Jumat, 20 Januari 2017

Manusia (3)

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka...TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.  Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu... Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." .-- Kejadian 1:26-27, 2:7-8, 19-23 

Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:  -- Mazmur 8:5-7

Meski sama mengisahkan Penciptaan, ada pergeseran gaya tulisan, isi dan sudut pandang dari Kejadian 1 ke Kejadian 2. Pasal 1 menempatkan Allah di pusat dan alam semesta dibentangkan dari perspektif Dia; Pasal 2 Tuhan memberikan peran lebih besar pada manusia atas alam semesta. Pasal 1 hanya menyebutkan Allah dengan berfirman mencipta manusia sebagai gambar-Nya, laki-laki dan perempuan; Pasal 2 menceritakan dalam gaya puitis bagaimana detailnya Tuhan mencipta manusia, dibentuk dari debu tanah lalu dihidupkan oleh nafas-Nya, Ia membuat manusia tertidur, mengambil tulang rusuknya, dan dari tulang rusuk itu menciptakan Hawa yang menjadi pasangan sepadan Adam. Pasal 1 Allah mencipta alam dan isinya dan memerintah manusia untuk mengelolanya; Pasal 2 alam dan isinya dicipta untuk manusia, manusia ditempatkan di taman yang asri, dan Tuhan memberi perintah bagaimana hidup sebagaimana yang Ia maksudkan. Pasal 1 Allah disebut sebagai Elohim, Allah Pencipta; Pasal 2 Ia adalah TUHAN Allah (YHWH), Nama perjanjian, Tuhan yang menjadikan diri-Nya rekan dan sahabat untuk manusia makhluk ciptaan-Nya. Pasal 1 Allah menamai ciptaan-Nya, namun Pasal 2 hak Allah untuk mendefinisi itu diberikan kepada manusia atas segala makhluk hidup. Betapa ajaibnya rencana global Allah untuk alam semesta dan rencana eksklusif TUHAN untuk manusia, dan dalam perspektif inilah kita melihat betapa dahsyat manusia dalam sifat dan potensi, posisi dan peran sebagai gambar-rupa Allah. 

TIPS: Sering-sering bercermin sambil berkata, puji Tuhan aku gambar-rupa-Nya, Ia TUHAN Perjanjian untukku, aku dipercaya menjadi wakil-Nya menyelenggara dunia ini, Ia dan aku dalam relasi untuk tumbuh-kembangnya maksud-maksud kekal-Nya.

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hokum.

Kamis, 19 Januari 2017

Manusia (2)

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita..." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka... TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup... TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."  -- Kejadian 1:26-28; 2:7, 18, 21-23

Allah Kasih adanya, manusia yang adalah gambar-rupa-Nya pun bersifat dan berpotensi kasih. Allah adalah Pribadi-pribadi sepadan, serasi, semisi, setujuan, manusia gambar-Nya pun dimaksudkan Allah untuk demikian. Di dalam kesegambaran itu terdapat beragam misi antara lain agar manusia menjadi komunitas, maka Allah secara khusus melekatkan kepada kasih universal antar manusia dengan kasih eksklusif antar pribadi-pribadi berbeda gender yaitu lelaki dan perempuan dalam hubungan suami-istri. Kasih universal adalah bingkai, kasih eksklusif adalah daya intinya. Allah melekatkan kepada kasih eksklusif keragaman gender dan seksualitas khas kita: laki-laki dan perempuan. Dan universalitas-eksklusivitas kasih ini ditempatkan Allah sebagai daya yang menumbuh-kembangkan jejaring realitas dunia dan bumi kita. Maka hal ini patut kita syukuri, pelihara dan hormati. Mari kita hormati Allah dan diri kita dengan mengembangkan universalitas-eksklusivitas kasih manusia ini dalam lingkup kesetaraan dan keragaman gender serta sifat khas seksualitas masing-masing kita dengan pertolongan kuasa kasih-kudus-Nya.

TIPS: Perhatikan orang lain untuk menemukan diri sendiri. Kasihi orang lain sebagaimana kita mengasihi diri sendiri maka kasih diri sendiri tidak mengerdil melainkan mengembang.

Doa & Syafaat: Kita hidup dalam zaman yang mengabur-kacaukan maksud ilahi tentang gender dan seksualitas. Mohon kemurahan-Nya karena kita mungkin terpengaruh, mohon kuasa-Nya untuk kita menghidupi maksud ilahi untuk manusia, mohon anugerah-Nya agar orang Kristen dan gereja dapat menjadi garam dan terang bagi mereka yang bergumul tentang gender dan seksualitas dirinya.

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hokum.

Rabu, 18 Januari 2017

Manusia (1)

Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan -- Ayub 7:17

Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. -- Kejadian 1:24-31

Apakah manusia sejatinya? Di sekolah kita belajar jawab untuk pertanyaan ini sebagai: Manusia adalah makhluk sosial, makhluk ekonomi, makhluk pekerja. "Makhluk" adalah penghalusan dari "binatang", yang membedakan manusia dari binatang adalah manusia merupakan binatang berpikir, binatang bermoral, binatang pembuat alat, binatang berbahasa. Benarkah ini? Perhatikan di tiap hari penciptaan Allah membuat sesuatu yang khas jenisnya: terang dipisah dari gelap, cakrawala membagi air, air dan daratan, jenis tumbuh-tumbuhan, bentuk hidup di udara dan dalam air, di hari keenam Allah mencipta binatang dan manusia. Maka manusia memang dicipta di tahap penciptaan terakhir sesudah binatang (1) dan di pasal 2 binatang dan burung sama dicipta dari tanah. Namun ada keistimewaan manusia ketimbang binatang. Siapa yang dicipta sebagai gambar dan rupa Allah? Siapa yang tidak sekadar diperintahkan untuk ada tetapi dibentuk dengan "tangan" dan dihidupi oleh nafas Allah? Siapa yang menamai apa? Siapa yang dipercayai dengan misi jelas keber-ada-annya ? Bekal potensi apa yang diberikan Allah untuk pelaksanaan misi itu? Siapa yang cara keberlanjutannya secara khusus ditanamkan dalam pembedaan jenis kelamin dan hubungan kasih dan pembentukan komunitas? Dalam hal apa sajakah keagungan manusia kita temukan dalam paparan Kisah Penciptaan?

TIPS: Jadikan hakikat Gambar/Rupa Allah poros dari sikap-tindak ekonomi, politis, komunitas, kerja, budaya, dlsb. kita dalam hidup ini, supaya dengan kita memuliakan Tuhan kita terbukti memang mulia.

Doa & Syafaat: Supaya anugerah Allah menolong generasi muda dan keluarga kita aktif menghidupi keutamaan kita di atas binatang.

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hokum.

Selasa, 17 Januari 2017

Penciptaan (10)

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: ... Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya... Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. -- Kejadian 1 & 2

Di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang. Adapun makhluk yang pertama seperti singa, yang kedua sama seperti anak lembu, yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan yang keempat seperti burung nasar yang sedang terbang. Masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang." Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."  -- Wahyu 4:6-11

Alkitab tidak mengajarkan penciptaan adalah akibat dari konflik antara para dewa, atau hasil dari dewa yang lebih rendah, sebagaimana yang diajarkan dalam mitos-mitos penciptaan berbagai bangsa di dunia ini. Allah adalah satu-satunya yang kekal, di samping Dia tidak ada yang lain setara dengan-Nya. Maka kita tidak boleh -- sadar atau tidak sadar -- memandang konflik baik dan jahat seakan dua kekuatan yang sama kuat dan abadi. Memang ada kejahatan dan sumbernya yaitu Iblis, tetapi sebagaimana gelap adalah ketiadaan terang demikian pun kejahatan tidak bersubstansi melainkan hanya disebabkan terjadinya penyimpangan dari kebaikan. Iblis sumber pencobaan, kejahatan dan berbagai kemalangan adalah makhluk yang diciptakan Tuhan. Kedudukannya lebih rendah dan sudah dikalahkan oleh Tuhan Yesus. Maka dalam segala teori dan praktik kita dalam keseharian dan pelayanan hendaknya kita mengingat prinsip Penciptaan, kemenangan Kristus, kemakhlukan dan kekalahan iblis serta memperlakukan segala masalah yang kita hadapi dalam perspektif ini. Allah yang kasih adanya adalah pemrakarsa penciptaan, maka Alkitab mengajarkan segala, seluruh, setiap ciptaan adalah baik dan sungguh amat baik adanya. Zat, materi, energi, tumbuhan, unggas, isi lautan, binatang, tubuh manusia -- semua sungguh baik adanya. Karena itu kita patut bersyukur akan kasih-Nya yang menghasilkan semua yang baik dalam dunia kita dan mengelola serta memelihara secara bertanggungjawab dalam perspektif kasih dan dalam relasi kita yang benar dengan Tuhan. 

TIPS: Perlu introspeksi adakah yang secara konsep atau praktis, sadar atau tidak, kita berikan kedudukan setara Allah Pencipta Mahakasih Mahakuasa, dalam kehidupan kita.

Doa & Syafaat: Agar orang Kristen dan gereja memuliakan KeTuhanan Allah atas tatanan ciptaan -- materi, sosial, ekonomi, politik, ekologis.

Senin, 16 Januari 2017

Penciptaan (9)

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." ... Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan.. -- Kejadian 1 & 2

Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." -- Markus 12:29-31

"Gambar dan Rupa" Allah -- apa arti dan maksud ke-ada-an kita manusia ini? Ada yang mengartikan itu adalah berbagai potensi dan kapasitas serta tugas manusia, seperti: berpikir, mengelola, membudi-daya bumi, dlsb. Tidak salah, namun kita perlu memiliki pengertian sesuai gambaran penuh menurut paparan 2 pasal pertama Kejadian. Manusia adalah satu-satunya yang lahir dari diskusi ilahi: "Marilah Kita (jamak) menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Kita," lalu "diciptakan-Nya (tunggal) manusia demikian adanya. Berarti di inti terdasar manusia ada sifat Allah yang kasih adanya yaitu Tiga Pribadi yang sezat, sehakikat, setujuan, sederap, serasi dalam segala sesuatu, "Kita" yang secara simultan adalah "Aku" adanya. Demikianlah sifat relasional manusia ini, kasih harus menjadi poros dari semua potensi dan misinya untuk mengelola bumi, mengendali (menamai) binatang, mengembangkan kehidupan (beranak-cucu). Dengan menjaga relasi dengan Allah yang Kasih adanya, kita disanggupkan menjadi kasih adanya juga dalam hubungan familial dan sosial kita, juga dalam relasi tatanan berikut seperti politis, ekonomi, pendidikan, keilmuan, pekerjaan, dlsb. Kasih adalah hakikat kesegambaran kita dengan Allah, maka mari miliki relasi yang intim dengan Allah Kasih itu, sampai mewujud dalam relasi familial, komunal, kerja, dlsb. di mana pertimbangan dan keputusan kita adalah "kita" dan "aku" yang harmonis, tidak saling mengabaikan apalagi menindas.

TIPS: Bersikap dan bertindaklah kepada siapa pun sebagaimana kita ingin ia bersikap dan bertindak kepada kita. Karena mereka adalah kita dan kita adalah mereka juga.

Doa Syafaat: Agar komunikasi yang mempertemukan keberbagaian dan kesatuan ini mewujud makin nyata mulai dari keluarga dan gereja sampai ke dunia pertetanggaan, pekerjaan, pertemanan, dst.

  • Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.-- 1 Korintus 1:9

Sabtu, 14 Januari 2017

Penciptaan (8)

Allah melihat bahwa semuanya itu baik... Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik... -- Kejadian 1 & 2
 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya. - Yakobus 1:17-18

Setiap kali selesai satu tahap penciptaan penilaian Allah tentang keadaan dan kenyataan ciptaan itu adalah "baik" adanya. Artinya ciptaan tertentu itu baik, bagus, elok, menyukakan, sesuai sebagaimana seharusnya menurut rancangan Allah yang sempurna. Sesudah setiap tahap penciptaan dinilai Allah baik adanya, di tahap terakhir ketika semuanya telah tercipta Allah menilai keseluruhan dari masing-masing ciptaan yang baik itu adalah teramat-sangat atau luar biasa baik adanya. Dalam tiap tahapan penciptaan itu sendiri, telah terdapat sifat keberagaman -- yang paling jelas tentu adalah benda-benda angkasa, beragam makhluk di udara dan dalam air, beragam jenis tanaman, beragam jenis binatang. Secara terbatas keberagaman ini mencerminkan keberagaman dalam diri Allah yang Esa itu yang dalam keragaman pribadi-Nya dengan peran masing-masing sebagai Bapa, Anak, Roh secara bersama dan serasi menghasilkan keaneka-ragaman yang sungguh dahsyat baik adanya. Dalam agrikultura kita mendapat informasi bahwa keanekaragaman tanaman lebih sanggup melawan hama ketimbang kebun yang hanya sejenis tanaman. Tidakkah semua ini dapat kita simpulkan bahwa -- dalam bingkai keserasian dengan penyataan firman -- keanekaragaman dalam penghayatan kerohanian, keberbagaian aliran gereja, perbedaan cara melihat dan menerapkan hubungan kita dengan Tuhan dan dengan sesama justru adalah yang sungguh amat baik adanya dan justru sangat perlu dalam dunia ini. 

TIPS: Jangan memutlakkan pengalaman, pengertian, ajaran, tradisi gerejawi yang kita akrabi sampai kita cenderung memberhalakan dan tertutup terhadap kehadiran dan pekerjaan Allah dalam Kristen aliran lain. 

Doa Syafaat: Untuk berkat hadirat-Nya dalam semua ibadah gereja yang menyembah dan meninggikan Allah Tritunggal dalam terang isi Alkitab.

Jumat, 13 Januari 2017

Penciptaan (7)

Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap... Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian... Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik... Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik... -- Kejadian 1 & 2

Tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. -- Filipi 2:12-13
Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku. -- Kolose 1:29

Penciptaan menyingkapkan bagi kita cara kerja Allah. Ada beberapa hal penting terlihat dari cara Allah mencipta. 1. Allah mencipta segala sesuatu yang ada -- materi, benda, makhluk -- yang tadinya tidak ada menjadi ada dengan berfirman dan dalam naungan Roh. Ini disimpulkan sebagai Creatio ex nihilo -- Penciptaan dari ketiadaan. 2. Selain meng-ada-kan, Allah melakukan juga pengaturan yaitu dengan memisahkan, semisal terang dari gelap, mencipta cakrawala yang memisah air yang di atas dari air yang di bawah, mengumpulkan air sehingga terjadi daratan. 3. Selain mencipta sebagai tindakan dari luar Allah juga mencipta dalam tindakan dari dalam ke luar. Kata yang digunakan dalam penciptaan tumbuh-tumbuhan dan binatang adalah "bumi menumbuhkan tanaman" dan "bumi mengeluarkan binatang" seakan potensi yang ada di dalam bumi yang telah dicipta Tuhan di awalnya (Creatio ex nihilo) dimungkinkan untuk mengeluarkan lebih lanjut potensi-potensi di dalamnya. Merenungkan cara kerja Allah dalam Penciptaan ini berguna untuk kita terapkan dalam kehidupan rohani pribadi, keluarga, pengembangan komunitas, pelayanan, masyarakat, dunia kerja, dlsb. Kerap kita beranggapan bahwa yang mukjizat atau karya Allah yang sungguh ilahi harus yang bersifat dari luar (intervensi), sedangkan yang diwujudkan dari dalam ke luar dengan melibatkan kerjasama manusia dianggap kurang mukjizat. Ketika Allah melahir-barukan orang percaya Ia menciptakan sifat kudus ilahi di dalam kita (intervensi) yang memungkinkan tumbuhnya di dalam kita iman, tobat, taat, proses kekudusan, pertumbuhan karunia-karunia Roh, dst. Dengan pengertian yang kaya tentang cara kerja Allah ini, kiranya kita tidak keliru berdoa-berharap dan berupaya dalam hal rohani, kerja, keuangan, keluarga, pelayanan, dlsb. Tuhan yang mencipta, adalah juga Tuhan yang mengatur, mengendali, melibatkan kerjasama kita dan menjadikan kita rekan sekerja-Nya. Puji Tuhan.

TIPS: Tuhan sama beracara dan berdaulat baik di dalam doa dan penyembahan, seperti di dalam penggunaan otot dan otak.

Syafaat: Kiranya nyata belas-kasih dan pemerintahan Tuhan dalam berbagai layanan baik rohani, pendidikan, ekonomi, budaya, dan khususnya politik di Indonesia. 

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hokum.

Kamis, 12 Januari 2017

Penciptaan (6)

... Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala." Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."... -- Kejadian 1 & 2

Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya, ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras, ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi, aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya; aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku. -- Amsal 8:27-31

Apa kesimpulan kita tentang kata (firman) Allah dari Penciptaan? Pasti bahwa kata-kata Allah itu berkuasa. Juga berhikmat karena dapat kita lihat betapa rumit namun serasi semua yang dicipta oleh kata-kata Allah itu. Mari kita selidiki lebih jauh berbagai hal terkait dengan kata-kata Allah yang juga merupakan sifat hakikinya bersama dengan sifat kuasa dan hikmat ini. Sudah kita perhatikan bahwa penciptaan melibatkan kegiatan Roh Allah. Maka kekuasaan kata-kata Allah harus dipahami berbarengan dengan aktivitas Roh di dalam kata-kata Allah. Ini dapat juga dimengerti dalam ungkapan yang sering diperdengarkan dalam nubuatan para nabi bahwa "kecemburuan TUHAN akan melaksanakan" apa yang di-kata-kan dalam nubuat bersangkutan. Kecemburuan Tuhan ini tentu berhubungan dengan kasih-setia-Nya yang menginginkan agar umat-Nya mengalami shalom dan merespons Dia dalam kasih yang setia juga. Maka kecemburuan Tuhan juga berkait dengan sifat adil, benar dan kudus Tuhan. Jadi kata-kata Allah (firman Allah) selalu berkuasa, berhikmat, penuh kasih, adil, benar, kudus. Mari kaitkan dengan kata-kata kita manusia. Ajaran tentang kuasa dalam -- seperti memperkatakan dan/atau mengklaim hal, seperti: sehat, kaya, pintar, berhasil, dlsb. yang diyakini berkuasa sesungguhnya ada benarnya namun harus benar-benar dipraktikkan dengan prinsip di atas: sejauh hal tersebut serasi-sesuai sifat-sifat firman Allah yang kasih, adil, benar, kudus, setia, dan bukan semata mau-mau kita sendiri berdasarkan spiritualitas egoistis kita. Jadi memang orang percaya harus tidak malu berkata-kata tentang Kristus (bersaksi), bicara benar, menggarami, mengoreksi, membangun orang lain, tidak bicara hal yang gelap, tidak benar, kosong. Juga kita boleh berdoa dalam semangat mengklaim kebenaran janji-janji firman untuk keseharian kita sejauh itu kita lakukan bukan seolah doa/kata-kata kita berkekuatan mantra/jampi melainkan iman-harap-kasih kita memastikan kata-kata doa klaim kita itu sungguh melekatkan diri kepada kecemburuan kasih Tuhan untuk kita. Jadi kata-kata klaim kita berkuasa sejauh itu sesuai kata-kata Allah dan kita hidupi.

TIPS: Banyak tips di atas yang perlu diresapi secara kritis dan direspons.
Doa & Syafaat: Kita hendaknya berani belajar berdoa yang kaya sifat penyembahan, pengakuan, penyerahan, keberanian menempatkan diri sendiri, keluarga, gereja, komunitas di dalam apa yang kata-kata Tuhan bicarakan.

Rabu, 11 Januari 2017

Penciptaan (5)

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air...  Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. -- Kejadian 1:1-2, 11-12.

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. -- Yohanes 1:1-3

Allah Mahapencipta, sungguh besar kuasa-Mu, ajaib hikmat-Mu, menyeluruh kasih-Mu. Sungguh Engkaulah Khalik langit dan bumi serta segenap isinya -- oksigen, nitrogen, kalsium, kalium, hidrogen... udara, air, berjuta jumlah dan ragam burung, serangga, binatang, pohon, hutan, gunung, lembah, sumber-sumber alam dan daya ... ya semua, termasuk diri kami dengan ajaib-rumit sistem tubuh-jiwa-roh kami, nafas, potensi, ide,  darah, otot, otak, intelijensia, tenaga... oh Tuhan semua ini milik-Mu. Engkaulah yang mencipta, memelihara, memiliki, mengatur untuk kebaikan bersama seluruh makhluk ciptaan-Mu. Ampuni kami kerap khawatir, kikir, serakah, rakus, miskin-hati, memuja-mengandalkan-menyembah yang bukan Engkau. Tolong kami mempraktikkan kebenaran iman ini menjadi kebenaran faktual keseharian kami. Amin.

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hokum.

Selasa, 10 Januari 2017

Penciptaan (4)

Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama... Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua... Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga... Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat... Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima... Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. (Kejadian 1:3, 5, 8, 19, 23, 31)

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. -- Efesus 2:8-9

S'mua kar'na anug'rah-Nya, dib'rikan kepada kita... Demikian lagu indah yang dengan tepat menyiratkan bagaimana Tuhan memperlakukan manusia, bukan saja dalam penciptaan baru (penyelamatan) melainkan sudah dari mulanya dalam penciptaan asali. Allah mencipta segala sesuatunya lengkap sebelum terakhir mencipta manusia sang mahkota ciptaan. Ia menyediakan segala sesuatu yang manusia perlukan untuk dapat hidup berkelimpahan dan mengerjakan mandat yang Ia percayakan kepada manusia. Cara Kejadian menghitung waktu menegaskan prinsip anugerah ini. Alkitab menghitung hari bukan sebagai pagi dan petang, tetapi sebagai petang dan pagi. Hari dimulai bukan dengan periode untuk manusia bekerja tetapi dengan periode ketika manusia tidur. Hari manusia melaksanakan tugas untuk mengelola bumi mulai sesudah ia lebih dulu menikmati hari perhentian (Sabat), baru sesudah itu mulailah hari pertama kerja manusia. Singkatnya prinsip hidup manusia bukan berdasarkan jasa tetapi berdasarkan anugerah. Dilayani baru melayani, dikuatkan baru bekerja, dicukupi baru menghasilkan. Meski dengan mendayu-dayu kita nyanyikan prinsip ini dalam lagu indah tadi, tetapi dalam praktiknya banyak orang Kristen tidak menganut prinsip anugerah tetapi prinsip jasa, baik untuk dirinya dan akibatnya juga terhadap orang lain: seperti, dalam pola kita mendidik anak, dalam pergaulan keseharian, dalam hubungan suami-istri, dalam perlakuan kepada partner kerja terutama bawahan, dlsb. Jika kita sungguh sudah menikmati anugerah Tuhan, tidaklah klop bila kenyataannya perlakuan kita terhadap sesama hampa kemurahhatian. 

TIPS: Prinsip jasa atau prinsip anugerah yang lebih menciptakan iklim yang memanusiakan manusia? 

Doa & Syafaat: Mohonlah Roh menunjukkan entah dalam hubungan keluarga, pertemanan, pekerjaan kita ternyata jauh dari mempraktikkan anugerah. Mohonlah Roh meniatkan kita mewujudkan anugerah dalam berbagai kegiatan hidup kita dalam konteks apa pun.

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hokum.

Senin, 09 Januari 2017

Penciptaan (3)

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. -- Yesaya 42:3


Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. -- Kejadian 1:1-5

Firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan... Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya. -- Mazmur 33:4-6

Kata adalah ungkapan isi hati, ide, pemikiran, sementara nafas (roh) adalah esensi kehidupan, daya yang menghidupkan. Ketika Allah mencipta alam semesta yang ajaib, indah, menakjubkan ini, Ia mencipta, Roh melingkupi ketiadaan, Firman menjadikan ada segala sesuatu yang Allah ingin adakan. Demikianlah pola Allah berkarya, beroperasi. Ketika Allah melakukan penciptaan ulang manusia berdosa menjadi baru, pola yang sama berlaku. Roh Allah menyiapkan, menyertai sang Pelaksana yaitu Kristus sang Firman itu sendiri, dan Roh mewujudkan apa yang telah dikerjakan oleh hidup-mati-bangkitnya Kristus ke dalam diri orang pilihan-Nya. Pengikut Kristus sejati, Gereja yang Kudus dan Am adalah yang sungguh mengalami Firman dan Roh menyelamatkan, menyertai, melengkapi dan memberdaya. Tidak boleh terjadi pengkutuban atau pengekstriman. Hanya dengan setia kepada Firman dan penuh oleh Roh saja orang dan Gereja Kristen boleh menjadi kekuatan pembaruan yang tidak dapat dihentikan oleh kuasa maut sekalipun. 

TIPS: Benar atau sesat ditentukan oleh setia atau tidak kepada Firman; Hidup atau mati ditentukan oleh kooperatif atau tidak kepada kepenuhan Roh.

Doa & Syafaat: Agar kebenaran tentang kesatuan hakiki dan karya Firman dan Roh ini sungguh kita hidupi, alami, ajarkan dalam pribadi, keluarga dan kehidupan Gereja tanpa melihat aliran apa pun. 

Sabtu, 07 Januari 2017

Penciptaan (2)

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 
Bumi belum berbentuk dan kosong; 
gelap gulita menutupi samudera raya, dan 
Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. 
Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. 
Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. 
Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. 
Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." 
Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. 
Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua... -- Kejadian 1 & 2

Semoga kita tidak terjebak membaca Kejadian 1 dan 2 menjadi problematis saintifik, sebab sesungguhnya ini adalah pujian syukur umat terhadap keajaiban penciptaan oleh Allah dalam terang wahyu Allah sendiri mengenai sikap dan tindakan Allah terhadap alam ciptaan dimana kita hidup ini. Maka membaca dua pasal fondasional ini perlu sambil membayangkan dan meresapi di samping memikirkan dan merasakan. Coba perhatikan pengulangan ungkapan: "Berfirmanlah Allah," "Allah melihat ... itu baik," "Allah menamai itu..." Coba bacalah ulang dan ganti "Berfirmanlah" menjadi misalnya: berkatalah, bersabdalah, berujarlah, mengucap... Apa kesan kita tentang Allah dan tentang perkataan-Nya, tentang cara kerja-Nya mewujudkan kehendak serta rencana-Nya? Ketika membaca "Allah melihat ... itu baik," coba ganti misalnya dengan, "Allah menatap," "Allah memeriksa," "Allah menilai," bahkan "Allah berseru 'wow' bagusnya/indahnya/teraturnya...." Lalu, apa kesimpulan kita tentang bagaimana harusnya kita memperlakukan alam dan sumber-sumbr di dalamnya? Perhatikan juga bahwa di hari kelima muncul satu kata kerja baru yaitu "Allah memberkati" khusus menyangkut makhluk udara dan air. Apakah perilaku manusia kini "memberkati" isi udara dan air? Perhatikan juga bahwa Allah menamai semua ciptaan-Nya sampai di hari kelima, lalu ciptaan di hari keenam sebelum manusia tidak dinamai-Nya sebab...? Apakah sebenarnya arti dari "menamai" itu? Dan siapa yang Ia percayakan turut serta menamai binatang-binatang? 

Doa Respons & Syafaat: Menyangkut yang kita pelajari tentang Allah. Menyangkut respons kita terhadap firman-Nya. Menyangkut perlakuan kita terhadap sumber daya alami dalam dunia kerja dan santai kita. Menyangkut peran manusia dalam "memberkati" tatanan alam dan "menamai" makhluk-makhluk lainnya. 

Jumat, 06 Januari 2017

Penciptaan (1)

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama... -- Kejadian 1 & 2
Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. -- Kolose 1:15-17

Umumnya kita membaca kisah penciptaan dengan sudut pandang yang menegaskan kuasa Allah. Tidak salah, namun masih banyak unsur penting dan indah perlu kita tarik dari kisah penciptaan. Bacalah ulang Kejadian 1 dan 2 sambil coba merenungkan beberapa hal berikut: 1) Allah Tritunggal -- Bapa, Anak (Firman) dan Roh -- sesungguhnya dalam kekekalan ada dalam "dunia"-Nya sendiri yang sempurna, mulia, indah, dalam hubungan kasih kekal. Namun kasih-Nya meluap berkehendak mencipta alam semesta dengan segenap isinya yang di dalamnya terdapat gambar-Nya. Maka penciptaan adalah buah kasih Allah, mirip (terbatas) anak-anak adalah buah kasih suami-istri. 2) Perhatikan bagaimana kerjasama serasi serempak terjadi antara peran Bapa, Anak (Firman), Roh. Ini merupakan gambaran komunitas semestinya: ada peran masing-masing, kehendak masing-masing, kekhasan masing-masing namun masing-masing serasi, seirama, sederap dengan lainnya. Kiranya Tuhan menolong keluarga, gereja, dunia kerja kita boleh makin menyerupai kerjasama Tritunggal ini oleh anugerah-Nya. 3) Allah menyediakan dan mengatur segala sesuatu untuk kedatangan sang manusia, gambar-Nya sendiri. Dunia manusia sebagai gambaran kerja-Nya harusnya juga demikian, yang senior yang lebih berpengalaman bukan menindas yang junior tetapi menyediakan segala sesuatu yang perlu supaya yang baru datang sanggup berperan dengan baik. Kiranya keluarga, gereja, dunia kerja kita pun demikian.

Betapa mulia Engkau, Tuhan Pencipta telah mengungkapkan diri-Mu, kasih-Mu, kuasa-hikmat-Mu dalam ciptaan. Tolong kami belajar dari penciptaan prinsip untuk kami hidupi, supaya kami boleh sungguh menggambarkan-Mu. Amin.

Kamis, 05 Januari 2017

Carilah Tuhan

Aku berseru dengan segenap hati; jawablah aku, ya TUHAN! Ketetapan-ketetapan-Mu hendak kupegang. Aku berseru kepada-Mu; selamatkanlah aku! Aku hendak berpegang pada peringatan-peringatan-Mu. Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu. -- Mazmur 119:145-147
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. -- Filipi 4:6-7
Tantangan dan kesukaran hidup adalah kesempatan untuk kita lebih sungguh mencari Allah --.persis seperti pohon mengirimkan akar-akarnya lebih dalam di musim kering. Itulah kesempatan untuk iman kita diuji dan diri kita disejatikan, untuk perspektif doa dan perenungan firman kita beralih fokus dari diri sendiri ke pribadi Allah dan penyataan firman-Nya, untuk prioritas kita diubah dari dunia ini ke kerajaan-Nya. Kesempatan untuk mencari Tuhan dalam doa dan perenungan firman -- mencari diri Tuhan sendiri -- lebih dari sekadar sebagai pemberi berkat-kuat-sehat-hikmat perlu kita kembangkan tanpa bergantung pada senang atau susah sikon kita. Saat kita membaca firman mintalah pencerahan Roh, saat kita berdoa doalah sesuai pencerahan yang kita terima dalam perenungan firman, mintalah pertolongan Roh agar kita boleh berjumpa Tuhan ketimbang hanya tahu atau mengerti kognitif atau merasa nyaman karena telah melakukan kebiasaan keagamaan -- carilah Tuhan sampai Ia sungguh kita jumpai dan perspektif serta diri kita -- ditobatkan ulang, diubahkan.
Bapa surgawi, terima kasih bahwa doa dan firman bukan sekadar cara tetapi boleh sungguh menjadi relasi nyata kami dengan Engkau, Engkau dengan kami. Tolong kiranya Roh-Mu menolong kami mengakarkan kehidupan kami dalam sumber-sumber-Mu melalui perjumpaan-perjumpaan nyata dalam firman dan doa. Amin.

Rabu, 04 Januari 2017

Spiritualitas Sejati


Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit. Karena Engkaulah yang menyelamatkan bangsa yang tertindas, tetapi orang yang memandang dengan congkak Kaurendahkan. Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku. Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati tembok. Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya. -- Mazmur 18:26-31

Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. -- Lukas 6:35, 36

Tuhan yang kami kasihi, tolong dalam tiap interaksi dengan sesama agar kami mengingat kasih-setia-Mu dan semua perlakuan-Mu yang penuh anugerah yang telah kami terima dari-Mu agar kami mau dan mampu bersikap sama bukan berdasarkan pertimbangan kepatutan secara manusiawi. Demi Yesus. Amin.

TIPS:  SIkap dan tindakan sosial kita adalah cermin kesejatian spiritualitas kita.

Doa Syafaat: Supaya orang Kristen dan gereja-gereja memiliki Spiritualitas yang seimbang-penuh dalam unsur-unsurnya: Penyembahan-Menyaksikan Injil-Pengajaran-Tindakan Sosial

Aku hendak mewartakan kasih TUHAN dan memuji Dia karena segala perbuatan-Nya. Dengan limpah Ia memberkati umat-Nya, karena Ia berbelaskasihan dan kasih-Nya tidak berkesudahan.

Selasa, 03 Januari 2017

Kebaruan Hidup

Tindakan-Mu adil, Kauhukum kami yang berdosa; Kau tetap setia walaupun kami penuh cela. -- Nehemia 9:33
Sebab dahulu kita sendiri juga bodoh, sesat dan tidak taat. Kita diperhamba oleh bermacam-macam nafsu dan keinginan; kita hidup dengan niat-niat jahat dan iri hati, serta saling membenci. Tetapi Allah, Penyelamat kita menunjukkan kasih dan kebaikan hati-Nya kepada kita. Ia menyelamatkan kita, bukan karena kita sudah melakukan sesuatu yang baik, melainkan karena Ia sendiri mengasihani kita. Ia menyelamatkan kita melalui Roh Allah, yang memberikan kita kelahiran baru dan hidup baru dengan jalan membasuh kita. Allah mencurahkan Roh-Nya kepada kita dengan perantaraan Yesus Kristus, Raja Penyelamat kita, supaya oleh rahmat Yesus, kita berbaik kembali dengan Allah dan kita mendapat hidup sejati dan kekal yang kita harap-harapkan. -- Titus 3:3-7
Tuhan penuh anugerah, kami kerap tidak menjalani jalan-jalan-Mu. Terima kasih Engkau memperlakukan kami bukan seturut ketidak-taatan kami tetapi sesuai kasih-setia-Mu. Ingatkan kami bahwa yang lama sudah berlalu dan tidak lagi berkuasa atas kami. Tolong kami ingat bahwa kami adalah manusia baru yang sepatutnya menghidupi kebaruan dari-Mu dalam zaman baru yang sedang Kau wujudkan. Syukur dalam nama Yesus. Amin.
TIPS: Penting kita ingat: 1) Allah bukan manusia; respons dan perlakuan Allah kepada kita tidak seperti lazimnya kita kepada orang lain, tidak menurut kepatutan manusia. Untuk mengenal Allah dengan tepat perlu bergaul dengan firman dalam pencerahan dari Roh Kudus. 2) Pergantian tahun membantu kita mengingat bahwa zaman lama sudah berlalu, hendaknya kita pun hidup dalam zaman baru yang Kristus kerjakan melalui karya penyelamatan-Nya.
Aku hendak mewartakan kasih TUHAN dan memuji Dia karena segala perbuatan-Nya. Dengan limpah Ia memberkati umat-Nya, karena Ia berbelaskasihan dan kasih-Nya tidak berkesudahan.