Jumat, 07 Desember 2012

Hari Kudus

Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. - Keluaran 20:8

Orang Puritan memiliki cara arif untuk mengungkapkan hari Minggu. Untuk mereka hari Minggu adalah Sabat Kristen, dan mereka biasa menyebutnya “hari pasar jiwa.” Jadi untuk mereka hari Minggu bukan untuk bermalasan, tetapi hari untuk berhenti dari urusan panggilan bumiah agar boleh mengejar urusan panggilan surgawi kita. Juga, bukan untuk menjadi beban membosankan, tetapi merupakan hak istimewa menyukakan; bukan puasa tetapi pesta; bukan kerja tak berguna tetapi alat anugerah.

            Agar mendapat manfaat penuh dari hari Minggu, mereka menasihati kita untuk menyiapkan diri – membebaskan diri dari hal-hal yang menyimpangkan perhatian dan beban lalu meluangkan waktu untuk memeriksa diri, pengakuan dosa dan doa pada hari Sabtunya.

            Ibadah umum harus menjadi pusat hari Minggu, dan orang Puritan tidak simpati pada mereka yang mengeluh tentang lamanya waktu ibadah, meski Baxter menasihati para pengkhotbah agar “berkhotbah dengan keseriusan yang hidup dan membangunkan pendengar… dan dengan metode yang mudah serta beragam isi yang bermanfaat agar orang tidak bosan dengan Anda.”

            Orang Puritan menegaskan bahwa keluarga harus berfungsi sebagai unit kehidupan benar di hari Tuhan, dengan kaum pria dalam rumah melakukan tanggungjawabnya untuk memperhatikan jiwa-jiwa dalam isi keluarganya. Pastor Puritan berbeda dari sejawatnya di zaman modern, tidak mengatur agar anak dan wanita menjangkau kaum pria tetapi sebaliknya.

            Ia juga berusaha menghindari jebakan legalisme (hanya memperhatikan pada hal yang tidak boleh dilakukan di hari Tuhan) dan Farisiisme (kebiasaan mencela orang bila terjadi pelanggaran dalam hal ini).

 
Kaum Puritan merasa bahwa kesukaan harus menjadi kunci ibadah umum. Apakah kesukaan merupakan ciri utama ibadah gereja Anda? Jika tidak, mengapa?

Tuhan, apakah kami memanfaatkan penuh alat anugerah-Mu ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar