Selasa, 28 Februari 2017

Injil Kerajaan

Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. -- Mazmur 145:13
Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah... Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" -- Markus 1:14-15

Inikah kabar baik yang selama ini kita hidupi akibat memercayai Tuhan Yesus? Injil keselamatan pribadi yaitu pengampunan dosa, jaminan surga di balik kematian, pembaruan hidup pribadi, jaminan mengalami hidup yang disertai, diberkati Tuhan? Sesuaikah itu dengan lingkup dan dimensi yang dipaparkan di awal Injil-injil khususnya Markus? Mari kita pertimbangkan beberapa hal ini. Pertama, "injil" bukan kabar biasa. Istilah "euangelion" ini dipinjam dari konteks politis Romawi, adalah kabar kerajaan yang membawa dampak menyeluruh ke seluruh kerajaan. Maka maksud para penulis injil menyebut hidup, kata, karya, kisah tentang Yesus sebagai Injil berarti Yesus Kristuslah yang mengubah hidup dalam skala dan dimensi dahsyat bukan kabar yang datang dari istana kaisar Roma. Kedua, ini diperkuat dengan penyebutan Kristus. Kristus bukanlah nama belakang / keluarga Yesus. Kristus adalah gelar yang Ia peroleh dan ditegaskan mulai dari beberapa tanda yang terjadi pada baptisan-Nya dan kemenangan-Nya dalam pencobaan lalu seluruh pelayanan-Nya berikutnya yang menunjukkan firman dan Roh hadir penuh mengurapi memancar kuat dalam diri-Nya. Ketiga, Injil disebut sebagai "Injil Kerajaan Allah."  Zaman itu kerajaan Romalah yang berdaulat, orang Yahudi adalah taklukan Romawi. Mereka menantikan seorang mesias / kristus yang akan memulihkan kejayaan kerajaan Yahudi era Daud di zaman Perjanjian Lama. Tetapi para kristus yang mengobarkan api pemberontakan terbukti tidak sekuat Romawi dan malah makin menyebabkan tekanan pada orang Yahudi. Kini datang kabar dahsyat tentang datangnya kerajaan yang lain -- bukan di bawah manusia atau dalam teritorial kekuasaan tertentu -- tetapi, kerajaan Allah. Dengan kata lain Yesus Urapan Allah mendatangkan rezim kekuasaan yang belum pernah dikenal manusia dan yang akan membawa perubahan drastis, radikal, multi dimensional: spiritual, sosial, psikologis, ekonomi, politis. Ini bukan injil inividualistik, spiritualistis, mistis, atau bahkan materialistis. 

Refleksi: Apakah sepadan dengan maksud Injil ini kenyataannya dalam bagaimana kita bermasyarakat, berbisnis, berkeluarga, bekerja, berdoa syafaat...?

Sabtu, 25 Februari 2017

Waktu-Nya = Waktunya

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. -- 2 Timotius 4:2
Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, 
Mar 1:15  kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" -- Markus 1:14-15

Waktunya -- waktu untuk Yesus mulai bicara, untuk Injil Yesus Kristus diberitakan, waktu untuk kabar baik kerajaan Allah dibeberkan di Galilea dan seterusnya ke seluruh dunia -- kapan itu? Waktu itu bukan kapan saja sementara kronos bergulir sebab yang dimaksud adalah waktu khusus dan tepat atau kronos! Pertama, sesudah Yesus penuh Roh, dibimbing Roh untuk diuji, dan lulus teruji melalui pencobaan iblis. Jelas prinsipnya di sini adalah seorang Yesus menjadi jelas ke-kristus-an-Nya (pengurapan Allah atas diri-Nya) sesudah melalui fase penyiapan dan ujian. Kedua, momen untuk giliran Yesus itu secara manusia terkesan kurang baik. Yaitu sesudah Yohanes Pembaptis dibunuh -- berarti sesudah gelora entusiasme penerimaan terhadap YP muncul gelombang penolakan yang didorong oleh tindakan si serigala penuh nafsu -- Herodes. Kendati demikian, itulah kronos untuk Yesus mulai dengan kabar baik-Nya. Sebab, di balik ancaman dan penolakan itu harus dilihat terjadinya usikan hati nurani kuat yang sedang bekerja dalam kebanyakan orang. Ketiga, dalam si-kon sosial-ekonomi-politik Israel dan dunia (Romawi-Yunani) waktu itu, Allah memang telah menyiapkan si-kon untuk datangnya euangelion -- kabar baik yang mengubah dunia itu. Pada semua ciri itulah -- kronos untuk Yesus sang Kristus tepat memulai karier pelayanan-Nya.

TIPS: Baik-tidak baik waktunya -- apabila Allah telah memanggil dan menyiapkan kita, apabila si-kon menjadi ranum bagi tindakan dari Allah -- itulah saat untuk kita taat melakukan rencana-Nya bagi kita. 

Doa & Syafaat: Agar tiga faktor kronos bagi lawatan Allah untuk Indonesia boleh berulang lagi kini.

Jumat, 24 Februari 2017

Kuasa (3)

Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.  -- Ibrani 4:15
Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia. -- Markus 1:10-13

Begitu Roh memenuhi Yesus dan konfirmasi terkoyaknya langit serta suara Bapa meneguhkan jatidiri-Nya, langsung Ia didorong oleh Roh yang sama untuk dicobai iblis di padang gurun. Pencobaan yang Yesus alami jauh lebih berat dan seram dari yang dicatat oleh Matius dan Lukas, sebab Ia dicobai sepanjang empat puluh hari berpuasa, di antara binatang-binatang liar. Apabila manusia pertama dicobai di taman yang asri oleh tipu daya iblis, Yesus di kondisi yang menggambarkan kondisi buruk akibat kegagalan Adam dan Hawa justru mengalahkan si pencoba. Manusia pertama gagal berpegang pada firman maka jatuh ke dalam tipu daya iblis, Manusia kedua berpegang teguh pada firman (lihat catatan Matius dan Lukas) dan bergantung terus pada pemenuhan dan pimpinan Roh Kudus, maka Ia berhasil menang menjadi manusia sejati sebagaimana rencana Allah mencipta manusia. Baru sesudah teruji: jatidiri-Nya tidak rancu, rencana Allah untuk-Nya tidak Ia ragukan, hubungan-Nya dengan Bapa tidak turun-naik, kuasa yang dimiliki-Nya tidak disalahgunakan untuk diri sendiri, baru sesudah semua itu diuji dan Ia teruji, sang hamba Allah ini siap untuk melancarkan kuasa-Nya dalam berbagai kata dan karya ajaib. 

TIPS: Semakin besar kuasa dan pengaruh kita semakin perlu kita diuji dan teruji dalam kemurnian konsep diri, sifat, motif, sikap, mentalitas dan tindakan.yang serasi firman dan bergantung penuh pada Allah.

Doa & Syafaat: Tolong semua kami, ya Tuhan Yesus yang menang agar kami juga mengikuti teladan-Mu dan berbagi kemenangan-Mu dalam berbagai aspek hidup dan peran kami. Demi sang Firman yang mewujudkan firman dalam hidup-Nya. Amin.

Kamis, 23 Februari 2017

Kuasa (2)

Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. -- Filipi 2:5-7

Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.... Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. -- Markus 1:11, 10-12

Yesus Kristus, Anak Allah namun rela mengambil posisi hamba bukan saja untuk melayani Allah tetapi untuk mengambil posisi manusia-manusia yang perlu bertobat dan dibasuh dari dosa-dosa mereka melalui air baptisan. Tidak ada berbagai penjelasan tentang asal usul kerajaan-Nya (silsilah dalam Matius), keluarga-keluarga yang melatari-Nya (silsilah Lukas) atau asal kekal-Nya sebagai sang Logos (Yohanes 1). Semua itu seolah dihapus dalam paparan Markus, namun tampil dalam bentuk lain yang mencengangkan dan menantang. Seluruh Injil Markus seakan menutupi dan menampilkan kemuliaan dan kuasa ilahi dalam kesahajaan seorang hamba. Ia tidak berdosa karena itu tidak seperti yang lain Ia dibaptis bukan dengan mengaku dosa; Ia kudus, berkenan kepada Allah dan dalam perendahan diri yang dahsyat itulah terjadi tiga hal yang dengan kuat mengokohkan keunggulan diri-Nya: - langit terkoyak, - Roh turun ke atas-Nya seperti merpati, dan - suara dari Bapa di sorga yang mengakui Ia Anak yang berkenan kepada-Nya. Kedahsyatan tiga kesaksian itu ditegaskan dengan pilihan kata "langit terkoyak" bukan "terbuka" (catatan Matius). Langit yang sekian lama sejak nabi terakhir PL tertutup dan membisu kini terkoyak dan suara Bapa mulai diperdengarkan lagi dengan dahsyat dan penuh dan tuntas di dalam sang Anak yang menghamba diri untuk melayani Bapa, dan melayani kita orang berdosa. Kuasa yang mengubahkan itu, yang mengubahkan kehidupan dalam segala seginya, Injil yang mencipta sejarah baru manusia itu, didapat di dalam Yesus yang lembut, yang rendah hati, yang patuh, yang melayani, yang menghamba diri. 

TIPS: Dari Yesus kita belajar: dalam hidup menghamba yang aktif mengosongkan diri, lembut, dan patuh kita membuka diri lebih penuh bagi kuasa dan maksud Allah lebih penuh.

Doa & Syafaat: Kiranya Roh menolong kita semua yang dalam berbagai tanggungjawab kuasa dan pengaruh untuk belajar prinsip penghambaan diri ini.

Rabu, 22 Februari 2017

Kuasa (1)

Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya,  -- Mazmur 62:12
Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus." Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. -- Markus 1:7-9

Luar biasa! Orang yang penuh daya tarik dan pengaruh itu mengaku sejatinya ia tidak layak dan tidak sekuasa Ia yang datang itu. Lalu, lebih dahsyat lagi bahwa ketika Ia yang dibicarakan itu datang, Ia malah memberi diri-Nya dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Untuk melihat kekayaan pesan dalam peristiwa baptisan Yesus ini perlu kita membaca catatan Markus dalam perbandingan dengan catatan Matius. Dengan meniadakan dialog Yesus dan Yohanes Pembaptis, Markus justru menegaskan betapa dahsyatnya kerendahhatian, kelembutan dan kepatuhan Yesus jauh melampaui Yohanes Pembaptis. Markus menekankan kuasa Yesus dalam kehambaan-Nya, jatidiri Yesus dalam tindakan tanpa perlu terlalu banyak polesan kata dan penjelasan. Memang semakin rendah hati, semakin tulus, semakin murah hati, semakin patuh kita dalam perbuatan iman dan kasih kita bagi Tuhan dan sesama, semakin kuasa dan pengaruh kita tidak terlalu membutuhkan banyak kata dan reklame. Marilah kita dengan sungguh memohon agar Ia membenamkan kita dalam Roh yang mengubahkankita menjadi sanggup menyerupai dan mengikuti pola kehidupan-Nya.

O Yesus yang rendah hati, masukkan aku lebih dalam ke dalam Roh-Mu agar aku sanggup lebih menyerupai-Mu: ekonomis dalam kata namun royal dalam kuasa dan perbuatan ajaib-Mu. Amin

Selasa, 21 Februari 2017

Injil (3)

tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. -- 1 Korintus 3:11
Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."  -- Markus 1:6-8

Yohanes Pembaptis unik dan luar biasa daya tariknya. Ia bukan nabi bukan juga pemberi injil sebab ia dinubuatkan oleh para nabi sebagai pelopor bagi sang pemberi injil. Apa yang membuat ia memiliki daya tarik begitu besar sampai orang-orang dari Yudea dan seluruh penduduk Yerusalem (ay 4) berdatangan untuk dibaptis olehnya? Sederhana, yaitu karena pewartaannya singkat, padat, tajam menusuk ke hati sanubari pendengar. Yaitu, "bertobatlah, beri dirimu dibaptis, Allah akan mengampuni dosa-dosamu." Tanpa kosmetik pemanis-penghalus, pesannya menembus langsung ke kebutuhan terdalam manusia. Sebelum tampil di arena publik ia hidup di padang gurun dengan gaya hidup yang bergantung penuh pada kemurahan pemeliharaan Allah. Ketika tampil ia menunjukkan dirinya adalah pesannya: sepenuhnya diabdikan kepada panggilan yang Tuhan percayakan tanpa kemewahan dunia. Lalu, meski begitu kuat menarik orang banyak, ia menyatakan bahwa dirinya hanya plang penunjuk jalan dan bukan jalan itu sendiri; ia menyadari statusnya sebagai pembuka jalan, pelayan dari Ia yang sedang datang. Apabila Kekristenan dan kita para hamba Kristus ingin agar diri, gaya hidup dan pesan yang terpancar dari hidup kita sekuat Yohanes Pembaptis, kita perlu mohon Roh Allah menolong kita menghidupi berbagai prinsip penting ini.

TIPS: Tegas terhadap dosa, sederhana, kata sesuai fakta, rendah hati, sepenuh hidup diabdikan menjalani rencana Tuhan, itulah rahasia dari kekuatan rohani dahsyat yang berpengaruh besar bagi orang lain. 

Doa & Syafaat: Agar Tuhan membangkitkan makin banyak orang seperti YP di mimbar gereja, juga di arena politis, ekonomi, pendidikan, keluarga, perusahaan, dlsb.

Senin, 20 Februari 2017

Injil (2)

Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita. -- Roma 1:2-4

Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurDa tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu." -- Markus 1:1-4

Secara ringkas, Injil adalah kabar baik kuasa penyelamatan dari Allah di dalam salib dan kebangkitan Yesus. Tetapi agar arti dan makna Injil dapat dihidupi secara penuh perlu pemandangan lebih luas menyangkut latarbelakang dan konteks Injil. Pertama, kisah luas dan kaya tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Keseluruhan kisah Yesus, kelahiran, kehidupan, pelayanan, pengajaran, salib, kebangkitan, kedatangan-Nya kembali adalah kesatuan yang menghasilkan kuasa penyelamatan Allah untuk manusia. Kita tidak mungkin mengalami kepenuhan kuasa keselamatan dari Allah tanpa memiliki pemandangan memadai akan kisah dan perbuatan Yesus Kristus tadi. Kedua, kisah Yesus pun tidak datang begitu saja tanpa laterbelakang historis dan nubuatan sebelum Dia. Kita sudah merenungkan bagaimana sejak Kejadian 3 Injil telah dijanjikan. Dan, berbagai kisah dalam Perjanjian Lama dan nubuat para nabi adalah rangkaian yang memberi latarbelakang bagi rencana penyelamatan Allah untuk manusia. Markus (ay. 2 dan 3) bahkan merujuk kepada Maleakhi dan Yesaya sebagai latarbelakang untuk kedatangan sang pembuka jalan bagi Injil Yesus Kristus yaitu Yohanes Pembaptis. Ketiga, Injil bukan saja berita tentang anugerah Allah tetapi juga berita tentang tuntutan Allah agar manusia bertobat dari dosa-dosa. Sisi baik kabar Injil hanya berarti bila didengar bersama sisi buruk kabar tentang dosa manusia dan keharusan manusia untuk bertobat. Orang Kristen masa kini semakin terbiasa dengan pengenalan spiritual yang dikondisikan oleh sms, bbm, wa, dlsb. -- serba singkat, ringkas, sepenggal-sepenggal, sekilas dan banyak bumbu visual yang tidak langsung berkaitan dengan esensi firman. Kita makin tidak biasa dengan pembacaan nas Alkitab yang utuh, perenungan yang cukup waktu untuk sungguh ditolong Roh melihat kekayaan kebenaran Alkitab dan menyelami dahsyatnya kuat kuasa Allah. Waspadalah dengan kecenderungan spiritualitas model komunikasi virtual ini, sebab kebanyakan ajaran sesat justru memakai penggalan-penggalan ayat yang dilepaskan dari konteksnya untuk membenarkan kesesatan mereka. 

O Tuhan tolong kami memiliki selera yang baik akan firman-Mu dan hasrat yang kuat untuk diajar arti dan maknanya oleh Roh-Mu supaya kekayaan dan kedahsyatan kuasa pembaruan-Mu boleh kami alami semakin nyata dan penuh. Dalam Yesus Kristus, Anak Allah. Amin.


Sabtu, 18 Februari 2017

Injil (1)

Aku ini sengsara dan misin--ya Allah, segeralah datang! Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku; ya TUHAN, janganlah lambat datang! -- Mazmur 70:6
Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu." -- Markus 1:1-4

Telah kita lihat bahwa dosa dan akibatnya sangat luas, kompleks, multi-dimensional -- mencakup ekologi, spiritual, relasi sosial, lingkup kerja, lingkup keluarga, ekonomi, kesehatan, dst. Karena itu dibutuhkan jawaban yang sedemikian besar daya dan lingkup pembaruannya sampai bisa terjadi penyelamatan yang komprehensif pada manusia. Sayangnya semakin hari Injil yang diberitakan di kalangan Kristen semakin bersifat privat, individual, surgawi non duniawi/bumiah. Padahal ketika awalnya kata euangelion dipakai-pinjam dalam Perjanjian Baru, Injil berarti berita resmi kerajaan yang berdampak sosial-ekonomi-politis kepada setiap dan semua orang. Kabar baik perubahan yang radikal dan revolusioner itu adalah kabar baik tentang Yesus Kristus -- dengan kata lain tidak ada perbaikan sejati atas manusia dan lingkungan hidupnya di luar Yesus Kristus. Sebagai orang percaya dan gereja kita perlu bertobat dari mewartakan injil privat-individualistis berorientasi pada spiritualitas tidak membumi. Mari kita menghidupi dan mewartakan melalui kehidupan utuh kita bagaimana Yesus Kristus sungguh sedang mengubahkan lapis demi lapis, juring demi juring kehidupan kita. Hanya dengan demikian kita setia sebagai pengikut-Nya, dan relevan bagi orang sekitar kita.

Doa & Syafaat: Yang senada ayat ini: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu." Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan.

Jumat, 17 Februari 2017

Berkat via Hukuman

"Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."... TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan. -- Kejadian 3:15, 21-24
Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. -- Roma 5:6-8

Dalam tindakan hukuman Allah terkandung berkat penyelamatan. Pertama, melalui perseteruan ular dan benih perempuan yang mengakibatkan remuknya kepala si ular. Kedua, dalam pembuatan cawat dari kulit binatang mengandaikan adanya binatang yang dikorbankan agar manusia boleh ditutupi aib akibat dosanya oleh tindakan Allah menggantikan cawat daun tindakan manusia yang tidak memadai. Ketiga, manusia diusir dari taman Eden dengan tujuan mereka tidak memakan buah pohon kehidupan sehingga terjadi pengekalan kondisi kejatuhan mereka dan tidak dapat diselamatkan selamanya. Hukuman atas segala hukuman yang sungguh memberi keselamatan kekal bagi kita adalah yang diambil Yesus ke atas diri-Nya sendiri dalam kematian-Nya di salib. Hukuman yang Yesus tanggung menjadi sumber bagi limpah berkat keselamatan yang boleh kita alami: pengampunan, pembaruan, pelepasan, pengangkatan sebagai anak, pengudusan, kehidupan berkemenangan, hubungan akrab dengan Allah, penyembuhan, dan banyak lagi karunia mulia TUHAN bagi orang percaya. 

Doa & Syafaat: Dalam zaman yang menyukai kemudahan, kenikmatan ini kiranya pola ibadah dan pewartaan gereja tidak menukar pewartaan tentang salib dan spiritualitas disiplin salib dengan semangat zaman yang hampa berkat kekal.

Kamis, 16 Februari 2017

Hukuman via Berkat

Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."  Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu." Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. -- Kejadian 3:16-20
Tuhan menghajar setiap orang yang dikasihi-Nya, dan Ia mencambuk setiap orang yang diakui-Nya sebagai anak-Nya." Hendaklah kalian menerima cambukan dari Allah sebagai suatu hajaran dari seorang bapak. Sebab apakah pernah seorang anak tidak dihukum oleh bapaknya? -- Ibrani 12:6-7

Sebagai manusia terbatas dan berdosa sukar bagi kita mempertemukan kasih Allah dan keadilan-Nya, berkat dan hukuman dari-Nya. Dalam diri Allah yang sempurna tidak terjadi konflik antar sifat-sifat-Nya, khususnya antara kasih dan keadilan, penyelamatan dan penghukuman. Dosa manusia, karena sifat Allah yang sempurna itu direspons-Nya dalam kasih yang mencari dan memanggil sambil juga dalam keadilan yang menghukum. Yang semestinya adalah berkat bagi laki-laki yaitu kerja dan melahirkan serta berelasi bagi perempuan oleh Tuhan dijadikan hal yang justru menghukum, membebani. Tanah yang alaminya merupakan sumber yang dapat menopang hidup manusia pun menjadi hal yang menyulitkan. Ini membuat kita mengerti mengapa ada begitu banyak natural evil - natural disaster, dan mengapa terjadi juga keburukan dalam dunia kerja dan hubungan dalam keluarga. Karena itu kini kita butuh kesadaran bahwa hanya dengan memelihara aktif hubungan serasi dengan Allah kita boleh mengalami berkat-berkat-Nya dari berbagai sumber alami, dari dunia kerja/usaha dan dalam hubungan antar manusia tanpa tergelincir menjadi hukuman.

TIPS: Hanya dengan aktif mengizinkan Roh membentuk sifat kita makin serasi sifat Allah kita boleh mengalami berkat sebagai berkat dan bukan hukuman.

Doa & Syafaat: Agar orang Kristen dan gereja sungguh menyaksikan kasih dan keadilan Allah, berkat dan hukuman dari-Nya ke lingkungan sosial masa kini. 

Rabu, 15 Februari 2017

Turning point (7)

Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." -- Kejadian 3:14-15
Pada waktu itu TUHAN akan melaksanakan hukuman dengan pedang-Nya yang keras, besar dan kuat atas Lewiatan, ular yang meluncur, atas Lewiatan, ular yang melingkar, dan Ia akan membunuh ular naga yang di laut. -- Yesaya 27:1

Apabila terhadap manusia TUHAN mencari, memanggil dan bertanya agar sadar akan akibat dosa, terhadap ular yang menjadi alat iblis Allah langsung mengucapkan kutukan yang menegaskan kembali kedudukannya yang lebih rendah dari pada manusia dan kehinaan cara hidupnya. TUHAN juga menyatakan akan terjadi permusuhan antara ular dan keturunan perempuan. Tersirat bahwa ucapan ini ditujukan kepada dia di balik ular yaitu iblis yang akan menyerang manusia hanya sebatas tumit tetapi keturunan perempuan itu akan meremukkan kepalanya. Karena bukan dikatakan keturunan manusia tetapi keturunan perempuan maka cukup alasan untuk melihat ucapan TUHAN ini merupakan nubuatan kabar baik yang akan digenapi di dalam dan oleh Yesus Kristus, sang Manusia kedua yang lahir dari perawan Maria. Sepanjang sejarah manusia terjadi pertempuran baik dan jahat namun jahat bukanlah kekuatan yang setara kebaikan TUHAN. Berbagai manifestasi kejahatan dan akibatnya yang merusak tidak akan pernah dibiarkan TUHAN merusakkan rencana kekal-Nya untuk ciptaan, khususnya untuk gambar-rupa-Nya. Ia sungguh telah menggenapi nubuat ini. Syukur bagi TUHAN Allah dan bagi Yesus Kristus pemenang yang menghasilkan keselamatan untuk kita yang percaya. Mari dalam doa dan kerja kita sungguh menjadi pengikut Kristus yang membatalkan mengalahkan pekerjaan kegelapan dan menegaskan pewujudan kemuliaan Allah atas dunia ini.

Doa & Syafaat: Hari ini khususnya kita doa agar manifestasi kebaikan dan kemenangan Allah terwujud juga di dalam wilayah perpolitikan di Indonesia melalui pilkada dan konsekuensinya untuk 5 tahun ke depan. 

Selasa, 14 Februari 2017

Turning point (6)

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." -- Kejadian 3:9-13
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. -- Lukas 15:17-19

Tuhan Maha kasih dan kudus, ketika kami jatuh ke dalam dosa, tolong kami peka akan pencarian, panggilan dan pertanyaan-Mu agar kami sadar akan keadaan dan tindakan gelap kami. Tolong kami sadar bahwa dosa tidak dapat selesai oleh rasa malu, takut, bersembunyi dari-Mu, menyalahkan pihak lain, atau bahkan usaha memperbaiki diri sendiri. Tolong anugerah kasih-Mu membangkitkan keinsyafan yang tulus yang membuat kami sungguh balik kepada-Mu kendati segala kekotoran, kesesatan, keterancaman, ketidakberdayaan kami. O Roh Allah yakinkan kami akan panggilan-Mu, akan pengampunan dan pemulihan dari-Mu sedemikian rupa mengatasi kecenderungankami untuk menjauh dari-Mu. Terima kasih untuk karya penyelamatan Kristus yang memberi pengampunan, pembaruan dan pemulihan. Dalam Yesus. Amin.

Doa & Syafaat: Dalam bangsa dan negara kita tengah bertarung kekuatan terang dan gelap. Kita doa agar rahmat dan kuasa Tuhan memberi nurani, keinsyafan, yang menghasilkan tindakan yang membawa "penyelamatan" dalam bidang politis, ekonomi, sosial.

Senin, 13 Februari 2017

Turning point (5)

Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"...-- Kejadian 3?8-11

Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. -- Yesaya 59:1-2

Allah dalam diri-Nya sejati tidak berubah -- tetap Mahakasih, Mahamurah, Mahakudus, Mahamulia, Mahakuasa -- karenanya reaksi pertama Allah terhadap manusia yang telah melanggar perintah-Nya pun mencerminkan sifat-sifat tersebut. Ia tidak lantas membuang manusia, atau menjauhi mereka. Ia seperti biasanya datang ke taman itu rindu bersekutu dengan gambar-rupa-Nya itu. Ia mencari, memanggil dan bertanya... Sayangnya tidak saja kesan salah tentang Allah berhasil ditimbulkan iblis dalam hati manusia, kini dosa menyebabkan tindakan salah lebih jauh yaitu menghindari Allah karena pasti rasa bersalah dan malu menyebabkan juga kesan makin menyimpang tentang Allah. Dosa bukan saja membuat kita menjauhi Allah karena takut tetapi juga karena pikiran, perasaan dan kehendak kita tentang dan terhadap Allah telah rusak. Syukur bahwa Allah penuh anugerah!

TIPS: Ketika jatuh jangan perhatikan pikiran dan perasaan sendiri, dengar panggilan-Nya dalam firman dan sambutlah Ia.

Doa & Syafaat: Agar gereja dan orang percaya boleh mencerminkan tindakan Allah yang mencari bukan menolak orang yang tergelincir dalam dosa.

Sabtu, 11 Februari 2017

Turning point (4)

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."  -- Kejadian 3:6-10

Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. -- Efesus 2:1-3

Beginilah akibat-akibat dari bertindak bukan seturut firman Tuhan tetapi mengikuti tipu-daya iblis; seharusnya makan buah yang mengukuhkan hidup malah makan yang membawa maut, dari tadinya menikmati hadirat Tuhan kini Tuhan mendatangi pun mereka bersembunyi, dari tadinya tidak mengalami tudingan dan tindihan rasa takut dan malu kini harus mengalami sengsara batin itu, dari seharusnya memakai akal dan daya untuk mengelola bumi kini terpaksa harus mengerahkan itu untuk menutup diri, dari tadinya terdapat hubungan saling melengkapi yang serasi kini saling mencari kambing hitam... Lebih dalam sesungguhnya semua itu hanya gejala luar dari yang diuraikan dalam Efesus 2. Syukurlah situasi ini bukan titik. Kita tidak perlu terus menerus di dalam kegelapan itu, karena ada Adam kedua yang memutarbalikkan semua yang salah dan kelam itu. Puji Tuhan.

TIPS: Apakah kita masih bersembunyi, menjauh, berusaha sendiri mengatasi dosa atau menyambut panggilan Tuhan untuk memperbarui?

Doa & Syafaat: Kiranya belas kasih Tuhan yang mencari, memanggil, menobatkan dan memulihkan sungguh dipraktikkan dalam diri kita, keluarga, gereja sampai sungguh terbaca oleh masyarakat yang di luar anugerah.

Jumat, 10 Februari 2017

Turning point (3)

Engkau yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup karena bersalah. Bilamana pelanggaran-pelanggaran kami melebihi kekuatan kami, Engkaulah yang menghapuskannya. -- Mazmur 65:3-4

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.  -- Kejadian 3:6-7

TUHAN Allah Mahakudus dan Mahabenar, terima kasih Engkau mencipta kami dengan kesanggupan mendengar, melihat, menimbang, memilih, berbagi. Segala perintah dan larangan-Mu pasti benar dan baik adanya. Sepatutnya kami mengaktifkan kapasitas kami seturut petunjuk-Mu demi kebaikan kami. Mohon ampun o TUHAN karena kerap kami memakai berbagai kapasitas kami tidak dalam relasi yang serasi dengan-Mu sehingga apa yang baik cenderung kami anggap kurang baik dan apa yang tidak membawa kebaikan justru kami anggap baik; apa yang harus malah tidak kami lakukan dan apa yang tidak boleh justru itu yang kami lakukan. Baruilah kami terus ya Roh Allah. Tolong kami membuka diri kepada suara-Mu dalam firman dan penguatan-Mu oleh Roh ketimbang mengizinkan indra dan kapasitas batin kami dikendalikan oleh semangat zaman yang jahat ini. Demi Yesus yang menang atas pecobaan. Amin.

Doa & Syafaat: Agar terang Tuhan bercahaya kuat di nurani banyak orang sehingga berbagai pilihan moral, spiritual, ekonomi, politis, dlsb. boleh dilakukan dalam arah yang benar dan baik. 

Kamis, 09 Februari 2017

Turning point (2)

Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sungguhkah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." -- Kejadian 3:1-5

Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. -- Yohanes 6:63

Bagaimana orang menerima, mengerti, menyimpan dan memberlakukan firman akan menentukan sungguhkah ia mengalami roh yang menghidupkan. Perhatikan lagi bagaimana si pencoba membesar-besarkan larangan Allah, menimbulkan kesan ragu dan skeptis tentang kebaikan Allah, mengajak Hawa masuk ke dalam perbincangan yang tidak setia kepada apa kata Allah, mengubah firman itu menjadi berlawanan maksud dan artinya, sampai akhirnya mencetuskan ide yang bertarget mendorong Hawa melawan Allah dan mengambil tindakan yang menghasilkan kematian. Renungkan bagaimana dengan kita masa kini! Prioritas keberapakah perenungan firman kita tiap hari? Cukup lengkapkah penggalan Alkitab yang kita renungkan? Cukup waktukah kita berikan untuk merenungkan arti dan makna firman yang kita baca? Adakah upaya memadai untuk kita menghafal, mengingat, menyimpan sampai melakukan firman dalam keseharian? Atau, ada begitu banyak kegiatan, suara, ide, sumber informasi lain yang kita izinkan mengganti devosi pribadi yang sarat dengan pujian, pembacaan, perenungan dan arahan firman?

TIPS: Berjuanglah untuk bergaul dengan Alkitab sampai kita sungguh mengenal Roh TUHAN yang memberi kita hidup. 

Doa & Syafaat: Supaya beragam pelayanan dan liturgi gereja sungguh membangun selera kuat kita akan firman.

Rabu, 08 Februari 2017

Turning Point (1)

Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sungguhkah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." -- Kejadian 3:1-5

Melalui ular yang cerdik (dalam arti licik) iblis berhasil menggiring manusia memutar balik segala yang baik dan bahkan sangat baik yang TUHAN Allah awali menjadi buruk bahkan sangat buruk. Bagaimana "ular" berhasil mengelabui sang gambar-rupa Allah? Ia melempar ide-ide yang datang melalui kata-kata yang: 1) mengaburkan TUHAN Allah, nama yang begitu akrab bagi manusia di pasal 2 menjadi sebuah sebutan ilahi umum saja yaitu Allah (Elohim); 2)  Pertanyaan yang mengandung kesan kaget: :Sungguhkah," "Apakah benar-benar Allah," (IBIS) -- secara parafrase seolah ia berkata "Astaga, masa sih"; 3) menambah atau melebih-lebihi larangan Allah dari hanya satu pohon menjadi "semua pohon." Ini memancing Hawa untuk mengikuti irama iblis. Ia kemudian ikut menyebut Allah dan bukan TUHAN Allah, dan seperti iblis ia pun membesar-besarkan larangan makan menjadi menyentuh pun tidak boleh. Melalui cara licik ini iblis berhasil menimbulkan: 1) kesamaran pengenalan akan TUHAN menjadi sekadar Allah, 2) keraguan, dan 3) sikap skeptis. Dan, ini mencipta momentum untuk Hawa menerima umpan pencobaan si iblis. 

TIPS: Pupuk persekutuan akrab dengan TUHAN Allah tiap hari, jangan pernah memberi perhatian kepada ide apa pun yang menimbulkan keraguan dan skeptis, jika tidak ingin memakan umpan dari iblis.

Doa & Syafaat: Agar gereja diberi hikmat dalam peperangan rohani dalam bentuk perang ide dalam dunia nyata maupun dunia maya masa kini.

Selasa, 07 Februari 2017

Pohon-pohon itu

Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. ... Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." -- Kejadian 2:9, 16-17
Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. -- Wahyu 22:2

Wujud dari hakikat manusia sebagai gambar-rupa Allah bukan hanya pada kesanggupan mengelola dan memelihara ciptaan, pada kecerdasan menamai binatang, atau bahkan pada sifat komunal antar manusia. Akar dari semua kesanggupan itu adalah sifat dan potensi moral-spiritual manusia untuk menimbang dan memilih antara hidup dan mati sebagai wujud dari memercayai Allah, menaati perintah-Nya dan sungguh mengasihi Dia. Allah mencipta dua pohon itu: pohon hayat dan pohon pengetahuan baik dan jahat, selain untuk memberi kesempatan agar manusia memakai sifat dan potensi moral-spiritualnya, juga utamanya bertujuan supaya manusia sungguh memiliki hidup. Sayang dalam kisah selanjutnya di pasal 3 Hawa dan Adam serta kita semua di dalamnya telah memilih hal yang berkonsekuensi maut. Syukur atas kasih-setia dan hikmat kekal Allah bahwa kisah manusia tidak berhenti di situ. Di ujung kelak dari kisah manusia ada bumi dan langit baru dan di sana hanya ada pohon kehidupan dan kesembuhan tanpa ada lagi pohon yang berakibat maut itu. Di antara awal dan akhir itu ada satu pohon yang telah dipakai untuk mengambil konsekuensi maut kita dan menggantinya dengan hidup Dia, Yesus sang Manusia-Allah sejati. Marilah dalam tiap saat kehidupan kita di sini kita terus menerus bertumpu pada salib-Nya agar pada akhirnya kita sampai di pohon hayat dan sungguh berbagian dalam hidup kekal Allah.

Tuhan sumber hidup, terima kasih Engkau telah menyingkirkan konsekuensi dosa melalui jalan salib-Mu. Tolong kami oleh kuasa Roh-Mu untuk memilih hidup dan menolak maut dalam setiap ungkapan sikap dan tindakan konkret keseharian kami. Demi Yesus pohon hayat kami. Amin.

Jumat, 03 Februari 2017

Taman, Sungai, Pohon

TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras. Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat. TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. -- Kejadian 2:7-15

Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. -- Yesaya 35:5-7

Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka. -- Wahyu 22:1-4

Allah, Engkau memberikan air kehidupan bagi semua yang haus. Engkau mengubah-hidupkan padang gurun dunia dan kehidupan ini. Engkau membimbing kami kepada kehidupan sejati, dan kami boleh bersemi dan tumbuh dalam cara yang tak terbayangkan. Kiranya kami mencerminkan kasih dan kemuliaan-Mu ini mulai di sini dan kini di antara sesama kami sampai kami masuk di bumi dan langit baru-Mu kelak. Amin.

TIPS: Taman, Sungai, Pohon adalah bagian dari realitas ciptaan yang Allah berikan untuk kesemarakan hidup kita. Mari usahakan agar rumah, kantor, gereja, kota kita memiliki miniatur yang kelak akan Tuhan wujudkan.