 6:5;
Hendaklah kata-katamu senantiasa
penuh kasih, jangan hambar,
sehingga kamu tahu, bagaimana
kamu harus memberi jawab kepada setiap orang - Kolose 4:6
Bapa yang kudus, terima kasih untuk
satu hari lagi dalam kebun anggur-Mu.
Urapi bibir kami dengan kata-kata
yang menyukakan pendengaran-Mu dan
yang mengangkat hati orang yang kami jumpai
dalam berbagai kesempatan kami hari ini. Amin.

EPIFANIA

Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea.
Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" - Yohanes 1:43
Kerap kita menganggap mengenal Allah dan kerohanian
adalah perkara yang kompleks dan amat tinggi / sukar.
Ada begitu banyak aturan untuk ditaati
dan tata cara agamawi untuk dijalani.
Lalu kita juga menjadi bosan dengan semua itu.
 
KABAR BAIK!
Simpel saja kenal Allah itu, sebab Ia telah datang
menyatakan diriNya, menganugerahi kita pengenalan, keselamatan, bimbingan, berkat dst.
Hanya ini yang perlu ; IKUT SAJA YESUS!.

Di kalangan gereja Barat (Katolik, Protestan dll) Epifani(a) Epifani(a) yang berarti penyingkapan - merayakan anugerah Allah menyingkapkan diri-Nya, rahmat, kemuliaan dan rencana penyelamatan-Nya pada manusia. Di kalangan gereja Timur (Ortodoks Yunani, Koptik, Ortodoks Rusia dll) 6 Januari adalah Natal, juga seing dikaitkan dengan kebaikan Allah memimpin para majus dgn bintang Betlehem. Maka mari kita ingat, syukuri dan hidupi bahwa dari kemuliaanNya Allah telah mengutus sang Terang sejati, PutraNya sendiri menerangi kegelapan hati dan dunia kita.

Meneruskan Terang dari-Nya

Tetapi apabila aku berpikir:
"Aku tidak mau mengingat Dia
dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya",
maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti
api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku;
aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup. - Yeremia 20:9;
Karena jika aku memberitakan Injil,
aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri.
Sebab itu adalah keharusan bagiku.
Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. - 1 Korintus 9:16
Tuan Maha beranugerah,
di hari ibadah ini -
terima kasih untuk satu lagi pengingat
bahwa Engkaulah Terang dunia.
Kiranya terang-Mu itu bercahaya melalui kami
agar orang lain melihat karya baik-Mu,
lalu menginginkan dan memuliakan-Mu. Amin.

Sabtu, 05 Januari 2013

Ikut Yesus

Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?" Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." - Yohanes 1:38-39

Tidak ada perkara dan pribadi lebih penting lebih bernilai daripada Yesus. Ingin kenal Dia adalah sikap paling menentukan dal...am hidup. Ikut Dia adalah keputusan hari lepas hari yang berdampak kekal dan berpengaruh nyata dalam keseharian. Pada awalnya dan banyak momen dalam mengikut-Nya ini kita tidak tahu apa yang akan kita temukan dan kapan terjadinya. Cukup pandang saja Yesus, dan dari waktu ke waktu tanggap pada ajakan-Nya.
 
Kita mengaku Kristen? Pengikut Kristus?
Apa yang sesungguhnya kita cari?
Di mana Ia kita tempatkan dalam hidup?
Suara apa / siapa yang kita dengar dan ikuti?

Kamis, 03 Januari 2013

MENYEMBAH SIAPA / APA...?

Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" - Lukas 4:8

Kita semua adalah makhluk penyembah. "Menyembah" tidak hanya berarti menaikkan pujian, berdoa, ke gereja, dsb. Menganggap penting, mengutamakan, menggantungkan hidup - ini semua pun adalah sikap menyembah. Menyadari ini, betapa ngeri bahwa kita kini ada dalam budaya yang sarat dengan berbagai rupa penyembahan: kepada ketenaran, kuasa, harta, hiburan, kenyamanan, sosialitas, kecantikan, dst.

Yang bukan sumber hidup dan hanya alat untuk menopang hidup, jangan diberi kedudukan sebagai sumber hidup!
Doa:
Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!
Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku.
Bertambah besar kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain; aku tidak akan ikut mempersembahkan korban curahan mereka yang dari darah, juga tidak akan menyebut-nyebut nama mereka di bibirku.
 
Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku,
Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang permai; ya, milik pusakaku menyenangkan hatiku. (Mazmur 16:1-6)