Jumat, 21 Desember 2012

Karunia


Di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan… Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun.
1 Korintus 1:5, 7
 

Kita benar ketika mengatakan bahwa karunia-karunia rohani datang dari Roh (1Kor. 12:4-31). Namun kita selalu cenderung menganggapnya sebagai bakat (kesanggupan alami) atau suatu kesanggupan baru bersifat adikodrati (berbicara dalam lidah, menyembuhkan, menerima pesan langsung dari Allah untuk orang lain, atau lainnya). Kita belum terbiasa mendefinisikan karunia-karunia dalam rangka Kristus, sang kepala tubuh, dan karya-Nya kini dari surga. Dalam hal ini kita tidak alkitabiah.

            Paulus menjelaskan bahwa karunia rohani diberikan dalam Kristus, adalah pengayaan dari Kristus. 1 Korintus 12 mengandaikan perspektif yang berporoskan Kristus yang dijelaskan dalam 1 Korintus 1:4-7. Penting sekali kita melihat kebenaran ini, atau kita akan mengacaukan antara talenta alami dengan karunia rohani.

            Dalam Perjanjian Baru baik Paulus maupun rasul lain tidak memberikan definisi tentang karunia rohani. Penegasan Paulus bahwa penggunaan karunia membangun (1Kor. 14.3-5, 12, 17, 26; Efs. 4:12) memperlihatkan apa sesungguhnya suatu karunia rohani. Untuk Paulus, hanya melalui Kristus, di dalam Kristus, dan dengan belajar tentang serta merespon kepada Kristus, orang dapat dibangunkan. Maka karunia-karunia rohani harus didefinisikan dalam rangka Kristus sebagai kuasa yang dinyatakan untuk mengungkapkan, merayakan, menyingkapkan, dan mengkomunikasikan Kristus dengan berbagai cara, entah melalui perkataan atau perbuatan.

 
Apakah aku/gerejaku perlu diingatkan tentang kebenaran ini?

Tuhan Yesus, tolongku / kami untuk memahami karunia-karunia rohani yang telah Kau berikan untuk memperlihatkan sesuatu tentang diri-Mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar