Jumat, 07 Desember 2012

Kekudusan


Siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.

Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu. - 1 Petrus 1:13-15

 
Ayat-ayat ini memperingatkan kita terhadap tiga kejahatan yang dapat menghancurkan kehidupan Kristen kita. Pertama kelambanan – karena itu “siapkanlah akal budimu,” konsentrasilah! Yang kedua keteledoran, yang merupakan ciri orang mabuk – maka, “waspadalah,” disiplin dirimu, miliki tujuan hidup jelas dan waspadalah. Yang ketiga adalah pikiran bercabang, yaitu kejahatan yang diakibatkan karena terlalu memperhatikan daya tarik dunia ini dan tidak cukup memperhatikan prospek yang Allah janjikan bagi kita – maka “letakkanlah pengharapanmu seluruhnya” ke hari penyataan Yesus Kristus.

            Kehidupan kudus didorong oleh pengharapan kemuliaan dengan Kristus. Untuk orang Kristen seperti para pembaca Petrus dulu yang kini hidup di bawah rezim yang memusuhi Kristen, menghadapi kesukaran dan perlakuan buruk karena Kristus, pengharapan ini sungguh memberikan kestabilan dan penguatan.

            Pengharapan adalah motif yang berpengaruh besar untuk kehidupan kudus. Petrus lalu menambahkan dua hal lain. Pertama hak istimewa Kristen (18-21) yang memancar dari pengenalan akan tiga hal: pertama, nilai darah Kristus yang telah dicurahkan untuk mereka; kedua, kepedulian Allah atas penebusan mereka, yang telah menetapkan Anak-Nya untuk tugas itu sebelum mereka ada; ketiga, pengangkatan mereka menjadi putra-putri Allah melalui kelahiran baru. Motif kedua adalah rasa hormat mereka kepada Allah yang selain hakim yang adil juga berelasi dengan mereka sebagai bapa. Hormat anak-bapa inilah arti takut akan Allah (17).

 
Langkah apa harus ku ambil untuk membuat akal budiku siap? Apakah program gereja kita menjelaskan arti hal itu dan mendorong tindakan itu?

Tuhan, aku beranikan diriku dengan pemikiran tentang langit dan bumi baru yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar