Rabu, 04 Desember 2013

Menjadi Tubuh-Nya

Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu... - Keluaran 6:7

Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu. -  Efesus 1:22-23

Kita umat Tuhan dari segala zaman dan tempat bukan saja beroleh pengampunan dan hak untuk hidup dalam langit dan bumi baru kelak, tetapi kita dijadikan milik berharga kesayangan Allah. Bahkan gambaran yang Perjanjian Baru pakai luar biasa dahsyat, yaitu kita adalah Tubuh Kristus. Kita dijadikan bagian dari Diri Putra Allah sendiri. Mohonlah Roh Allah menyingkapkan kepada kita barang sedikit saja makna kebenaran ini. Dan, bertindaklah sesuai - dalam keseharian kita, sebagai milik Allah, sebagai anggota tubuh Kristus, dan dalam kebersamaan dengan semua orang percaya lainnya. Berhentilah menyangkali kebenaran Tubuh Kristus ini dengan tidak peduli tentang hal bergereja, terlibat dalam pelayanan, perhatian tentang keadaan pertumbuhan misi gereja secara luas bukan lokal semata.

Engkaulah pemilik kami,
kepada-Mulah kami terhisab, berbagian.
Tolong kami memercayai firman-firman-Mu
yang dijelmakan menjadi daging, Yesus Krirtus sendiri.
Sanggupkan kami melihat dan ambil bagian
dalam kepenuhan Tubuh Kristus IN ACTION
Demi Dia - Amin.
Amin.

Selasa, 03 Desember 2013

Jangan Ikut-ikutan!

Jangan ikut-ikutan dengan kebanyakan orang kalau mereka berbuat salah atau menyelewengkan hukum dengan memberi kesaksian yang tidak benar. - Keluaran  23:2 (BIS)
Hendaklah hati dan pikiranmu dibaharui seluruhnya. Efesus 4:23 (BIS)

Dalam banyak hal di dunia ini - dalam politik, gaya hidup dan mode, selera perorangan, keputusan penting, etika, bahkan sampai penghayatan ibadah - terasa benar besarnya kuasa "massa." Kalau arus orang banyak mencari mengikuti sesuatu, bukan saja magnet dari luar menarik tetapi juga ada semacam "drive" dalam diri kita yang mendorong untuk kita ikut-ikutan.

Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh ikut-ikutan! Kita bukan di jalan lebar di mana orang banyak berjejalan berjalan di dalamnya. tetapi, kita adalah kawanan kecil di jalan sempit menuju hidup. Ada Firman yang memberi kita prinsip hidup berbeda. Ada Roh yang mengerjakan di dalam kita pembaruan terus menerus untuk bisa menolak yang tidak sesuai Firman, dan menyukai serta mengusahakan yang Firman katakan baik dan benar oleh pemberdayaan Roh-Nya.

Allah sumber hikmat,
buka akal budi kami kepada jalan hidup yang baru dari-Mu.
Buat roh kami lentur kepada ajaran-Mu.
Kiranya hati kami merindukan kebenaran, keadilan, kedamaian dari-Mu. 
Amin.
Hai, keturunan Yakub [anak-anak Tuhan], mari kita berjalan dalam terang TUHAN!

Senin, 02 Desember 2013

Karuniai kami - Diri-Mu -- agar kami sanggup memberi

FIRMAN PEMBIMBING SEMINGGU KE DEPAN (Minggu Adven I: Hai kaum keturunan Yakub (Israel sejati - orang percaya), mari kita berjalan di dalam terang TUHAN! - Yesaya 2:5

Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa, tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. - Ulangan 16:17

Janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah. - Ibrani 13:16

"Lord give me You, Lord give me You..."
demikian kata-kata pujian yang kerap dinyanyikan dalam satu ibadah yang sering saya ikuti. Sungguh beda dari kebanyakan permintaan doa kita. Kita meminta sukses, kesehatan, kekuatan, rejeki, dan berbagai berkat lain. Tidak salah! Tetapi, yang utama di dalam dan atas semua itu adalah Diri Allah sendiri! Mengenal Dia dengan benar dan akrab, bergaul dengan-Nya, mengizinkan Ia memasuki bagian-bagian hidup kita terdalam dan merespons undangan-Nya untuk kita masuk ke dalam-Nya semakin hari semakin dalam. Sampai, kita makin menyadari betapa tak terjangkau pikiran2Nya, tidak terselami kasih-Nya - yang tinggi, dalam, panjang, lebar - seperti yang nyata dalam Yesus Kristus.

Sesungguhnya Ia sudah memberi diri-Nya dalam kedatangan Putra-Nya menjadi manusia, berkorban demi mendamaikan kita dengan Allah Bapa-Nya yang kudus. Maka mari sepanjang Minggu-minggu Adven ini kita jadikan doa dan konsentrasi kita pada: "Tuhan, berikan aku diri-Mu. Karuniai aku o  Tuhan, diri-Mu... agar aku makin mengenal-Mu, makin mengasihi-Mu, makin terlibat dalam kehendak-mu untuk pekerjaan-Mu di dunia ini."

Allah Maha pemberi
semua yang ada dalam hidup kami asalnya dari-Mu saja,
perlihatkanlah terus betapa banyak sepatutnya
kami harus memberi bagi sesama tubuh-Mu, sesama manusia dan dunia ini.
Karena melalui kami berbagi kasih-Mu itu beroperasi dan menjadi nyata.
Amin.

Sabtu, 30 November 2013

Percaya Segenap Hati

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.  Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.. - Amsal 3:5-6

Janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!  Roma 12:16

Bapa Maha mengetahui,
Tolong kami menyadari kemuliaan kebenaran-Mu
dan membuatnya menjadi bagian dari perjalanan hidup kami.
Karuniai masing-masing kami hikmat dan pengharapan
sementara kami melalui hari-hari hidup kami,
sambil berbagi kesaksian kata dan tindakan
sepanjang hidup kami dengan siapa pun yang Kau pertemukan.  Amin.

Kamis, 28 November 2013

Menyongsong sang Raja

TUHAN memerintah kekal selama-lamanya - Keluaran Exodus 15:18
 

Yesus berkata: "Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku" -Lukas 10:22

Raja kekal,
damai dan kasih-Mu yang kemilau
menyebar ke seantor langit dan bumi.
Tolong kami merindukan dan berjaga-jaga menyongsong Hari
Kau datang kembali untuk memerintah atas semua.
Bantu kami untuk mengarahkan hati dan tindakan kami kepada-Mu.
Amin.

Rabu, 27 November 2013

Mengikuti Teladan Yesus

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan - Amsal 11:24
 
Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." - Lukas 12:15

Yesus,
Engkau memilih hidup sederhana dan tidak mementingkan diri.
Karuniakan kami kekuatan untuk menyimpan dan mengikuti teladan-Mu
selalu dalam hati dan tindakan kami,
supaya kami boleh menolak keserakahan dunia ini
dan lebih berhasrat mengikuti bagaimana Engkau pernah hidup dan
ingin menyatakannya ulang dalam kehidupan kami. Amin.

Senin, 25 November 2013

Bersahabat dengan Allah

"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!" - Mazmur 46:11
 
 TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya. - Keluaran 33:11

Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku - Yohanes 15:14-15

Bapa kami, Yesus Tuhan, Roh Kudus
Ketiga yang Esa, Sahabat kami sejari,
Terima kasih Engkau tidak hanya mengampuni dan menyelamatkan kami,
Engkau juga menguduskan, melibatkan kami dalam misi-Mu
bahkan memasukkan kami ke dalam lingkar persekutuan kekal-Mu sebagai sahabat.
Tolong kami memupuk persahabatan yang intim dengan-Mu, dalam ketaatan dan kasih.
Syukur untuk sikap dan tindakan Kristus yang adalah teladan terbaik tentang bagaimana melangsungkan persahabatan.
Didik kami untuk murah hati, setia, tidak pendek tangan,
tidak mengecewakan atau meringankan kepercayaan,
dan selalu bersedia berbagi segala sesuatu tanpa bersungut-sungut atau berhitungan.Ajar kami untuk saling percaya seperti kami memercayai dan mempercayakan diri kami kepada-Mu.
Amin.

Minggu, 24 November 2013

Doa Yang Dikabulkan

Berfirmanlah TUHAN: "Aku mengampuninya sesuai dengan permintaanmu." - Bilangan 14:20
Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. - 1 Yohanes 5:14
Bapa Maha pengampun,
anugerah dan damai dari pengampunan-Mu
menilik kami sepanjang masa-masa penuh masalah kini.
Kiranya kami memiliki kesabaran dan ketekunan untuk mendengar
Engkau bicara kepada dan melalui kami
sama seperti kami tahu Engkau mendengar doa-doa kami.
Topanglah kami untuk tekun dalam doa syafaat
bagi mereka yang memerlukan pengampunan, penghiburan,
pembaruan, terobosan, dan berkat-Mu lainnya.
Amin

Jumat, 22 November 2013

Keperkasaan Tuhan

Ketahuilah, Aku mau memberitahukan kepada mereka, sekali ini Aku akan memberitahukan kepada mereka kekuasaan-Ku dan keperkasaan-Ku, supaya mereka tahu, bahwa nama-Ku TUHAN -  Yeremia 16:21
Dengan perantaraan-Nya  kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya - Roma 1:5
Guru surgawi.
bombing kami sambil kami terus mencari kebenaran-Mu.
Buka akal budi kami kepada kemuliaan, keagungan, kuasa dan damai
dari kasih kekal-Mu dan beri kami kekuatan untuk
menyaksikan kabar baik-Mu kepada dunia.
Amin

Kamis, 21 November 2013

Air Mata & Destini Kekal

Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku menumpang pada-Mu, aku pendatang... Mazmur  39:13
Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu - Wahyu 21:4
Terima kasih Tuhan,
karena Engkau selalu ada untuk kami,
khususnya dalam masa kesusahan dan kepedihan.
Kiranya air mata tidak menghalangi pandangan kami
pada kehadiran-Mu kini dan destini kekal kami kelak.
Tolong kami memiliki iman lebih teguh dalam firman-Mu
dan ajar kami untuk bersandar pada firman-firman-Mu dalam masa kesukaran,
Amin.

Rabu, 20 November 2013

Fondasi Sejati

TUHAN seperti benteng yang kuat tempat aku berlindung. Allahku seperti gunung batu, tempat aku bernaung. Seperti perisai Ia menutupi aku, dan menjaga aku agar aman selalu 2 Samuel 22:3 (BIS)
[Kristus berkata]: "Dengan siapakah dapat kita samakan orang yang datang kepada-Ku, dan mendengar perkataan-Ku, serta melakukannya? --Baiklah Aku menunjukkannya kepadamu--. Ia seperti orang yang ketika membangun rumah menggali dalam-dalam, lalu membuat pondasinya pada batu. Pada waktu ada banjir dan air sungai melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, sebab sudah dibangun di atas pondasi yang baik  Lukas 6:47-48
Allah sumber hidup,
terima kasih Engkau mengaruniakan fondasi
yang di atasnya kami boleh membangun iman dan kehidupan kami.
Ingatkan kami untuk selalu mengacu kepada firman-Mu
ketika fondasi kami goyah dan dunia kami terkesan runtuh.
Terima kasih Engkaulah batu karang kehidupan kami
yang menyanggah kami sepanjang hidup.
Amin.

Sabtu, 16 November 2013

Rekan Pemelihara

[Allah] yang seorang diri membentangkan langit, dan melangkah di atas gelombang-gelombang laut; yang menjadikan bintang Biduk, bintang Belantik, bintang Kartika, dan gugusan-gugusan bintang Ruang Selatan; yang melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak terduga, dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyaknya - Ayub 9:8-10.

Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya - Kisah Rasul 14:15

Pencipta yang Mulia,
Engkau telah menciptakan jagad raja dan planet bumi yang indah dan menakjubkan ini
agar kami menikmati kebaikan penyediaan-Mu, menjaga dan mengembangkannya,
sambil berbagi dan bertumbuh bersama.
Kerap kami mengambil dari dunia melampaui yang kami perlu
dan melebihi yang dapat kami kembalikan.
Oleh anugerah-Mu ya Maha pencipta
tolong kami menghormati pemberian-Mu yang ajaib ini
dan memperlakukan dengan penuh kasih dan tanggungjawab
sepadan dengan kasih dan perhatian yang Kau berikan pada kami.
Amin.

Kamis, 14 November 2013

Yesus Sang Pemimpin

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya. Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali - Mazmur 103:2-5
Kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya - Roma 6:4-5
Kristus, Buah Sulung Ciptaan Baru; Kami bersyukur untuk hikmat boleh menghidupi dalam kehidupan kami pribadi, keluarga, gereja, dan dalam masyarakat bahwa Engkaulah Pemimpin hidup satu-satunya. Tangan bimbingan-Mu dan Roh-Mu yang lembut mengarahkan kami dalam banyak jalan yang tak seorang pemimpin pun dalam dunia ini dapat lakukan. Engkau, Domba Allah untuk kami, telah menaklukkan; kami akan mengikuti-Mu senantiasa. Amin.

Aku tahu bahwa di surga ada Pembelaku; akhirnya Ia akan datang menolong aku.

Selasa, 12 November 2013

Kirbat ALLAH

Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? - Mazmur 56:8
Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. - Lukas 6:21
Pencipta Surgawi,
Banyak sesama kami yang dipenuhi dengan duka dan susah.
Karuniakan kami hati-Mu yang tergerak oleh belas kasihan,
agar kami boleh mendoakan, mengulurkan tangan,
berbagi anugerah-Mu yang melimpah dan Roh-Mu yang mengangkat,
menolong mengeringkan air mata mereka
yang menangis dan membawakan hiburan serta tawa
yang dari-Mu bagi mereka yang hidupnya tertindih.
Amin.

Senin, 04 November 2013

KESATUAN

Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. - Lukas 19:10
Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!... Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.- Mazmur 133:1-3
Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru - Ibrani 12:22-24a

Tuhan Allah kami, kami berterima kasih Kau telah membebaskan kami dan kami boleh menikmati kesatuan dengan umat-Mu para orang kudus, yang telah dimuliakan di surga dan yang masih berjuang di bumi yang semuanya bersekutu di sekitar Yesus Kristus, suatu umat yang terus bertumbuh dalam jumlah dan kekuatan dari tahun ke tahun.
Kami berterimakasih bahwa kami juga termasuk ke antara mereka, dan kami mohon untuk sanggup menjaga kesadaran tentang kesatuan ini supaya kami boleh bersukacita sebagai umat yang telah ditebus  penuh keyakinan dan kesukaan. Dorong dan kuatkan kami untuk rindu mewujudkan kesatuan kami dengan jalan berbagi hidup dan karunia yang telah Engkau berikan kepada kami, supaya melaluinya fakta kami adalah umat-Mu memanifestasi nyata.
Kiranya kami memelihara karunia-Mu dan kuasa-Mu dalam kami. sehingga rancangan penyelamatan-Mu melanjut atas seluruh dunia sampai sukacita meluap melalui keseluruhan keberadaan kami dan kami memuji-Mu karena hidup yang Kau berikan bagi kami di bumi ini kini. Amin.

Jumat, 01 November 2013

KARYA KERAJAAN

TUHAN sudah menegakkan takhta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu - Mazmur 103:19
 
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. - Roma 14:17; Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa. - 1 Korintus 4:20
 
1 NOVEMBER 1512 -  Seniman Renaisans Itali, Michelangelo menyingkap adikaryanya seluas 540 m2 di langit-langit Kapel Sistine di Vatikan. Di tahun 1508 Paus Yulius II menugasi dia untuk membuat karya tersebut yang melukiskan kisah-kisah Alkitab.

1 NOVEMBER 1963 - Sarjana linguistic Inggris, J.R.R. Tolkien menyimpulkan kepercayaan Kristen dalam sebuah suratnya, "Pada akhirnya, iman adalah sebuah tindakan kehendak, yang diilhami oleh kasih."

TUHAN Allah Maharaja Pencipta, dalam kuasa, hikmat, kasih dan kemuliaan-Mu Engkau memerintah menjadikan semua unsur Kerajaan-Mu bagaikan Mahakarya seni tak tertandingi. Tolong kami untuk berbagian dalam proses pewujudan Kerajaan-Mu di bumi seperti di surge. Beroperasilah dalam kehendak, pikiran, perasaan dan imajinasi kami, serta melalui tenaga, tangan-kaki dan semua tindak nyata kami agar Mahakarya-Mu itu tercermin melalui kami ke dunia sekitar kami.
Dalam nama sang Re-Kreator - Yesus Kristus, Amin.

Sabtu, 20 Juli 2013

TIDAK Bergantung Mood

Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah. Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tangan-Nya, puncak gunung-gunungpun kepunyaan-Nya. Kepunyaan-Nya laut, Dialah yang menjadikannya, dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu... - Mazmur 95:1-8
 
 
Wajarnya manusia, mood atau keadaan membuat kita gembira, bersyukur, memuji Tuhan atau tidak. Tetapi penyembahan kepada Allah tidak boleh digantungkan pada mood atau keadaan luar kita, tetapi pada kenyataan diri, sifat., dan karya Allah semata. Worship adalah karena "worth"-ship-Nya. Coba saja kita bayangkan Allah seperti yang dipaparkan dalam Mazmur di atas sesudah bagian panggilan untuk menyembah Dia. Atau, coba bayangkan paparan Yesaya berikut ini: "Siapa yang menakar air laut dengan lekuk tangannya dan mengukur langit dengan jengkal, menyukat debu tanah dengan takaran, menimbang gunung-gunung dengan dacing, atau bukit-bukit dengan neraca?" (Yesaya 40:12).
 
Kita menyembah Dia (bersyukur, bersuka akan Dia, menyembah Dia) sebab Allah yang dahsyat itu aalah pemilik, pemelihara, pembebas kita. Jadi, penyembahan bukan ungkapan dari mood tetapi dari keakraban relasi kita dengan Allah. Semakin kita dekat Dia, semakin kita kagum kepada-Nya; semakin kita kagum kepada-Nya semakin kita jatuh cinta kepada-Nya; semakin kita mencintai Dia sungguh-sungguh semakin kita ingin memberi yang paling layak dari diri kita serasi dengan kelayakan-Nya. Seberapa pun kecil, rendah dan down kita, tetap saja Ia patut kita tinggikan dan percayai penuh.
 
Maka mari kita tidak mengeraskan hati - artinya , menjalani jalan kita sendiri, meragukan-mencobai-tidak memercayai Dia. Mari kita tatap Dia, jatuh cinta pada-Nya, dengar sabda-Nya dan beranikan diri beri hati kita, cinta kita, sembah-syukur-sujud kita untuk-Nya saja, bukan untuk berhala-berhala dunia ini, bukan juga untuk allah-allah yang kita buat sendiri dalam angan-angan atau keinginan kita.

Selasa, 09 Juli 2013

Aman Sempurna

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. - Mazmur 91:1-6
 
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. - Filipi 4:7

Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat. - 2 Tesalonika 3:3

Ya Yesus Penyelamat kami, Engkau mengajar kami berdoa agar Kerajaan dan Kehendak Bapa terwujud di antara kami... dan agar kami dilepaskan dari semua kekuatan dan manifestasi kejahatan. Terima kasih bahwa oleh hidup dan karya-Mu persekutuan yang intim dan aman dengan Allah telah dimungkinkan. Naungan, lindungan, pemeliharaan, hadirat, damai, kesukaan - ya semua kedahsyatan kemuliaan Allah sepenuhnya boleh kami alami sebagai anak-anak Allah hari demi hari kini.

Kiranya kami tidak saja terhibur tetapi secara aktif mengambil hak keanakan kami ini menjadi pengalaman nyata kami dalam keseharian - justru di tengah dunia yang makin gelap dan jahat ini.

Kiranya Roh-Mu mengingatkan dan mendorong kami untuk mempraktikkan posisi kami di bawah naungan-Mu sehingga kami tidak saja mengalami untuk diri kami tetapi juga membawa pengaruh pemerintahan-Mu itu ke lingkungan sekitar kami. Dalam nama-Mu yang berkuasa kami berdoa. Amin.

Rabu, 03 Juli 2013

Gereja yang Hidup

Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya: TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. Sela ...tentang Sion dikatakan: "Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya," dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya. TUHAN menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: "Ini dilahirkan di sana." Sela Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: "Segala mata airku ada di dalammu." - Mazmur 87
 
Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." - Matius 16:18-19
 
Tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus - 1 Korintus 3:11
 
Ya Allah Maha Pencipta, ajaib sungguh kasih dan karya-Mu. Di tengah dunia yang gersang dan gelap ini telah Kau pilih, dasari dan ciptakan Tempat Kemuliaan-Mu bersemayam, yaitu Gereja yang telah dicipta oleh pengorbanan Yesus Kristus Tuhan kami.
 
Tolong kami untuk selalu ingat hakikat kami sebagai Gereja yang di dalamnya kemuliaan-Mu memancarkan harapan, kasih, kekudusan, pembaruan ke tengah-tengah dunia ini. Berkaryalah terus tanpa henti ya Roh Allah agar di dalam Gereja terjadi terus kelahiran-kelahiran baru karena Injil-Mu diberitakan. Dan tolonglah ya Allah agar kami sungguh bersikap dan berperilaku sebagai keluarga-Mu dan bukan sekadar sebagai kumpulan individu yang tak tarik-menarik satu sama lain. Dan kiranya hidup kami masing-masing dan bersama sungguh merupakan aliran air-Mu yang menghidupkan, menyegarkan, menumbuhkan. Kiranya dalam kami terjadi puji sembah, sorak sorai, tari-tarian menyanjung kemuliaan-Mu.
 
Ya Yesus Kristus, inilah doa kami untuk gereja kami sendiri dan semua Gereja di Indonesia khususnya dan dunia umumnya. Amin

Selasa, 02 Juli 2013

Kedudukan Rahmat dan Hadirat

Buatlah dua kerub dari emas tempaan, satu pada setiap ujung tutup peti itu. Kedua kerub itu harus dijadikan satu bagian dengan tutupnya, dan dibuat saling berhadapan dengan sayap yang terbentang di atas peti itu - Keluaran 25:18-20 (BIS)
 
Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, - Ibrani 5:8-9
 
Tabut perjanjian dalam Perjanjian Lama adalah tempat di mana hadirat dan rahmat Allah dapat dialami nyata oleh umat-Nya. Perhatikan bagaimana Allah menginstruksikan Musa tentang pembuatan tutup tabut itu. Bongkahan emas padat harus dipahat menjadi bentuk dua kerub yang saling berhadapan dengan bentangan sayapnya saling bertemu melambangkan hadirat-Nya yang menaungi penuh rahmat.
 
Proses pembentukan tutup tabut ini melukiskan kenyataan yang harus dialami oleh Juruselamat kita, Yesus Kristus. Agar bisa menjadi pokok keselamatan bagi kita, Ia harus lebih dulu menjalani proses berat: menjadi manusia, dicobai, ditolak, menderita secara jasmani dan rohani.
 
Demikian kita pun. Jika kehidupan kita hendak menjadi basis di mana rahmat dan hadirat-Nya hinggap, serta keselamatan yang tersedia dalam Yesus boleh terpancar luas, kita juga harus melalui proses peleburan, pemahatan, pembuangan bagian-bagian yang tidak benar dan tidak perlu, sampai rahmat dan hadirat-Nya boleh nyata menaungi hidup kita teralami oleh orang lain.
 
Semoga pancaran rahmat dan hadirat-Nya saja yang hadir dalam kita dan bukan segala kemuliaan semu lainnya.

Minggu, 30 Juni 2013

Pakaian Baru

Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai. - Mazmur 30:6
 
Sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. - Kolose 2:12-13
 
Ketika anak bungsu yang hilang itu kembali - di luar yang ia harapkan - ayahnya merangkul dia dengan penuh kemurahan dan memerintahkan para pembantunya agar anak itu boleh membasuh badannya sampai bersih dan pakaian compang-camping yang ia kenakan diganti dengan jubah dan cincin keanakan.
 
Paulus mengambil simbolisme pakaian tentang sifat dan sikap baru yang seharusnya kita periihatkan kepada sesama kita sebagai ungkapan dari pemulihan dan pembaruan yang telah kita nikmati karena kasih Bapa dan anugerah Yesus Kristus. Sikap itu lahir dari sifat baru yang terus menerus Roh Kristus wujudkan dalam kita, yaitu yang dalam Galatia 5 disebut sebagai buah Roh.
 
Marilah jadikan doa dan tindak nyata kita bahwa dalam sikap serta perlakuan keseharian kita kita tidak mempraktikkan prinsip dunia ini sebab itu bukan datang dari kasih, anugerah dan rahmat Allah. Mari pancarkan sikap belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Energi Roh sendiri akan mengerjakan semua itu dalam hidup kita.

Kamis, 27 Juni 2013

Perak atau Emas?

Bahkan burung pipit mendapat rumah dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat mereka menaruh anaknya di dekat mezbah-Mu, ya TUHAN Yang Mahakuasa, Rajaku dan Allahku. Sungguh bahagia orang yang tinggal di Rumah-Mu, dan menyanyikan pujian bagi-Mu selalu. - Mazmur 84:4-5
 
Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." - Matius 8:20
 
Ketika emas dibakar,yang pertama akan tersingkir ke luar adalah berbagai kotoran. Yang terakhir ke luar dalam proses pemurnian itu adalah perak, logam yang setingkat di bawah emas dalam derajat kemuliaan. Demikian juga dalam pembentukan mutu kemuridan kita yang paling sukar untuk dilepaskan adalah hal-hal baik yang tanpa sadar merintangi munculnya yang terbaik dari Tuhan untuk hidup kita.
 
Dalam hidup ini ada begitu banyak hal-hal buruk yang dikemas dengan sangat baik oleh "dunia" ini - semisal berbagai hal yang tidak layak dalam kemasan tayangan yang canggih menarik. Menolak hal-hal seperti itu sudah termasuk sukar masa kini, tetapi bila kita ingat bahwa kandungan apa pun yang bersifat dosa menceraikan kita dari Allah, maka sebenarnya tidak sukar menilai hal sedemikian sebagai hal yang harus tegas dibuang dari hidup kita.
 
Namun, ada hal-hal lain dalam hidup ini yang tidak tergolong dosa yang sebenarnya tidak hakiki bagi mutu keakraban dan pengenalan kita akan Allah Hal sedemikian jauh lebih sulit untuk kita pisahkan dari "emas murni" kualitas hubungan kita dengan Allah. Dalam firman Allah di atas kita diingatkan untuk merindukan hadirat Allah melebihi semua "perak" yang kita sukai dan nikmati dalam hidup ini. Realitas kepengikutan kita akan Yesus harus senyata-nyatanya kita alami, sebab Ia telah mengupayakan dan membukakan itu bagi kita dengan pengorbanan yang tak terperikan: meninggalkan kemuliaan suran masuk ke kondisi tan layak dari manusia sezaman-Nya.
 
Mari dalam mutu hubungan kita dengan Allah, dalam ibadah, dalam ketaatan, dalam karya kasih untuk sesama demi Dia, dst. - dalam kuat-kuasa Roh kita usahakan mencapai standar emas dan bukan perak.

Rabu, 26 Juni 2013

Penghakiman atas Para Allah

Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi:
"Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik? Sela Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan! Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik!" - Mazmur 82:2-4
 
Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan. Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka. - Efesus 6:8-9
 
Betapa besar kehormatan dan kesempatan yang diemban oleh para pemimpin - pemimpin politis, pemimpin masyarakat, pemimpin organisasi, pemimpin perusahaan, pemimpin umat, pemimpin keluarga, [embimbing dan pengarah dalam berbagai aspek kehidupan - sampai disebut sebagai "para allah." Arti ungkapan itu adalah bahwa para pemimpin adalah wakil Allah yang menentukan arah dan mutu hidup banyak orang - seumpama menentukan gaji dan taraf hidup, menentukan suasana hubungan antar orang, menentukan kesempatan berkembang dan bertumbuh sesama di bawah kepemimpinannya, dlsb.
 
Bagaimana para allah menatalayan kuasa dan kehormatan yang sedemikian besar itu harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah sejatinya, di hadapan sang Gembala Agung, di hadapan Hakim atas segala hakim. Maka dari waktu ke waktu - sebagai direktur, pemilik saham, decision-maker, manager, kepala bidang, kepala rumah tangga, majikan - apa pun kita, ingatlah untuk selalu bertanya-tanya, menimbang, apakah sikap dan keputusan kita kepada orang yang di bawah sayap kepemimpinan kita sudah sungguh mencerminkan sikap hati dan rencana Allah. Maka sebagai para allah, Anda perlu benar-benar akrab dengan Allah, dan bertindak sebagai wakil-Nya di lingkup penatalayanan apa pun yang Ia percayakan kepada Anda.

Sabtu, 22 Juni 2013

Regenerasi

Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami, kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan
ajaib yang telah dilakukan-Nya. Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka, supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka, supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya; dan jangan seperti nenek moyang mereka, angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang tidak tetap hatinya dan tidak setia jiwanya kepada Allah. - Mazmur 78:3-8
 
...hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. - 2 Timotius 3:14-15
 
Tugas dan tanggung jawab utama para orangtua - baik orangtua jasmani maupun rohani - bukanlah sekadar menyediakan makanan, pakaian, sekolah, gadget-gadget canggih masa kini. Melainkan, menyediakan fondasi hidup atau menolong generasi muda mengakarkan hidup dalam karya-karya besar Allah. Seperti halnya pemazmur, tekadnya adalah menceritakan perbuatan-perbuatan besar Allah yang telah memilih, menyelamatkan, membimbing mereka menjadi umat-Nya sambil membeberkan semua pelajaran dari jatuh-bangun nenek-moyang mereka di masa lalu untuk pembelajaran di masa kini. Atau, seperti halnya Timotius yang telah diakarkan oleh nenek dan ibunya dalam kisah dan kebenaran Alkitab.
 
Khusus pada akhir pekan dan masa liburan sekolah ini, jangan hanya sibuk dengan urusan pendaftaran sekolah anak,rencana berlibur ke mana, mau makan di restoran mana atau ke tempat belanja mana. Doa, pikirkan dan aturlah waktu agar terjadi interaksi di sekitar kisah-kisah fondasional yang datang dari Alkitab, dari perjalanan iman keluarga, dan dari riwayat gereja kita masing-masing. Supaya generasi akan datang dari orang Kristen dan gereja sungguh menjadi generasi yang kenal Allahnya, hidup akrab dengan-Nya dan merupakan kelanjiutan dari perbuatan-perbuatan besar-Nya dalam dunia ini.

Jumat, 21 Juni 2013

Melankolia

Dengan nyaring aku berseru kepada Allah; dengan nyaring aku berseru, dan Ia mendengar aku... Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu. Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami? Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban; Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa. - Mazmur 77:1, 12-15

Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? - Roma 8:31-32

Kita tidak selalu berada di kemuncak bukit keceriaan dan kegembiraan. Terkadang dan tidak jarang suasana hati mendung, pedih, kecil hati dst. kita alami. Entah itu disebabkan oleh peristiwa buruk di luar, atau suasana batin yang kait-mengait sebabnya sering terlalu rumit untuk dapat kita urai. Yang jelas, seperti Mazmur 77 ini kita bisa mengalami "melankolia" dan mendung jiwa. Bagaimana kita harus menjalaninya?
 
Doa, itulah hal pertama "pelarian" pemazmur. Sejak awal di ayat 1 ia membulatkan hati untuk mencari Allah dalam doa. Kesusahan dalam hati dan suasana hidup tidak boleh dizinkan untuk kita menjauh dari Allah. Dalam doa ada tempat untuk kejujuran - mengakui kegundahannya, mengeluhkan kegalauan bahwa Alah jauh dan tak peduli, mencurahkan kekhawatiran bahwa Allah berubah kasih setia.
 
Ketika membuka diri itu pemazmur mendapatkan kekuatan untuk mengingat-ingat berbagai perbuatan ajaib Tuhan di masa lalu. Dalam perenungan itu terjadilah pembaruan iman akan keperkasaan Allah, kebesaran, penyelamatan dan penyertaan-Nya yang telah umat alami. Semua perkara besar historis itu datang dari Allah meski jejak-Nya tidak kelihatan (ay 20). Karena ia (pemazmur yang sedang melankolis) adalah bagian dari umat yang dituntun, maka dalam keadaan melankolia pun sebenarnya ia sedang dituntun Allah. Sebab tidak ada keadaan apa pun di luar - politis, ekonomi, sosial, relasi, dlsb; atau di dalam - turun naik jiwa - yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah dalam Kristus Yesus. (Ini kesimpulan yang tidak dituangkan dalam Mazmur 77 tetapi yang bisa kita alami seperti dalam lanjutan kutipan Roma 8 di atas).

Kamis, 20 Juni 2013

Nazar

Bernazarlah dan bayarlah nazarmu itu kepada TUHAN, Allahmu! Biarlah semua orang yang di sekeliling-Nya menyampaikan persembahan kepada Dia yang ditakuti, - Mazmur 76:12
 
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. - Roma 12:1-2
 
Dalam pengalaman pemazmur, alasan untuk menggenapi nazar (janji memberi korban syukur dalam berbagai wujudnya) banyak sekali:
1. di antara begitu banyak bangsa waktu itu, hanya kepada Israel Allah memperkenalkan Nama-Nya.
2. sementara mereka harus menghadapi berbagai peperangan, Allah diam (bertabernakel) di antara mereka dan mencukupi kebutuhan hidup dan keamanan mereka.
3. sepanjang perjalanan mereka menuju tanah perjanjian, mereka menyaksikan Allah sepenuhnya mengendali alam dan kekuatan bangsa-bangsa demi mengayomi umat-Nya itu.
 
Dalam Roma 12 (era Perjanjian Baru kita kini, hanya satu alasan tunggal yang jauh melampaui semua alasan tadi: DEMI KEMURAHAN ALLAH - bagaimanakah kita menjabarkan alasan ini baik secara teologis maupun secara eksperential? Perlu penelusuran seluruh sebelas pasal terdahulu untuk kita memiliki penglihatan lebih baik tentang apa dan bagaimana kemurahan Allah untuk hidup kita itu terjadinya.
 
Dan karena satu alasan dahsyat itu - seyogianya nazar kita adalah mempersembahkan tubuh seutuhnya, yaitu hidup seutuhnya dalam segala kekayaan aspek dan pengalamannya, dalam bentuk ternyatanya yang bersumber dari kondisi batin terdalam dan ter-riil. Sebab, kita adalah milik-Nya karena harga tebusan yang mahal yaitu darah-Nya.
 
Maka, membayar nazar berbentuk pesembahan hidup sebenarnya hanyalah mengakui dan mengambil langkah sepadan dengan apa yang Yesus telah lakukan demi kita. Dan, nazar serta pwujudannya itu wajar harus terjadi sepanjang hidup, sebab tubuh adalah manifestasi hidup kita. Maka, sepanjang hidup mencakup segala ungkapannya meliput segala daya hidup yang darinya ia berasal, perlu senantiasa ditujukan, dikuduskan, diakui sebagai milik sang Pembeli hidup kita dari perbudakan dosa dan kesia-siaan.
 
Selamat hidup sebagai kurban yang hidup dan kudus!

Sabtu, 15 Juni 2013

Cerminan Sifat Allah

Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya! Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul. - Mazmur 68:5-7
 
Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. - Yesaya 58:8-11
 
Oleh pencerahan Roh kedua kutipan di atas seharusnya cukup menegaskan bahwa memerhatikan orang papa, mengulurkan tangan kepada yang berkebutuhan, melepas hak dan keinginan sendiri demi membuat hidup orang lain dapat melanjut adalah tindakan yang mencerminkan hati & tindakan Allah sendiri. Ia adalah Bapa dari yang tak berbapa, Ia adalah Pencipta yang memberikan seluruh potensi kaya bumi ini kepada semua orang tanpa membeda-bedakan, Ia adalah Penyelamat yang datang dan memberlakukan pembebasan atas mereka yang terbelenggu baik oleh roh jahat, sakit-penyakit maupun berbagai jenis dosa sosial seperti keserakahan.

Maka, sifat dan perilaku penuh peduli seharusnya ada dalam para kristus kecil (Kristen). Dorongan firman ini jelas, bila kita bertindak nyata berbagi keceriahan hidup kepada sesama, berarti terang Allah sedang terbit memancar di dalam dan melalui kita. Di dalam tindakan mencerminkan anugerah-Nyalah berlaku pancaran terang dan aliran maa air rahmat-berkat-hadirat dari Allah itu.

Rabu, 12 Juni 2013

Selamat Ber-Surga-Ria

Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! Katakanlah kepada Allah: "Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu. Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu. - Mazmur 66:1-4
...mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi." - Wahyu 5:9-10
Firman Tuhan sendiri menjelaskan bahwa akan seperti apa tepat dan detailnya kehidupan dalam langit dan bumi baru kelak (surgawi) masih belum jelas. Tetapi ada satu yang sangat jelas dan tidak mungkin salah, yaitu bahwa dalam realitas baru kelak di mana hadirat Allah penuh diagungkan dan diakui, pujian syukur dan nyanyian tentang penyelamatan akan membahana penuh daya.
Maka, membiasakan diri bersyukur karena penciptaan, pemeliharaan dan penyelamatan dari-Nya, memuji dan mengagungkan kemuliaan Allah Tritunggal dalam keseharian kita sebenarnya adalah menghayati suasana surga di bumi sudah kini dan di sini. Mari, nyanyikanlah nyanyian syukur karena kemuliaan diri-Nya, mari alunkanlah dari hati melalui mulut dan hidup seutuhnya nyanyian syukur karena semua karya-karya dahsyat-Nya terkhusus penyelamatan dalam Yesus Kristus. Selamat bersurga-ria hari ini dan seterusnya.

Sabtu, 08 Juni 2013

Rahasia Hidup Berkemenangan

Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. - Mazmur 62:6-7
Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. - Wahyu 12:10-11
Seingat saya tema yang banyak dibahas oleh para pengkhotbah dan penulis buku sekitar 40 tahun yang lalu adalah soal "berkemangan." Itu beda dari tema yang banyak disukai orang masa kini, yaitu di sekitar soal sukses yang lebih menekankan hal-hal materiil dan bumiah.
Hal ini menunjukkan bahwa memang sudah terjadi pergeseran jauh dalam cara orang memahami jati hidup Kristen. Beda tersebut antara melihat hidup Kristen sebagai peperangan rohani atau sebagai tamasya rohani. Alkitab mengungkapkan bahwa hidup Kristen adalah suatu paradoks. Di satu pihak kita memang terus menerus merayakan anugerah Allah dalam Kristus yang telah menang menjadi penyelamat kita. Pada saat yang sama perayaan tersebut belum klimaks dan kemenangan Kristus masih harus kita jalani dan gumuli dalam perjuangan kita mengambil kemenangan-Nya dalam keseharian kita. Sebab, seperti kata Mazmur 23, Ia menyediakan hidangan, mengurapi kepala kita dengan minyak, piala kita melimpah... di hadapan musuh-musuh kita.
Bagaimana kita boleh memiliki hidup berkemangan? Ini bukan saja tetap relevan, tetapi juga lebih tepat ketimbang bagaimana kita boleh sukses. Jawabnya terdapat dalam dua ayat di atas, keduanya lahir dari konteks perang fisik dan perang iman yang nyata. Daud sudah berhasil mengalami perlindungan dan pemberdayaan Allah. Rahasianya - "hanya dekat Allah saja." Orang Kristen yang tiba di hadirat-Nya jelas sudah menang. Rahasia mereka? Karena terus menerus berlindung dan mengenakan kuasa penebusan dan pengudusan darah Yesus serta menjadikan perkataan firman Allah menjadi kesaksian hidup mereka sendiri.
Ingat kita bukan sedang tamasya, kita sedang berperang namun sambil merayakan kemenangan Kristus. Siaga, dekat Allah, mengandalkan kemenangan Kristus, sambil bersenjatakan firman - hendaknya terus menjadi ciri kehidupan keseharian kita.

Jumat, 07 Juni 2013

Pelayanan Doa Syafaat

Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus. - 1 Samuel 12:23
...setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia... Efesus 1:15-17
Bagaimanakah supaya syukur dan sembah karena sesuatu yang terjadi dalam kehidupan orang lain menyemaraki doa-doa kita? Mengapa kebanyakannya kita tidak merasa berdosa karena tidak mendoakan pihak selain diri dan keluarga sendiri? Apa yang harus berubah dalam kita agar visi dan cakupan doa-doa kita meluas dan makin jelas?

Kamis, 06 Juni 2013

Damai yang Membentengi dan Meronda Hati

Aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku. Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allah adalah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya. - Mazmur 59:17-18
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus - Filipi 4:6-7
Sedikit dari kita pernah mengalami situasi yang melatarbelakangi mazmur ini. Bayangkan Daud yang masih muda dan baru mulai menjalani panggilan yang Allah percayakan kepadanya, harus menanggung kebencian, ancaman, tekanan, bahkan usaha jahat yang ingin mencabut nyawanya., Bukan dari sembarang musuh, tetapi dari orang yang seyogianya membimbing dia, mertuanya sendiri, raja Saul.
Situasi dan kondisi luar tidak boleh diizinkan untuk mengaduk-aduk suasana batin kita dalam hubungannya dengan Allah. Maka senada mazmur Daud yang di tengah ancaman bahaya justru menemukan kekuatan untuk bermazmur tentang kekuatan dan kesetiaan Allah, demikian juga Paulus mengnjurkan kita untuk menemukan "benteng" terpercaya bagi hati kita dalam tekanan dan ancaman dari dunia jahat ini: yaitu, damai sejahtera Allah.
Maka, jangan bayangkan damai sejahtera seumpama perasaan tenang sesuai kesanggupan batin kita. Damai sejahtera Allah itu dahsyat dan perkasa, dan akan berperan seolah benteng atau perisai untuk pikiran dan perasaan kita yang lemah dan bisa terombang-ambing. Damai sejahtera Allah itu tidak pasif, melainkan aktif meronda terhadap semua kekuatan jahat dari luar dan menopang kondisi batin kita. Karenanya, kita bisa tidak kuatir, sejahtera, bahkan bersyukur akan kekuatan Allah yang penuh anugerah dan setia itu.

Damai yang Meronda Hati

Aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku. Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allah adalah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya. - Mazmur 59:17-18
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus - Filipi 4:6-7
Sedikit dari kita pernah mengalami situasi yang melatarbelakangi mazmur ini. Bayangkan Daud yang masih muda dan baru mulai menjalani panggilan yang Allah percayakan kepadanya, harus menanggung kebencian, ancaman, tekanan, bahkan usaha jahat yang ingin mencabut nyawanya., Bukan dari sembarang musuh, tetapi dari orang yang seyogianya membimbing dia, mertuanya sendiri, raja Saul.
Situasi dan kondisi luar tidak boleh diizinkan untuk mengaduk-aduk suasana batin kita dalam hubungannya dengan Allah. Maka senada mazmur Daud yang di tengah ancaman bahaya justru menemukan kekuatan untuk bermazmur tentang kekuatan dan kesetiaan Allah, demikian juga Paulus mengnjurkan kita untuk menemukan "benteng" terpercaya bagi hati kita dalam tekanan dan ancaman dari dunia jahat ini: yaitu, damai sejahtera Allah.
Maka, jangan bayangkan damai sejahtera seumpama perasaan tenang sesuai kesanggupan batin kita. Damai sejahtera Allah itu dahsyat dan perkasa, dan akan berperan seolah benteng atau perisai untuk pikiran dan perasaan kita yang lemah dan bisa terombang-ambing.Damai sejahtera Allah itu tidak pasif, melainkan aktif meronda terhadap semua kekuatan jahat dari luar dan menopang kondisi batin kita. Karenanya, kita boleh tidak kuatir, sejahtera, bahkan bersyukur akan kekuatan Allah yang penuh anugerah dan setia itu.

Sabtu, 01 Juni 2013

UJIlah Allah? Atau, diri sendiri?

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. - Maleakhi 3:10
Mungkin Anda seperti saya, ada masalah dengan cara orang memakai ayat ini secara kurang tepat. Ayat ini - seperti juga semua isi Alkitab lainnya - harus dilihat dalam konteks aslinya. Karena itu, tidak benar bila kita memakai ayat ini secara legalistis. Juga bila kita menjadikan kebiasaan memberi persepuluhan yang legalistis sebagai dasar untuk mengklaim pemliharaan Tuhan.
Namun, dengan tetap waspada tentang penyalahgunaan di atas, janganlah kita luput dari menangkap tekanan kuat yang Allah tegaskan dalam perintah-Nya ini. Tidak pernah ada ayat Alkitab yang mengizinkan kita menguji apalagi memerintahkan kita unutk mencobai Allah. Sikap menguji Allah ini justru mengundang hukuman berat dari Allah atas umat-Nya Israel di padang gurun.
Tetapi, bertolak belakang dari kenyataan tadi, kini Allah sendiri justru yang mengundang umat-Nya untuk mencobai atau menguji Dia, Yaitu, apabila mereka setia dalam bersyukur, dalam mengingat kebaikan-Na, dalam memerhatikan kebutuhan operasional dan para pelayan-Nya di Bait-Nya, maka itu semacam kesempatan untuk menguji atau membuktikan betapa limpah pemeliharaan Allah atas mereka akan mereka alami.
Karena itu, marilah kita awali bulan baru ini dengan menghormati Allah dengan penghasilan kita. Mari terbuka pada pimpinan Roh yang akan mengingatkan dan menaruh dalam hati Anda, ke mana saja baiknya Anda menujukan persembahan Anda dari penghasilan bulan lalu untuk bulan ini. Ini kesempatan untuk bersyukur sekaligus untuk melihat bagaimana Ia tidak akan membiarkan Anda dan keliarga terlantar bila mendahulukan kepentingan-Nya.

Sabtu, 25 Mei 2013

Tatap Terang-Nya

TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela - Mazmur 84:12
Arahkan wajahmu ke cahaya matahari, maka engkau tidak akan melihat bayangan.
 
Keep your face to the sunshine and you cannot see a shadow.
Helen Keller

Jumat, 24 Mei 2013

Dalam Hadirat-Nya

TUHAN adalah gembalaku...
Ia membaringkan aku...
Ia membimbing aku...
Ia menyegarkan jiwaku.
Ia menuntun aku...
Engkau besertaku...
Engkau menyediakan hidangan bagiku,..
Engkau mengurapi kepalaku...
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. - Mazmur 23
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku - Yohanes 10:14
24 MEI 1930 - Pionir linguistik, Frank C. Laubach, yang melayani sebagai misionaris Gereja Konggregasionalis di Filipina menulis sebuah komentar: "Sebagaimana orang mengalami temuan-temuan tentang sahabatnya dengan jalan berada bersamanya, begitu juga kita mengalami temuan-temuan tentang diri Allah jika kita senantiasa berjalan akrab dengan-Nya."

Selasa, 21 Mei 2013

Perintah Ini Masih Relevankah?

Janganlah kamu menjadi hamba uang
dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.
Karena Allah telah berfirman:
"Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau
dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Jangan tergesa baca kutipan ayat di atas. Bacalah sebaris demi sebaris dengan dibatinkan dalam2. Lalu tanyakan / renungkan hal berikut:
Milik siapakah aku, hamba siapakah aku?
Seperti yang tercermin dalam keinginanku, dalam doa2ku, dalam rencanaku, dalam penataan waktu dan hartaku?
Untuk apakah hidupku?
Seperti yang tercermin dalam angan2ku, mimpi2 dan rencanaku? Dalam pilihan relasi dan berapa lama waktu ku sedia berikan kepada orang2 yang ku temui dari waktu ke waktu?
Apakah yang paling ku takuti?
Sakit? Tidak ada jaminan masa depan? Simpanan menipis? Kehilangan pekerjaan? atau
Aku hidup jauh dari Tuhan? Tidak menyukakan-Nya?

Senin, 20 Mei 2013

Kemarahan

Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang, sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau - Mazmur 37:1-2
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. - Matius 5:5
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. - Matius 5:38-42
 
Sebenarnya tidak salah bahkan kita harus marah jika kebenaran dilanggar. Yang tidak boleh adalah marah karena kepentingan diri sendiri dilanggar dan marah dengan keinginan membalas atau agar pihak yang memicu kemarahan mengalami kemalangan.
Untuk tidak terpancing ke dalam dosa marah karena ulah dosa pihak lain, firman Allah meminta kita untuk lembut hati, bersikap pro-aktif yaitu memberkati, dan menyerahkan orang yang salah ke dalam perlakuan Allah yang pemurah, adil, penuh hikmat. Maka mengalah, lembut hati, dan sabar adalah suatu "pembalasan" yang dahsyat. Orang yang menuruti perintah ini idak saja luput dari pemuasan "nafsu" marah tetapi malah akan mewarisi bumi, dengan kata lain mengusai keadaan, mengalahkan kejahatan dengan kebenaran, menaklukkan hati orang ke bawah kasih dan keadilan Allah saja.

Kamis, 16 Mei 2013

Mazmur dari Keterhimpitan

Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! - Mazmur 34:5-9
Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. - Ibrani 12:11
Bagaikan minyak terbaik keluar melalui proses tekanan yang menghancurkan dan panas yang melelehkan buah, Tuhan kadang melakukan hal yang sama untuk menjadikan hidup kita bagaikan minyak urapan yang dipakai untuk menyukakan, menyembuhkan bahkan melantik orang untuk penugasan dari-Nya. Dalam keadaan terjepit dan krisis besar sampai berpura-pura gila, Daud menghasilkan salah satu mazmur yang sangat menguatkan hati kita sewaktu merenungkannya. Dalam kesulitan besar ia menemukan kesetiaan, terang, penyertaan Allah untuknya, serta pemurnian tangan Allah atas hidupnya.
16 MEI 1540 - Martin Luther tokoh reformasi dari Jerman menyatakan: "Dalam pencobaan terburuk tidak ada yang dapat lebih menolong ketimbang iman bahwa Putra Allah telah mengenakan daging dan tulang manusia, kini duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa dan berdoa bagi kita. Tidak ada hiburan lebih dahsyat dari itu."

Rabu, 15 Mei 2013

Latihan Fokus Hidup

Mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! - Mazmur 33:18-20
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. - 1 Petrus 4:6-7
 
Allah tidak ingin perhatian utama kita ditujukan kepada hal-hal yang sekunder. Bahkan hal-hal primer untuk manusia pun tdak boleh menyebabkan kepedulian dan kebersandaran kita dialihkan ke yang bukan Tuhan, sumber hidup sejatinya. Ia saja yang berhak menerima kasih, iman, harap, bakti kita sepenuhnya.
Itu sebab, baik kita kaya atau miskin, entah kita kuat atau lemah, apakah kita berlebihan segala sesuatu atau berkekurangan, hati kita hendaknya ditujukan kepada Tuhan, kasih setia-Nya, tangan-Nya yang perkasa, pemeliharaan, bimbingan, otoritas-Nya. Sebab Tuhan sendirilah yang hakiki bagi hidup kita. Yang hakiki ada, semua yang lain baik penunjang primer atau sekunder, akan berjalan dalam shalom. Ini tidak terjadi dengan sendirinya. Perlu latihan sepanjang hidup menaklukkan diri terus menerus ke bawah kuat kuasa Roh-Nya. Latihlah itu hari ini, esok, lusa, dan seterusnya.

Sabtu, 11 Mei 2013

Dikuduskanlah Nama-Mu

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu... Matius 6:9

Doa adalah persekutuan yang bertujuan mengakrabkan relasi kita dengan Allah, Allah dengan kita.
Maka hal pertama yang harus ada adalah kesadaran akan kekudusan Allah. Bila kita sadar bahwa Allah tidak sama dengan apa/siapa pun, unik, mulia, kudus, maka ciri doa kita dan hal pertama harus mencirikan doa kita ialah memuliakan kekudusan diri-Nya itu.
Wajarnya doa tidak dimulai dengan permohonan tetapi dengan puji dan sembah kepada Allah karena kemuliaan-Nya. Lalu, dikuduskanlah Nama-Mu ini akan memancar ke semua unsur permintaan doa kita lainnya: - berikan kami rejeki kami, ampuni pelanggaran / utang kami seperti kami mengampuni orang lain, - jangan bawa kami dalam pencobaan

Rabu, 01 Mei 2013

Perspektif Surgawi

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. - Mazmur 103:13; Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga - Matius 6:9

Kepada siapakah kita menujukan doa kita? Tentang kepentingan apa / siapa-kah sangkut paut doa-doa kita kebanyakannya?

Doa yang Tuhan Yesus ajarkan dan bentukkan untuk para pengikut-Nya ini mengarahkan pandangan... doa kita kepada Bapa yang di surga. Surga yang merupakan alas kaki takhta Allah, penuh dengan kemuliaan dan kekuasaan-Nya. Arah doa-doa kita adalah kepada takhta anugerah Allah itu, di mana segala kepentingan bumi dapat dicakup dan digenapi dengan benar. Ke arah cakrawala-Nya yang tidak terbatas inilah kita harus membawa segala kebutuhan, kegagalan, kelemahan, dan juga keberhasilan kita.

Ketika sejak awal dan menyeluruh pandangan doa kita ke surga maka kita akan memiliki cara pandang yang tepat tentang realitas. Dari surga dengan kemuliaan dan kuasa-Nya kita mendapatkan keberanian iman, harap, dan kasih mengenai segala gumulan hidup di dunia ini. Maka mari berdoalah tentang dunia ini dalam sorot pandang surgawi. = Media Sarat Perspektif Kerajaan =

Jumat, 26 April 2013

Bapa kami (2)

Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku. - Mazmur 16:3
Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami ... Matius 6:9

Biasakan berdoa lebih banyak dengan kata ganti orang jamak dan inklusif: kami, bukan dengan "aku" atau "kita" yang cenderung individualistis-egois dan eksklusif.

Anggapan bahwa iman adalah urusan perorangan tidak sepenuhnya benar. Memang kita mengambil keputusan untuk menerima Yesus, untuk ikut Dia, untuk hidup dalam jalan-jalan Allah. Namun, bukankah di balik keputusan-keputusan pribadi itu selalu ada keterlibatan pihak lain: orangtua yang mendidik dan membimbing dalam iman, kelompok doa syafaat dalam gereja yang memberi perhatian dan doa, teman yang dipakai Tuhan untuk mengajak kita ikut KKR, komsel, dlsb? Seperti orang lumpuh yang menerima pengampunan dan penyembuhan dari Yesus karena iman teman-temannya yang mengereknya turun dari sotoh rumah ke depan Yesus, demikian juga kita harus selalu ingat dan bersyukur bahwa iman saya bersentuhan dengan banyak iman orang lain, maka selayaknyalah bahwa dalam doa kita hisabkan diri sebagai kami.

Ungkapan paling tepat untuk mempraktikkan ke-kami-an hidup spiritualitas itu ialah dalam doa. Allah yang kita sembah, Tuhan yang menyelamatkan dan menopang kita dengan setia, Allah Bapa yang dari-Nya memancar rencana penyelamatan dalam Yesus Kristus itu adalah Bapa kita semua orang yang beriman, maka Yesus mengajar kita untuk menyapa-Nya dengan "Bapa kami." Karena itu, ketika kita berdoa "Bapa kami" kita bukan sekadar membuat ungkapan kata ganti orang majemuk, tetapi kita menempatkan diri kita dalam persekutuan dengan banyak saudara-saudari seiman, bahkan dengan seluruh orang kudus dari segala zaman. Dengan belajar berdoa sebagai kami, kita akan didorong untuk hidup dengan selalu mempertimbangkan sesama saudara seiman kita.

Kamis, 25 April 2013

Bapa kami

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami ... - Matius 6:9

Karena doa adalah persekutuan, maka sapaan dan apa yang dimaknai di dalamnya adalah hal yang utama dan pertama. Dalam doa kita memanggil Allah sebagai Bapa, apa artinya? Bagaimana memaknainya?

- Ia adalah Bapa karena Ialah Pencipta yang penuh hikmat dan kuasa, yang mencipta bukan karena keharusan tetapi karena kesukaan. Kita menyapa-Nya dengan Bapa, dengan sikap syukur atas hikmat, pemeliharaan, maksud-maksud baik-Nya untuk seluruh ciptaan yang sangat menakjubkan ini.
...
- Ia adalah Bapa bagi umat Israel yang telah dilepaskan dari perbudakan di Mesir. Sebutan "Allah Abraham, Ishak, dan Yakub" sungguh bukan julukan kosong, sebab Ia sungguh memelihara perjanjian-Nya untuk menjadikan umat itu suatu umat yang memberkati dunia ini. Dengan menyapa-Nya sebagai Bapa tersirat semua tindakan pembebasan sepanjang sejarah umat Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sampai kini.

- Ia adalah Bapa dari Anak Tunggal-Nya Yesus Kristus. Hanya Yesus yang layak menyebut-Nya Bapa, dan hanya Ia satu-satunya Anak yang di pangkuan-Nya. Karena sang Anak inilah kita yang menyambut dan memercayai-Nya beroleh hak menjadi anak-anak angkat Allah. Maka bersama segala orang beriman dari segala abad kita mengungkapkan pengakuan iman akan keBapaan Alah dan ke-anakan kita dengan penuh iman, harap, kasih.

Maka, milikilah ketakjuban, syukur dan percaya yang sungguh tiap kali kita berdoa dan menyapa Ia "Bapa." Dan, jangan biarkan tekanan pekerjaan, daya tarik dunia, bujuk rayu si jahat membuat kita mendiskon keakraban hubungan doa kita. = Media Sarat Doa Kerajaan =

Belajar Berdoa

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: ,,, Lukas 12:1-2

Melihat akrabnya hubungan Yesus dengan Allah dalam doa, timbul kebutuhan untuk diajar berdoa pada para murid. Doa bahkan lebih hakiki dan vital ketimbang bernafas sebab doa adalah hubungan. Bila gairah doa kita lemah, bila hidup berjalan biasa-biasa saja tanpa isian doa yang vital, kita harus awas jangan-jangan hubungan kita dengan Tuhan tidak beres atau bahkan tidak ada.
Kita perlu memohon Roh Yesus agar ada hasrat kuat dalam kita untuk menumbuhkan hubungan doa seperti yang Yesus miliki, seperti yang Ia teladankan, seperti yang Ia ajarkan. = Media Sarat Doa Kerajaan =

Selasa, 23 April 2013

Keberkatan dari Memberi

'It is more blessed to give than to receive.'" Terlebih berkat (bahagia) memberi daripada menerima - Kisah 20:35
Memberi adalah sebuah latihan yang baik untuk kesehatan spiritualitas kita:
 
- itu melatih iman kita - mendorong kita untuk lebih percaya pada pemeliharaan Tuhan yang sanggup memelihara kita melebihi sumber-sumber penghasilan rutin kita atau menyanggupkan kita mendisiplin hidup kita
- itu membentuk penilaian hidup kita - mengajar kita untuk tidak melekatkan harga diri dan nilai hidup pada hal-hal materiil semata tetapi pada penilaian dan rencana Allah serta gerakan Roh dalam hati
- itu menyegarkan kasih kita - merentangkan perhatian kita meluas dari diri sendiri dan kalangan dekat kita ke kalangan lebih luas
- itu menempa kita untuk merendahkan diri - terutama ketika kita mengalami "keterpaksaan" untuk melepas apa yang sangat kita hargai demi untuk dapat menopang kebutuhan orang lain / pelayanan Tuhan
- itu juga menguatkan pengharapan kita - sebab memberi adalah semacam tindakan seirama puasa yang berdampak membuang penumpukan zat-zat yang telah menjadi "racun" dan mendorong terjadinya sirkulasi dan kesempatan untuk peremajaan sel dan zat kehidupan
- itu kesempatan untuk "back to the basics" dan menyadari bahwa semua "asesoris" harta-pangkat-kuasa sesungguhnya tidak mendefinisi siapa kita
- itu dipuji Tuhan - terutama jika kita memberi bukan saat kita merasa lebih dan cukup tetapi saat kita merasa kurang dan tidak cukup

Senin, 22 April 2013

INJIL "Sharing"

TUHAN telah mengingat kita; Ia akan memberkati kita - Mazmur 115:12;
Jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya! - Lukas 12:28
Anak Manusia,
Engkau tidak memiliki tempat tinggal ketika Kau diam di antara kami.
Injil-Mu mencakup "jika engkau memiliki dua baju" - seakan,
jika kami memang punya dua, (mungkin sekali) kami telah mengambil
salah satunya dari kaum papa (dengan jalan menahan dan tidak berbagi)
Jika itu maksud-Mu, tolong kami merespons.
Ampuni bahwa kami telah memercayai dusta dunia ini,
bahwa bahagia dan berkat dalam hidup adalah
dengan jalan menumpuk harta dan memerhatikan diri sendiri. Amin.

Jumat, 19 April 2013

INTIM

Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"  Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." - Yohanes 11:41-44

Yesus ingin orang tahu tanpa ragu bahwa mukjizat pembangkitan Lazarus dari kematian terjadi sebagai akibat langsung dari hubungan kasih antara Bapa dan Anak. Tiap mukjizat mengalir dari keakraban yang ada dalam diri Allah Tritunggal.

Karena kita kini ada dalam Kristus, kita memiliki akses kepada Bapa sama seperti akses Yesus kepada Bapa-Nya. Karena kita telah dibaptis ke dalam Kristus, Bapa kita selalu mendengarkan kita seperti Ia selalu mendengar Yesus.

Kiranya kita sungguh menyadari bahwa Bapa sangat memerhatikan doa-doa kita. Kiranya Roh Kudus memberi kita keberanian lebih besar untuk datang menghadap ke ruang takhta Bapa kapan saja, siang atau malam. Kiranya terjadi pencerahan dalam hati kita bahwa Bapa lebih dekat kepada kita ketimbang yang bisa kita bayangkan dan Ia saat ini pun tengah menantikan kita! Kiranya ini membuat kita memiliki rindu yang besar untuk berdoa, beribadah, merenung firman-Nya, mempraktikkan Tubuh Kristus secara aktif. = Media Sarat Keakraban Kerajaan =

Kamis, 18 April 2013

Rindu Tuhan

--Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur - Kidung 1:2; Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." - Yohanes 21:15
Yang Tuhan cari pertama dari Petrus bukan pelayanannya, bukan pengorbanannya, bukan kepemimpinannya, tetapi kasihnya kepada Yesus. Itu sebab tiga kali Ia menanyakan hal krusial tersebut. Mengapa sampai tiga kali? Ada yang mengatakan sebab Tuhan ingin memberi kesempatan sama banyaknya dengan tiga kali ia menyangkali Tuhan. Boleh jadi juga karena Tuhan tahu bahwa sering kali jawaban kita tidak cukup mengakar, tidak nyata, alias hanya "lips service." Ia menginginkan kasih yang sejati, yang sungguh dari hati dan melibatkan segenap akal budi, perasaan, hasrat, kekuatan, maka Ia berulang kali menanyakan/mengajak sampai Ia mendapatkan kasih itu terpancar dari hati kita.
Sepanjang hati ini, ingatlah Ia tidak menginginkan apa pun dari kita kecuali kasih kita yang sejati. Semua pengakuan, kesaksian, pelayanan, pengabdian kerja, pengorbanan, persembahan, pujian kita untuk-Nya kekurangan bobot jika hati kita tidak sungguh merindu, mengasihi seperti yang diungkap dalam Kidung agung di atas. Maka mari datang dan mohon Roh-Nya mengobarkan rindu dan kasih dan hasrat yang berkobar dalam keseluruhan diri dan eksistensi kita akan DIA.

Rabu, 17 April 2013

KE-TUANAN KRISTUS

Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.- Mazmur 37:8-9

Dalam sistem dunia ini, untuk berhasil harus berinisiatif. Dalam Kerajaan Allah, menantikan dan memercayai Allah adalah jalan terbaik untuk dipromosikan. Maksudnya bukan bahwa kita harus malas atau tidak aktif. Tetapi kita perlu memiliki sikap hati yang selalu peka akan pimpinan Roh Kudus dalam hidup keseharian kita (Roma 8:14).

Bila kita menanti-nantikan Allah, kita menyerahkan kendali hidup kita ke dalam tangan-Nya. Ketika kita menantikan Roh memimpin kita, kita mengakui Ketuanan Kristus dan kita berhenti berusaha menjadi nakhoda biduk hidup kita sendiri. Dalam bacaan Alkitab di atas kita diingatkan untuk berhenti marah dan tdak khawatir tentang hidup ini. Bayangkan betapa leluasanya hidup dan pikiran kita jika kita tidak marah dan khawatir!

Sebagian kita mungkin menganggap mustahil untuk tidak khawatir. Bahkan kita mungkin diajar bahwa khawatir adalah tanda bertanggungjawab, seolah tanpa khawatir kita sama dengan tidak peduli. Dalam Matius 6:24 Yesus mengajar kita bahkan untuk tidak memikirkan keadaan hidup kita. Alasan-Nya: Bapa kita yang besar kasih-Nya kepada kita memelihara seluruh kebutuhan kita.

Kiranya hari ini setiap kita akan diyakinkan bahwa kita memiliki Bapa di surga yang sungguh bekerja untuk kita dalam tiap keadaan. Kiranya damai sejahtera-Nya yang melebihi segala pengertian melindungi kita seperti benteng yang aman atau selimut yang hangat bagi akal budi kita. Kiranya kita mengalami sukacita besar dari menjalani hidup dengan sikap berhenti mengatur sendiri dan belajar beristirahat dalam Tuhan dan menanti dengan sabar Ia akan memenuhi janji-janji-Nya untuk kita mewarisi berkat dan waris surgawi dalam perjalanan bumiah kita kini.

Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN! - Mazmur 27:13-14

Senin, 15 April 2013

FOKUS

Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi... "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!" - Wahyu 5:6, 12
Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan! - Mazmur 119:37;
Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? - Lukas 6:42

Tuhan, terlalu sering kami lebih mementingkan isu ketimbang manusia, barang ketimbang relasi, menyelamatkan uang ketimbang menyelamatkan orang.
Tolong agar kami tidak gagal untuk saling mengakui kemanusiaan sesama kami, ampuni kami dan tolong agar kami tidak lagi mem-barangkan orang dan meng-orangkan barang. Bantu kami untuk menyadari gambar-Mu yang tak ternilai dalam tiap orang yang kami jumpai. Amin

Jumat, 12 April 2013

DOA yang Hidup

Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya. - 1 Yohanes 5:14, 15

Doa - doa yang hidup, doa yang benar, kehidupan doa - adalah bukti nyata bekerjanya anugerah Allah dalam hidup kita. Dalam percakapan anak-Bapa, orang beriman-Sahabat, terungkaplah bahwa memang ada persekutuan antara kita dengan Allah, Allah dengan kita.
Persekutuan yang sejati, percakapan yang baik, doa yang hidup dan benar - bersifat dua arah. Bukan saja kita mengungkapkan syukur dan cinta kepada Allah, dalam doa kita juga mendengar ungkapan sayang, cinta, perhatian Allah kepada kita. Bukan saja kita menyatakan permohonan dari kehendak dan hal yang kita rasakan sebagai kebutuhan, Allah melalui Roh-Nya juga membisikkan apa yang Ia ingin berikan kepada kita. Tidak saja kita membuka diri kita apa adanya dan memohon ampun bila ada kesalahan, pelanggaran, kecenderungan jahat, Allah juga menunjukkan ke dalam hati kita apa yang telah Ia berikan dalam Anak-Nya demi untuk mengampuni-menyucikan kita dari segala pelanggaran dan kejahatan. Doa yang hidup adalah doa dalam Roh-Nya. Doa yang senada hati Allah adalah doa di mana firman-Nya berbicara, kita ingini, kita ambil menjadi bagian hidup kita. Ketika firman menjadi isi doa kita, kita sedang melangkahi hidup di mana firman mewujud.
Maka, jangan sedikit pun mengabaikan doa. Jangan sekejap pun meringankan pentingnya persekutuan dua arah ini. Jangan anggap ini sepele, sampingan, seadanya. Peliharalah doa yang hidup, yang intim, yang dekat - dua hati saling mendekat, saling membuka, hati kita menyesuaikan diri, menyatu dengan kehendak-Nya.
 
Dan ketika doa-doa kita dikabulkan, tahulah kita bahwa kehendak-Nya sedang menjadi kehendak kita, karya-Nya sedang mewujud di dalam dan melalui kita. Ketika doa kita belum atau tidak dikabulkan, kita makin mendekat dan tunduk menyerasikan doa kita dengan rencana-Nya. "...jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga..."

Senin, 01 April 2013

INFO 2 JUDUL BARU

SELAMAT PASKAH? HAPPY EASTER? HAPPY PASSOVER? HAG PESACH SAMEACH? HAPPY VICTORIOUS CHRIST'S RESURRECTION DAY? - YG MANA?


 Haleluyah bagi Anak Domba Allah yang telah menang atas maut!
Selamat Paskah! Happy Easter! Selamat Keluaran Baru! Victorious Passover of the Risen Christ!

Kemarin ada terusan email yang intinya menyoal kebenaran mengucap Happy Easter. Beberapa hari yl ada tulisan yang kurang... lebih sama di status salah seorang sahabat FB. Menurut anggapan itu, ungkapan "easter" bukan saja tidak datang dari Alkitab, tetapi juga bermuatan kepercayaan kafir. Easter berasal dari perayaan Istar yang bersangkutan dengan beberapa mitos sehubungan dengan Nimrod cucu Nuh dari Ham yang berzinah dengan ibunya sendiri, Semiramis dan dari hasil perzinahan itu lahir Tamus disembah sebagai ratu surga. Jadi anggapan ini menuduh merayakan atau menyebut "Happy Easter" tidak saja tidak alkitabiah tetapi juga mengulang kembali perayaan Istar yang kafir tadi. Lebih jauh argumen ini menegaskan bahwa istilah yang seharusnya adalah pesakh, atau dalam bahasa Inggris passover, atau "Hag Pesach Sameach" (bhs Ibrani).

Berikut saran kami:
1. Ucapkanlah "Happy Easter," atau Selamat Paskah, atau Victorious Pesakh - dengan keyakinan jernih bahwa yang kita maksud adalah Puji Tuhan, Yesus Tuhan kita sungguh sudah bangkit dari kematian!

2. Siapakah dari kita yang ketika menyebut "easter" lalu perhatian imannya terbagi ke astra, istar, asytarot, dlsb. itu. Yang lebih relevan mungkin (kalau dianggap ada pengaruh kepercayaan lain setempat yang bisa mengaburkan iman Kristen kita) untuk kita yang tinggal di Indonesia adalah dewi Sri, atau yang keturunan Cina dewi Kwan Im. Argumen bahwa "easter" bersumber pada perayaan istar, dan istar adalah perayaan yang berkaitan dengan mitos2 Babilonia, mengandung beberapa lompatan logika dan budaya. Pertama easter adalah bahasa Inggris dan tentunya kaitannya pertama harus dicari ke rumpun bahasa2 indo-jerman bukan ke mesopotamia (yang datang dari beberapa milenium yl.). Dari segi etimologi easter berkaitan dengan ester (inggris kuno) dan ostern (jerman). Maka argumen tadi hanya berdasarkan kesamaan / kedekatan bunyi. Bila ingin suatu argumen yang tepat, harusnya diperiksa akar budaya Eropa apakah ke Roma, Mesir atau ke Babilonia, Asyur dll.

3. Argumen bahwa Alkitab tidak pernah menerjemahkan pesakh dengan easter tetapi dengan passover adalah keliru. Dalam Alkitab terjemahan Martin Luther (Jerman - 1523) pesakh diterjemahkan sebagai "osterfest," dan dalam terjemahan William Tyndale (1525) diterjemahkan ester. Andaikata ada kaitan antara kata oster atau ester dengan festival di bangsa-bangsa Eropa kuno yang merayakan musim semi dan fajar, maka pasti Luther dan Tyndale mengetahui itu dan telah mempertimbangkan bahwa aman memakai istilah yang berasal dari suatu perayaan yang tidak Kristen namun kini dikaitkan dengan peristiwa nyata kebangkitan Yesus Kristus dengan muatan makna teologisnya sendiri.

4. Memang dalam terjemahan2 Inggris berikutnya dipakai kata passover yaitu suatu kata yang diciptakan dari dua kata pass dan over seperti halnya atonement juga kreasi teologis untuk konsep istilah dalam Perjanjian Lama tentang penebusan-penyelamatan melalui kurban, dengan cara menggabungkan dua istilah: at-one-ment. Alkitab terjemahan Indonesia mengikuti bahasa Belanda pask (untuk pesakh) laku menjadi paskah.

5. Dalam memahami dan menghidupi kebenaran-kebenran Alkitab, kerap kita harus memutuskan apakah mengulang saja istilah dari asalnya (seperti pesakh ini), atau melakukan transliterasi (menjadi paskah), atau melakukan penerjemahan (misalnya passover, atau dalam bahasa Indonesia "keluaran"). Coba kita pikirkan mana lebih baik, mengikrarkan Pengakuan Iman Rasuli atau Doa Bapa Kami dalam bahasa Latin dengan fasih tetapi tidak mengerti artinya (seperti yang terjadi sebelum era Reformasi; atau seperti dalam penghayatan iman-kepercayaan lain) atau membunyikannya ke dalam ucapan yang lebih akrab dengan telinga Indonesia atau menerjemahkannya?

6. Pilihan dari tiga opsi di atas tidak mudah. Luther rupanya memilih yang terakhir yaitu menerjemahkan ke dalam ungkapan yang kontekstual dikenal dalam budaya setempatnya. Passover maju lebih jauh lagi, yaitu dengan mencipta suatu istilah baru yang menerjemahkan konsep dari istilah asalnya. Perlu kita ketahui bahwa iman Kristen hakikatnya adalah iman pada tindakan Allah menerjemahkan dirinya menjadi manusia - yaitu berinkarnasi dalam diri Yesus. Seandainya Allah tidak datang berkemah dalam tubuh-roh seorang Yahudi bernama Yesus, Allah pastinya tidak kita kenal. Iman Kristen menganjurkan prinsip penerjemahan! Dalam Perjanjian Lama Allah bahkan mengambil nama dewa yang sudah dikenal di Mesopotamia untuk merujuk ke diri-Nya, yaitu EL dan ELOHIM. Dalam Perjanjian Baru, karena Injil sudah memasuki berbagai budaya bangsa-bangsa dunia, Allah disebut Theos, Yeshua menjadi Yesus, firman-Nya datang dalam bahasa Yunani, meski percakapan keseharian Yesus dalam khotbah2Nya kemungkinan besar diucapkan dalam bahasa percakapan orang Yahudi waktu itu (seperti "Abba" untuk bapa) dalam bahasa Aram. Maka iman yang benar-benar alkitabiah justru menganjurkan pendekatan penerjemahan bukan pengulangan istilah asli atau transliterasi.

7. Dengan sedih perlu kita katakan bahwa gerakan gencar akhir-akhir ini yang ingin sedikit-sedikit bernuansa Yahudi sebenarnya adalah gerak mundur. Allah Abraham ingin menjadikan Abraham berkat bagi bangsa-bangsa; Yesus yang bangkit dan naik ke surga adalah Tuhan yang harus diakui oleh semua lutut dan semua mulut - dan dalam Yesaya (juga Wahyu) Raja langit dan bumi sejatinya akan disembah oleh segala bangsa dan berbagai manifestasi budaya-budaya dunia yang sudah dikuduskan - bukan segalanya mengalami pen-yahudian. Menyebut kebangkitan Yesus sebagai pesakh atau passover sepertinya "aman" dari distorsi kafir; tetapi, apakah istilah-istilah itu tidak hanya mengulang peristiwa pembebasan orang Yahudi mulai dari peristiwa sepuluh tulah, darah anak domba yang dioles di ambang pintu rumah orang Yahudi, makan roti tak beragi, menyeberang laut Merah? Atau bukankah kematian-kebangkitan Yesus merupakan suatu peristiwa dari sesuatu yang jauh lebih dalam dan luas yang hanya dapat dibayangkan oleh pesakh orang Yahudi? Yaitu, suatu kemenangan baru, keluaran baru, kelepasan bukan dari Mesir dan dari maut fisik belaka, tetapi kelepasan dari dosa dan maut?

Nah, semoga dengan paparan dan saran ini - kita boleh dengan iman yang teguh pada Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit dari maut - mengucap Selamat Paskah, Selamat Keluaran Baru, Happy Easter, Victorious Life in the Risen Christ - Haleluyah