Rabu, 30 Mei 2018

Kuasa Mulia dan Ajaib

semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; -- Yohanes 1:12
Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang  Yunani-- Roma 1:16.
Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. -- 2 Petrus 1:3

Bukankah kita sering merasa gagal hidup, menyerah untuk mengupayakan kesalehan karena lemahnya kemauan moral dan spiritual kita, karena begitu banyak godaan dan tekanan dari beragam kuasa di luar seperti kuasa harta / uang, kuasa korporasi, kuasa media, kuasa sains dan teknologi, kuasa politis, dlsb?
Bagaimanakah kita dapat memiliki hidup yang sungguh "fulfilled" menurut kanon dan kriteria Tuhan? Nas ini membukakan bagi kita rahasia untuk kita dapat hidup dan saleh, yaitu kuasa ilahi-Nya. Siapa dapat mengatakan ada kuasa lebih besar dan lebih menarik di dunia ini daripada kuasa Allah, kuasa Injil, kuasa hidup-mati-bangkit-naik-akan datang-Nya Yesus Kristus? Ayo berpikirlah secara sungguh dan kritis. Mari rasakan dan resapi benar adakah kuasa lebih menarik dari kuasa ilahi-Nya sampai membuat kita tidak maju dalam hidup kesalehan? Coba izinkan Roh mengakarkan keyakinan bahwa kuasa ilahi-Nya itu sungguh memungkinkan terwujudnya hidup berhasil, bermakna, berkenan bukan menurut kanon dunia ini -- yaitu, hanya dengan kita sungguh berelasi intim dan hidup dalam Yesus Kristus. Jika kita tumbuh dalam pengenalan akan Dia, kita pasti mengalami kuasa-Nya yang mulia dan ajaib (kuat, dahsyat, hebat, berani, pasti) bekerja di dalam dan mendorong kita menuju tingkat-tingkat kebermaknaan hidup bekelanjutan. Puji Tuhan! Bagian akhir nas ini dapat diterjemahkan dalam beberapa alternatif: oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib, atau melalui kuasa-Nya yang mulia dan ajaib, atau kepada kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Artinya tidak ada alasan untuk kalah kapan pun dan oleh apa / siapa pun, sebab lampau-kini-kelak kuasa Injil terus mengerjakan hidup dan kesalehan di dalam kita. Amin.

Selasa, 29 Mei 2018

Pematangan

Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu. -- 1 Petrus 1:1-2
Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. -- 2 Petrus 1:1-2


Menarik untuk kita bandingkan perbedaan atau perkembangan dalam cara Petrus menyebut jatidiri dan panggilannya, siapa jemaat sesungguhnya dan bagaimana proses terjadinya keselamatan serta wujudnya.
Pertama dari rasul Petrus di surat pertama menjadi Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus. Di surat pertama Petrus menegaskan kerasulannya dan nama yang diberikan Yesus Kristus kepadanya, yang berarti batu karang -- di atas batu karang pengakuan iman yang benar dan hidup ini jemaat Yesus Kristus didirikan. Penegasan ini kini berkembang menjadi Simon Petrus -- nama Simon, nama lamanya yang menyiratkan keadaan manusia naturalnya yang rentan, naik-turun, berani-takut, cepat omong-kurang pikir, dst. Apa gambaran tentang pribadi Petrus melalui penyebutan kembali nama aslinya ini? Ini diperkuat dengan penyebutan fungsi rasul di surat pertama berkembang menjadi hamba dan rasul yang tidak saja menegaskan wibawa rasuli tetapi juga kehambaan Simon Petrus kepada Yesus Kristus. Semakin tua SImon Petrus, semakin matang ia dalam pengikutan dan pelayanan kepada Yesus Kristus, semakin ia merendahkan diri dan meninggikan Tuhan saja.
Jemaat yang dikiriminya surat kurang lebih adalah juga jemaat-jemaat kaum perantau di berbagai tempat seperti yang dideskripsikan olehnya di surat pertama. Di surat keduanya deskripsi tempat ditiadakan, diganti dengan "bersama-sama kami" memperoleh iman. Suasana surat kedua ini terasa lebih dekat, akrab, hangat. Pelayan yang semakin matang ini, semakin matang juga dalam relasi kasih vertikal yang tercermin ke dalam relasi kasih horisontal. Kesadaran akan kerasulannya ditopang oleh kesadaran akan kesamaan keumatannya dengan semua jemaat yang ia layani. Fungsi rohaniwan-jemaat bukan derajat nilai.
Terakhir, proses multi aspek penyelamatan yang melibatkan pilihan, rencana, pengudusan oleh Roh dan percikan darah Yesus Kristus di surat pertama mengkristal menjadi sederhana yaitu "memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus." Ada dua  penyederhanaan di sini: satu yaitu proses penyelamatan dari empat segi menjadi satu poros saja yaitu keadilan Allah -- atau secara lebih jelas merujuk kepada karakter-prinsip-tindakan Allah yang benar dalam menyelamatkan orang percaya; dan, karya-karya Bapa, Anak dan Roh di surat pertama diperas menjadi keadilan "Allah dan Juruselamat kita Yesus Kristus." Bukankah seperti halnya Yesus Kristus sendiri, semakin Petrus mengenal Tuhan dan kebenaran-Nya semakin ia sanggup membicarakan hal-hal kompleks menjadi sederhana?
Terakhir, kebalikan dari tiga hal tadi, pengalaman orang percaya dalam paparan surat pertama justru menjadi berkembang penuh dan jelas, dari " Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu" -- menjadi:  "Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita." Menjadi lebih tegas bahwa kasih karunia, berkat dlsb. itu terwujud seiring pengenalan kita yang semakin nyata akan Tuhan Yesus Kristus.
Kiranya semakin lama-tua kita dalam Tuhan semakin rendah hati, akrab-hangat relasi kita dengan Tuhan, semakin mengkristal doktrin-doktrin indah dan rumit Kekristenan menjadi bulat-utuh-nyata, dan semakin konsisten pula kaitan antara berkat dan karunia dalam kehidupan kita dengan relasi kita dengan Yesus Kristus. Amin.

Sabtu, 26 Mei 2018

Visi-Energi Misi

Sesungguhnya, TUHAN, Allahmulah yang empunya langit, bahkan Langit yang mengatasi segala langit, dan bumi dengan segala isinya; -- Ulangan 10:14
Tidak ada yang seperti Allah, hai Yesyurun. Ia berkendaraan melintasi langit sebagai penolongmu dan dalam kejayaan-Nya melintasi awan-awan. -- Ulangan 33:26
Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya." -- Wahyu 11:15
Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi Tuhan; Sela bagi Dia yang berkendaraan melintasi langit purbakala. Perhatikanlah, Ia memperdengarkan suara-Nya, suara-Nya yang dahsyat! Akuilah kekuasaan Allah; kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuasaan-Nya di dalam awan-awan. Allah adalah dahsyat dari dalam tempat kudus-Nya; Allah Israel, Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umat-Nya. Terpujilah Allah! -- Mazmur 68:33-36

Doa, Visi, Energi Misi menuju Realitas baru berkembang menyatu padu! 
Pemazmur kini menerawang ke awal segala masa -- ketika hanya dengan berfirman Allah mencipta cakrawala (Hari ke-2 Penciptaan, langit pertama), angkasa raya rumah bagi segala benda langit (Hari ke-4 Penciptaan: langit kedua yaitu jagad raya) ke langit ketiga yaitu langit segala langit (shamayim shamayim) purbakala (Terjemahan Inggris: the heavens of heavens of old). Jadi dalam doanya pemazmur melihat ke Allah Pencipta mahakuasa yang hanya dengan berfirman mengadakan segala yang ada dari ketiadaan, dan yang menunggangi langit atas segala langit -- Ia jauh lebih megah-tinggi-dahsyat dari langit segala langit!  
Dalam doanya pemazmur juga memiliki visi eskatologis -- melihat ke akhir zaman ke permulaan zaman baru yaitu ketika Allah mewujudnyatakan kekuasaan-Nya penuh mulai dari umat-Nya Israel ke umat-Nya Israel Perjanjian Baru ke seluruh keberadaan sampai semuanya penuh dengan kehadiran-Nya yang megah, mulia, penuh kuat-kuasa.
Visi dahsyat ini mulai dengan pujian penyembahan, berlanjut dengan paparan tentang isi penglihatan tersebut dan berdampak meluas pada ajakan agar umat Tuhan bermazmur bagi Tuhan, dengar-dengaran suara-Nya yang dahsyat dan mengalami seluruh kebenaran ini.
Kisah-kisah alkitabiah -- Penciptaan, Penyelenggaraan Ilahi, Kejatuhan manusia, Penyelamatan melalui Inkarnasi-Kematian-Kebangkitan-Kenaikan-Kedatangan Yesus Kristus, Penciptaan baru -- kiranya ini relevan dan riil sebagai visi dalam doa dan energi kita menghidupi keseharian, menghadapi persoalan hidup, berelasi, bekerja, bermisi luas, menyembah, melayani, bersaksi dalam segala segi kehidupan kita? 

Jumat, 25 Mei 2018

Visi-Misi-Aksi Semesta

Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka. -- Kolose 2:15

Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, Engkau yang telah bertindak bagi kami. Demi bait-Mu di Yerusalem, raja-raja menyampaikan persembahan kepada-Mu. Hardiklah binatang-binatang (buas) di teberau (BIS: gelagah), kawanan (banteng) orang-orang kuat, penguasa-penguasa bangsa-bangsa! Injaklah mereka yang mengejar perak; serakkanlah bangsa-bangsa yang suka berperang! Dari Mesir orang membawa barang-barang tembaga, Etiopia bersegera mengulurkan tangannya kepada Allah. Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi Tuhan; Sela -- Mazmur 68:29-33

Doa, ekspektasi dan keterlibatan pemazmur konsisten ditujukan kepada Allah yang adalah Raja-Bapa, Panglima dan Gembala agar Ia makin mengerahkan kekuatan-Nya, makin mewujudkan kedaulatan-Nya.Maka seiring dan konsisten dengan "Bangkitlah ya Allah" (ay. 2), doanya kini adalah "Kerahkanlah kekuatan-Mu ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu ya Allah." Dan seiring dengan ini pemazmur merindukan bukan saja umat Tuhan mengalami pemerintahan Tuhan, ia juga merindukan seluruh dunia mengalami dan mengakui pemerintahan Tuhan. 
Memang di ayat 15-16 telah dipaparkan penglihatan tentang tindakan Tuhan menyerakkan bangsa-bangsa demi menegakkan teritorial umat pilihan-Nya. Namun kini ekspektasi pemazmur meluas dari pemerintahan Allah di Gunung Zalmon ke kedaulatan Allah atas bangsa, suku, kekuasaan dan kekuatan dunia. Yerusalem bukan saja dikokohkan sebagai pusat kedaulatan umat Allah tetapi juga ke sana bangsa, penguasa, pemimpin datang untuk mengakui kedaulatan Allah atas seluruh bumi. Jadi tujuan doa supaya Tuhan bangkit, menghardik, mengerahkan dan menunjukkan kekuatan-Nya atas binatang buas di gelagah (gelagah menunjuk kepada kekhasan Mesir, maka binatang buas ini kemungkinan adalah Hippopotamus -- kuda Nil atau buaya / lewiatan) adalah agar semua kekuatan penindas, pemberontak, anarkis dikalahkan sehingga seluruh bumi boleh mengakui dan mengalami kedaulatan TUHAN. Digambarkan di sini sebagai Mesir dan Etiopia menyembah, mencari Allah.
Kita perlu memastikan bahwa intensitas doa, visi-misi, pekerjaan / pelayanan kita makin seiring dengan gerak operasional Tuhan mewujudkan kerajaan-Nya di bumi ini, dan ekspektasi doa, visi-misi, pekerjaan / pelayanan kita juga makin meluas dari lokal ke global, dari kalangan sendiri ke kalangan lain, dari ke dalam ke keluar, dari rohani sempit ke visi-misi dan karya yang kpmprehensif dan holistik. Maka, bukan saja doa agar Tuhan bangkit, bertindak, mengerahkan kuat-kuasa-Nya, tetapi juga agar kita bangkit, bertindak, bekerja melakukan segala sesuatu sebagai partisipasi konkrit kita dalam pewujudan kerajaan. Amin.

Visi-Misi Semesta

Mari ambil waktu membaca-membayangkan-merenungkan Mazmur 68 berikut ini sambil bertanya:
1) gambaran tentang Allah dan tindakan-Nya yang bagaimana terpampang di sini?
2) kisah-kisah PL mana bergema di sini? (contoh: Keluar dari Mesir, Kemenangan Debora, Arak-arakan tabut, dll.)
3) bagaimana berdoa, untuk situasi apa, dan keyakinan akan jawab doa apa saja boleh kita terima melalui mazmur ini?
4) visi gereja dan dunia macam apa harus kita miliki?
5) prinsip apa kita tarik untuk hidup kini dari mazmur ini?

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Nyanyian. 

Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah. 

Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita. Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya! Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul. Ya Allah, ketika Engkau maju berperang di depan umat-Mu, ketika Engkau melangkah di padang belantara, Sela 

bergoncanglah bumi, bahkan langit mencurahkan hujan di hadapan Allah; Sinai bergoyang di hadapan Allah, Allah Israel. Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah; Engkau memulihkan tanah milik-Mu yang gersang, sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas, ya Allah. Tuhan menyampaikan sabda; orang-orang yang membawa kabar baik itu merupakan tentara yang besar: Raja-raja segala tentara melarikan diri, melarikan diri, dan perempuan di rumah membagi-bagi jarahan. Maukah kamu berbaring di antara kandang-kandang? Sayap-sayap merpati bersalut dengan perak, bulu kepaknya dengan emas berkilau-kilauan. Ketika Yang Mahakuasa menyerakkan raja-raja di sana, turunlah salju di atas gunung Zalmon. Gunung Allah gunung Basan itu, gunung yang berpuncak banyak gunung Basan itu! Hai gunung-gunung yang berpuncak banyak, mengapa kamu menjeling cemburu, kepada gunung yang dikehendaki Allah menjadi tempat kedudukan-Nya? Sesungguhnya TUHAN akan diam di sana untuk seterusnya! Kereta-kereta Allah puluhan ribu, bahkan beribu-ribu banyaknya; Tuhan telah datang dari Sinai, masuk ke tempat kudus! Engkau telah naik ke tempat tinggi, telah membawa tawanan-tawanan; Engkau telah menerima persembahan-persembahan di antara manusia, bahkan dari pemberontak-pemberontak untuk diam di sana, ya TUHAN Allah. Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita. Sela 

Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut. Sesungguhnya, Allah meremukkan kepala musuh-Nya, tempurung kepala yang berambut dari orang yang tetap hidup dalam kesalahan-kesalahannya. Tuhan telah berfirman: "Dari Basan akan Kubawa kembali, akan Kubawa kembali dari tempat yang dalam, supaya engkau membasuh kakimu dalam darah, dan lidah anjing-anjingmu mendapat bagiannya dari pada musuh." Orang melihat perarakan-Mu, ya Allah, perarakan Allahku, Rajaku, ke dalam tempat kudus. Di depan berjalan penyanyi-penyanyi, di belakang pemetik-pemetik kecapi, di tengah-tengah dayang-dayang yang memalu rebana. "Dalam jemaah pujilah Allah, yakni TUHAN, hai kamu yang berasal dari sumber Israel!" Itu Benyamin, yang bungsu, yang berjalan di depan mereka, pemuka-pemuka Yehuda berbondong-bondong, pemuka-pemuka Zebulon, pemuka-pemuka Naftali. 

Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, Engkau yang telah bertindak bagi kami. Demi bait-Mu di Yerusalem, raja-raja menyampaikan persembahan kepada-Mu. Hardiklah binatang-binatang di teberau, kawanan orang-orang kuat, penguasa-penguasa bangsa-bangsa! Injaklah mereka yang mengejar perak; serakkanlah bangsa-bangsa yang suka berperang! Dari Mesir orang membawa barang-barang tembaga, Etiopia bersegera mengulurkan tangannya kepada Allah. Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi Tuhan; Sela 

bagi Dia yang berkendaraan melintasi langit purbakala. Perhatikanlah, Ia memperdengarkan suara-Nya, suara-Nya yang dahsyat! Akuilah kekuasaan Allah; kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuasaan-Nya di dalam awan-awan. Allah adalah dahsyat dari dalam tempat kudus-Nya; Allah Israel, Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umat-Nya. Terpujilah Allah! 

Rabu, 23 Mei 2018

Yang Perang, Yang Menang

Syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. -- 2 Korintus 2:14
Supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. -- Efesus 3;10-11
Orang melihat perarakan-Mu, ya Allah, perarakan Allahku, Rajaku, ke dalam tempat kudus. Di depan berjalan penyanyi-penyanyi, di belakang pemetik-pemetik kecapi, di tengah-tengah dayang-dayang yang memalu rebana. "Dalam jemaah pujilah Allah, yakni TUHAN, hai kamu yang berasal dari sumber Israel!" Itu Benyamin, yang bungsu, yang berjalan di depan mereka, pemuka-pemuka Yehuda berbondong-bondong, pemuka-pemuka Zebulon, pemuka-pemuka Naftali.  -- Mazmur 68:25-28

Perang semesta telah dimenangi oleh Allah,di dalam Yesus Kristus melalui hidup-mati-bangkit-Nya. Perang-perang yang kini masih harus dipikul oleh para pemercaya adalah perang lokal, kecil, ringan tidak berimbang dan ajaib. Tidak berimbang, sebab sesungguhnya si jahat dan semua pengikutnya yang memerangi kita atau yang kita perangi adalah pihak yang sudah kalah dalam perang semesta itu. Ajaib, karena sesungguhnya keikutan kita dalam parang ini adalah keikutan kita dalam perarakan kemenangan Tuhan Allah. Maksudnya, karena kita mengikuti Dia yang menang maka kita ikut dalam perang rohani ini, dengan bersungguh dalam perang rohani ini kita mengalami fakta kemenangan Kristus bukan sekadar janji tetapi menjadi fakta kemenangan kita juga. Maka dengan jalan berperang bersama Kristus kita sebenarnya sedang ikut dalam perarakan kemenangan Kristus.
Perhatikan ungkapan pemazmur tentang Allah -- sebagai Raja, Bapa, YHWH, Panglima, Adonai sebelum ini -- kini, berubah dari objektif menjadi subjektif: Allahku, Rajaku! Sebelum ini penekanan adalah pada Allah yang berbuat, pada sikap Allah yang mendukung dan menanggung, kini pada pengakuan kemilikan Tuhan atas pemazmur, pada klaim dan komitmen pribadinya sebagai pengikut, pemercaya, penaat yang sungguh memercayakan diri penuh ke dalam lingkup kedaulatan Allah dan dengan demikian ke dalam iring-iringan kemenangan-Nya. Suasana dalam perarakan kemenangan itu layaknya pihak yang menang adalah nyanyian (penyanyi), musik (kecapi) yang dinamis (rebana). Yang terlibat dalam iring-iringan itu adalah seluruh umat tebusan yang dalam konteks Perjanjian Lama diwakili oleh suku-suku terkecil/bungsu (Benyamin), penerima janji tongkat kerajaan (Yudea), dan dua suku Israel di perbatasan utara -- dengan kata lain seluruh umat yang ikut dalam perang Tuhan ikut dalam perarakan kemenangan-Nya.
Ingat: yang sungguh berperang dalam Tuhan yang akan menang, dan hanya bagi yang menang dijanjikan akan ikut serta dalam perarakan kemuliaan ketika Kerajaan Allah diwujudkan penuh di bumi ini.  

Selasa, 22 Mei 2018

Lampau-Kelak-Kini

Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita. Sela  Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut. Sesungguhnya, Allah meremukkan kepala musuh-Nya, tempurung kepala yang berambut dari orang yang tetap hidup dalam kesalahan-kesalahannya. Tuhan telah berfirman: "Dari Basan akan Kubawa kembali, akan Kubawa kembali dari tempat yang dalam, supaya engkau membasuh kakimu dalam darah, dan lidah anjing-anjingmu mendapat bagiannya dari pada musuh."  -- Mazmur 68:20-24

Mazmur ini terasa sulit diselami karena keluasan dan kedalaman lingkupnya. Antara lain caranya melihat siapa Allah bagi umat-Nya dan beragam tindakan dahsyat Allah yang merentang di masa lampau, masa depan dan masa kini umat. 
Dalam ayat-ayat sebelum ini dapat kita bayangkan berbagai tindakan Allah di masa lampau umat Perjanjian Lama. Dari ungkapan bahasanya dapat kita bayangkan tindakan dahsyat ketika Ia membawa Israel keluar dari Mesir -- maka kita mendengar di dalam Mazmur ini gema nyanyian Miriam, rangkaian tindakan perlindungan dan pemeliharaan sepanjang perjalanan Israel menuju Kanaan. Selanjutnya kita dengar juga gema nyanyian kemenangan Debora di Hakim-hakim, paparan prosesi Tabut Perjanjian dalam kisah Daud. Tetapi kita juga merasakan nuansa ucapan profetis yang hanya mungkin digenapi di dalam kehidupan Yesus Kristus terutama tentang Kenaikan-Nya kembali ke dalam kemuliaan sesudah merampungkan penyelamatan melalui kematian dan kebangkitan-Nya lalu menerima kemuliaan sambil membagi-bagikan karunia rohani.
Perjalanan waktu harus dilihat sebagai jalin menjalin rumit antara peristiwa masa lampau, peristiwa masa depan dan kenyataan masa kini. Mulai nas ini perenungan ke masa lampau dan antisipasi ke masa depan di ayat-ayat sebelum ini berganti dengan realitas kekinian pemazmur. Umat kekinian mazmur ini masih mengalami tekanan, ancaman, tindihan beban berat dari yang dilukiskan sebagai kepala yang berambut (mungkin menggambarkan kesombongan) yaitu orang-orang yang tetap hidup dalam kesalahan-kesalahannya. Tuhan dan tindakan-Nya bukan saja di masa lampau dan di masa mendatang, Ia kini adalah (perhatikan ayat 21 ragam panggilan dan Nama TUHAN disebutkan silih ganti -- El Sang Pencipta, adalah El Penyelamat, juga adalah YHWH (TUHAN Perjanjian, dalam LAI: ALLAH dengan huruf besar semua) yaitu Adonai (panggilan penghormatan umat kepada YHWH). Inilah pernyataan iman akan Allah sebagai Pencipta, yang juga TUHAN Perjanjian yang setia, dan bahwa umat Tuhan berada dalam lingkup penyelamatan TUHAN atasnya. Refleksi tentang Allah di masa lampau, antisipasi akan Allah di masa depan menghasilkan keyakinan melihat kekinian secara tepat. Bahwa Allah menanggung dan menyanggupkan umat melalui semua tekanan kekinian, Ia adalah sumber keselamatan, Ia tidak tinggal diam, Ia Panglima dan orang-orang jahat tidak akan terus membabi-buta tetapi akan dihancurkan total, umat Tuhan pasti akan mengalami kelepasan sebab ada TUHAN. 
Hanya dengan meresapi benar meta narasi Alkitab (kisah-kisah perbuatan Allah sepanjang sejarah dalam catatan Alkitab) kita orang percaya masa kini boleh menilai zaman kini dengan benar, boleh hidup dalam terang siapa TUHAN dalam diri-Nya dan bagi kita, siapa kita dalam rencana TUHAN.

Sabtu, 19 Mei 2018

Para Pejuang Shalom

Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia." Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus -- Efesus 4:8-12

Kereta-kereta Allah puluhan ribu, bahkan beribu-ribu banyaknya; Tuhan telah datang dari Sinai, masuk ke tempat kudus! Engkau telah naik ke tempat tinggi, telah membawa tawanan-tawanan; Engkau telah menerima persembahan-persembahan di antara manusia, bahkan dari pemberontak-pemberontak untuk diam di sana, ya TUHAN Allah. -- Mazmur 68:18-19

Adonai telah memutuskan-memilih gunung yang rendah, hina dan lemah menjadi tempat Ia bertakhta. Untuk melindungi tempat kudus-Nya di bumi dari serangan "Gunung-Gunung" perkasa sekeliling Ia telah mengerahkan pasukan dan persenjataan canggih surgawi. Dalam Alkitab sekilas kita baca tentang adanya makhluk-makhluk suci-surgawi-perkasa yang disebut malaikat, kerub. seraf dan kini disebut sebagai "kereta-kereta" Allah (lihat 2 Raja-raja 2:11) Jumlah mereka sesungguhnya tak terbilang banyaknya.-- seribu kali beribu-ribu, selaksa kali berlaksa-laksa  (Daniel 7:10); Tuhan Yesus sebenarnya berhak dan sanggup memerintahkan dua belas legion malaikat untuk menyerang mereka yang melawan Dia (Matius 26:53); dan dalam kelahiran Yesus disebut tak terbilang jumlah bala tentara surga memuji Allah (Lukas 2:13). Pastinya, ada kekuatan dahsyat dalam jumlah tak terbilang di bawah kepemimpinan Adonai terlibat dalam menjaga umat Allah.
Namun lebih dari sekadar melibatkan makhluk-makhluk surgawi, Adonai sendiri turun berperang dan kemudian naik dalam kemenangan ke kedaulatan-Nya sambil membawa banyak tawanan. Ajaib-Nya kita yang hidup dalam era pasca-Inkarnasi-Kematian-Kebangkitan-Kenaikan Yesus Kristus tahu bahwa Dia sendirilah yang sesungguhnya telah memerangi musuh, Ia menang dan merebut kita dari tawanan musuh. Dan, hal yang mencengangkan -- Ajaib benar Anugerah-Nya -- ialah bahkan kita telah diubahkan-Nya dari antek musuh menjadi karunia Dia untuk peluasan Kerajaan-Nya di bumi ini. Inilah yang terjadi pada Paulus musuh besar gereja yang diubahkan menjadi pewarta salib dan kebangkitan Yesus tergigih dan paling militan yang mendirikan banyak jemaat bagi kemuliaan Tuhan.
Perang sudah dimenangi oleh Yesus Kristus namun amukan terakhir musuh menjelang keok finalnya masih terjadi. Kini kita para pengikut Yesus Kristus ada dalam perang rohani ini bukan dalam ketidakpastian tetapi dalam kepastian dari satu kemenangan ke kemenangan lberikutnya, dari satu kemuliaan ke kemuliaan berikut. Ada Roh Kudus menguatkan, memberdaya, melengkapi dengan berbagai karunia agar di dalam dan melalui pekerjaan, perkataan, perbuatan baik, pergaulan, kreativitas budaya, pelayanan gerejawi... kita, boleh semakin luas dan masif manifestasi shalom di bumi ini.

Jumat, 18 Mei 2018

Berbagian dalam Kemenangan Ilahi

Ketika Yang Mahakuasa menyerakkan raja-raja di sana, turunlah salju di atas gunung Zalmon. Gunung Allah gunung Basan itu, gunung yang berpuncak banyak gunung Basan itu! Hai gunung-gunung yang berpuncak banyak, mengapa kamu menjeling cemburu, kepada gunung yang dikehendaki Allah menjadi tempat kedudukan-Nya? Sesungguhnya TUHAN akan diam di sana untuk seterusnya!  -- Mazmur 68:15-17


Mazmur 68 adalah mazmur peperangan -- antara Allah dan semua umat kepunyaan-Nya dilawan oleh semua raja dan penguasa yang digambarkan di ayat 13 telah menggalang kekuatan besar sampai disebut "zebaot" seakan menyamai Ia yang sejatinya El Zebaot! Dilihat dari segi apa pun -- teritorial, militer, ekonomi, demografis kependudukan -- umat Perjanjian Lama adalah bagaikan bukit batu gamping di Samaria, yaitu Gunung Zalmon yang disebut di sini. Bukit gamping itu hampir tidak pernah kita dengar (kecuali di Hakim-hakim 9:48) dibanding dengan Karmel atau Zion. Umat Perjanjian Lama -- Israel -- ini tidak ada artinya dibanding gunung perkasa yang menjulang tinggi di seberang Yordan, yaitu Gunung Basan. Namun demikian Allah telah berkehendak dan bertindak menunjukkan kedaulatan, kemuliaan, kekudusan-Nya di gunung rendah ini dan bukan di gunung megah menjulang lainnya.
Umat Perjanjian Baru pun adalah kawanan kecil, lemah tak berdaya yang menurut Yesus sendiri, kita diutus ke dunia ini bagaikan kawanan domba di tengah ancaman gerombolan serigala. Kendati segala kekurangan ini, Allah telah berkehendak dan sedang terus bertindak mewujudkan pemerintahan adil, kudus, mulia, damai-Nya menyerakkan kesombongan, keserakahan, ketidakadilan, ketimpangan, pembodohan, pemiskinan melalui umat kecil-Nya, yaitu gereja-Nya. Asalkan kita sungguh memakai selengkap senjata perang rohani, berpikir-merasa-berkemauan serasi petunjuk Alkitab, mengandalkan pemberdayaan oleh Roh Kudus, maka doa, kerja, pergaulan, perkataan dan perbuatan kesaksian kita boleh menjadi pasukan dan instrumen penakluk ilahi atas dunia ini. Mari berbagian dalam panggilan ilahi ini dengan setia dan sungguh agar kita boleh kedapatan berbagian dalam kemuliaan yang Ia sediakan kelak. Amin.

Kamis, 17 Mei 2018

Pewarta-Penyaksi-Pemenang

Tuhan menyampaikan sabda; orang-orang yang membawa kabar baik itu merupakan tentara yang besar: Raja-raja segala tentara melarikan diri, melarikan diri, dan perempuan di rumah membagi-bagi jarahan. Maukah kamu berbaring di antara kandang-kandang? Sayap-sayap merpati bersalut dengan perak, bulu kepaknya dengan emas berkilau-kilauan. Ketika Yang Mahakuasa menyerakkan raja-raja di sana, turunlah salju di atas gunung Zalmon. -- Mazmur 68:12-15


Ingat bahwa Mazmur ini dimulai dengan doa pujian: "Bangkitlah, ya Allah."  Pemazmur mulai dengan melihat ke masa lalu -- bangkit dan bertindak-Nya Allah sebagai Raja-Bapa, Panglima dan Gembala memimpin Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian dengan menghadirkan surga di sepanjang perjalanan mereka. Kini nas ini memaparkan apa yang masih akan terjadi di kini dan akan datang pemazmur sambil merujuk ke berbagai tindakan Allah di masa lalu, dengan juga mengungkapkan siapa TUHAN dan bagaimana cara Ia akan bertindak itu. 
Nas ini tidak menyebut Allah (sebutan untuk yang Mahapencipta segala sesuatu), bukan juga dengan TUHAN (di ayat 4 Nama Pribadi Allah disebutkan sebagai yang layak menerima pujian dari umat-Nya), melainkan sebagai Adonai yaitu Nama yang disebut umat Perjanjian Lama dalam upaya untuk menjunjung kemuliaan-Nya dan menghindari penyebutan Nama TUHAN dengan sembarangan). Bagaimana Adonai  bangkit dan bertindak menjawab doa umat? Adonai bersabda -- terjemahan di sini tidak memakai kata firman tetapi sabda untuk karena adanya penekanan dari akar kata yang sama -- ingin menekankan ucapan dahsyat ilahi bahwa setiap janji, peringatan, komando-Nya pasti akan menjadi kenyataan. Kita ingat hanya dengan berFIRMAN Allah mencipta segala yang ada dari ketiadaan. Maka dengan berSABDA -- yaitu bangkit-Nya dan tindakan-Nya sebagai jawaban kepada seruan umat dalam mazmur ini -- niscaya terjadilah perubahan dahsyat dalam realitas umat-Nya. Perhatikan bagaimana SABDA Adonai memukul-hancur Raja-raja segala tentara -- biasanya ungkapan "bala tentara" ini dipakai untuk TUHAN kini ungkapan ini dipakai untuk para musuh Allah, secara simultan menekankan betapa besar dan kuat pengerahan mereka yang melawan TUHAN tetapi di hadapan Adonai Tsebaoth yang sesungguhnya mereka tidak ada artinya sama sekali! 
Kontras dari pasukan besar para raja musuh Adonai adalah pasukan orang-orang lemah -- para wanita yang menjadi pasukan besar pembawa berita kemenangan Adonai dan juga yang melakukan penjarahan terhadap para musuh Adonai yang telah ditumbangkan oleh SABDA-Nya. Lalu akibat dari semua ini umat TUHAN mengalami keamanan dan kesejahteraan bagaikan kawanan domba dalam kandang, dan oleh tindakan dahsyat kemenangan ilahi itu umat TUHAN menjadi mulia (ay.14).
Kita umat percaya pengikut Yesus Kristus yang kini memerintah di surga juga sedang berada di medan perang rohani. Hakikat perang ini adalah melawan kuat-kuasa, pemerintah dan penguasa di udara, melawan ide-ide jahat, melawan hal yang hakikatnya adalah dosa dan maut. Maka senjata perang kita haruslah juga seperti cara Adonai yang berSABDA, yaitu dengan kita -- betapa pun lemahnya dari segi perhitungan fisik -- menjadi pasukan besar orang-orang lemah pembawa berita kemenangan Yesus Kristus. Marilah kita taklukkan dan rebut berbagai segi realitas dimana kita berada dengan kesaksian fakta dan kata kita. Marilah juga dengan kesanggupan dari Roh kita memakai berbagai media komunikasi dengan isi SABDA Adonai itu. Mari jadi Pewarta, Penyaksi, Pemenang sejati. Amin.

Rabu, 16 Mei 2018

Bapa, Panglima, Gembala

TUHAN, ketika Engkau bergerak dari Seir, ketika Engkau melangkah maju dari daerah Edom, bergoncanglah bumi, tirislah juga langit, juga awan tiris airnya; gunung-gunung--yakni Sinai--bergoyang di hadapan TUHAN, di hadapan TUHAN, Allah Israel. -- Hakim-hakim 5:4-5 (bdk. Ulangan 33:2; Keluaran 19:15)
Bernyanyilah bagi Allah, pujilah nama-Nya, siapkanlah jalan raya bagi Dia yang mengendarai awan. Nama-Nya TUHAN--bersenang-senanglah di hadapan-Nya! Allah yang tinggal di Rumah-Nya yang suci adalah bapak anak yatim dan pembela para janda. Allah memberi tempat tinggal kepada orang yang kesepian; Ia membebaskan orang tahanan sehingga mereka bahagia. Tetapi orang-orang yang melawan TUHAN harus tinggal di tanah yang gersang. 
Ya Allah, ketika Engkau maju berperang di depan umat-Mu, ketika Engkau melangkah di padang belantara, Sela 
bergoncanglah bumi, bahkan langit mencurahkan hujan di hadapan Allah; Sinai bergoyang di hadapan Allah, Allah Israel. Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah; Engkau memulihkan tanah milik-Mu yang gersang, sehingga kawanan hewan-Mu  (umat-Mu) menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas, ya Allah. -- Mazmur 68:6-11


Gambaran, konsep, kesan kita tentang Allah sangat berpengaruh baik pada spiritualitas maupun pada realitas kehidupan kita. Siapakah Allah, bagaimanakah Ia terhadap kita tidak boleh kita bentuk menurut pikiran kita sendiri atau mengikuti apa kata orang atau kesimpulan dari mengamati keadaan dunia. Ia harus kita kenal sebagaimana Ia menyatakan diri-Nya baik dalam Wahyu-Nya yaitu catatan Kitab Suci maupun dalam Wahyu-Nya yaitu semua tindakan-tindakan agung-Nya sepanjang sejarah umat Perjanjian Lama dan sepanjang kisah Yesus Kristus.
Nas ini paling tidak memaparkan dua kebenaran tentang Allah. Ia adalah Raja surga yang juga adalah Bapa bagi para anak yatim, pembela para janda, penyedia tempat tinggal bagi orang yang kesepian, pembebas orang yang tertindas. Inilah alasan untuk semua umat-Nya tidak saja sanggup bersukacita dalam suasana baik namun juga bersukacita dalam suasana kurang / tidak baik. Ini bukan senang-nyaman-gembira yang bergantung pada faktor luar atau kekuatan batin sendiri, melainkan sukacita karena mengakarkan hati-pikiran-perasaan-imajinasi sedalam-dalamnya pada penyataan diri Allah. 
Gambaran berikut adalah Allah sebagai Gembala yang dinamis, yang berjalan di depan memandu, merintis, membuka jalan untuk umat-Nya mendapatkan warisan dari Dia sesuai maksud baik-kekal-Nya bagi dunia ini. Kepemimpinan Allah adalah sebagai Panglima Perang -- menggunakan penggambaran pasukan yang maju bergerak untuk berperang. Ketika terjadi kegerakan ilahi demikian maka dampaknya terasa di bumi -- bumi bergoyang, Sinai menampakkan kedahsyatan Allah, dan umat di bumi menerima dampak penyelenggaraan Allah yang bagaikan "surga jatuh" yaitu turun menghujani umat dengan manna dan burung sebagai makanan mereka. Ini jelas adalah pengalaman nyata umat Perjanjian Lama ketika mereka berbaris mengikuti kepemimpinan Allah memasuki Kanaan. 
Bagaimana pun baik atau buruknya situasi di luar sana haruslah kita imani secara sungguh bahwa Allah adalah Bapa, Panglima dan Gembala yang baik. Pertanyaannya adalah apakah keBapaan, kePanglimaan, keGembalaan Allah itu kita hidupi aktif dalam interaksi sosial kita di pertetanggaan, sekolah, kantor di samping juga di gereja?

Selasa, 15 Mei 2018

Bangkitlah, ya Allah!

Apabila tabut itu berangkat, berkatalah Musa: "Bangkitlah, TUHAN, supaya musuh-Mu berserak dan orang-orang yang membenci Engkau melarikan diri dari hadapan-Mu." -- Bilangan 10:35
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Nyanyian. Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah. Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita. Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya! Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.  -- Mazmur 68:1-7

Kendati ungkapan "Bangkitlah Allah" dalam mazmur Daud ini menggunakan bahasa doa/pujian Musa ketika tabut berjalan memimpin bani Israel menuju tanah perjanjian, hal Allah bangkit itu secara teologis terkonsentrasi pada banyak tindakan YHWH dalam dunia ini -- titik api dari bangkitnya, lawatan, hadirat / wajah Allah itu terjadi pada inkarnasi Yesus dan segenap segi pelayanan-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya, dan kelak dalam kedatangan-Nya kembali untuk menyempurnakan Kerajaan Allah di bumi ini. Dan, di antara Kenaikan dan Kedatangan kedua-Nya nanti ada kita -- gereja-Nya -- yang adalah wujud nyata lawatan, kehadiran dan wajah-Nya di bumi ini. Ini alasan mengapa Paulus dalam Efesus 4 "memodifikasi" salah satu ayat dalam mazmur ini untuk diartikan sebagai pemberian berbagai karunia dan pemberdayaan 
Kita tidak percaya bahwa Allah terlena, tertidur, lengah atau masa bodoh tentang segala kejadian di bumi ini -- ulah orang fasik yang semakin digelapkan oleh dosa mereka, atau penderitaan umat Tuhan, orang-orang yang sengsara karena kebiadaban manusia serigala, juga ketidakberdayaan para yatim dan janda. Kita tidak percaya  Allah yang hanya kadang-kadang mengintervensi sebab dalam PL kita berjumpa Dia terlibat penuh menopang segala sesuatu dengan kasih-hikmat-dan kuasa-Nya, yang dalam anugerah-Nya mencari, memanggil, menjumpai bahkan memulihkan orang yang dalam berbagai kesengsaraan. Dan dalam PB Ia bahkan menjadi Seorang yang adalah sesama kita -- turut menderita bahkan meneguk tandas semua kesengsaraan manusia sampai ke akar-akarnya. 
Entah bagaimana wujud nyatanya, pasti wajah, hadirat, tindakan Allah akan menyerakkan musuh-musuh-Nya dan mereka akan bagaikan asap atau lilin meleleh. Karenanya keyakinan iman ini harus semakin kita tanamkan dalam-dalam dan ungkapkan alntara lain dalam doa syafaat, puji-pujian dan tindakan yang serasi dengan sifat serta tindakan Allah.
Hati kita meratap, bertanya, gelisah, takut dan marah oleh beberapa ulah teroris yang terjadi di Mako Brimob dan tiga gereja di Surabaya beberapa hari ini. Marilah kita hayati mazmur ini bahwa Ia hadir, tahu, menghadapkan wajah-Nya baik untuk menghibur kita yang berduka maupun untuk bertindak adil terhadap yang biadab melawan kemanusiaan. Komitmen iman kita perlu diwujudkan semakin nyata dalam doa-doa syafaat, puji-pujian yang mentakhtakan Allah, dan jangan lupa dalam perbuatan nyata kita, antara lain kebaikan, kesetiakawanan dalam lingkungan dekat, selalu mempertimbangkan tiap tindakan kita agar menyebarkan damai dan kebenaran bukan sebaliknya, dalam segala sikap dan tindakan yang melaluinya kasih, kebenaran, keadilan, pemulihan Allah dipancarkan, 

Sabtu, 12 Mei 2018

Ayo, Giat Bekerja!

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." -- Kejadian 1:28
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. 
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. -- 1 Korintus 15:58

Apakah implikasi Kebangkitan, Kenaikan, Kedatangan kedua Yesus Kristus kelak, kebangkitan / pengubahan tubuh orang percaya kelak dengan kenyataan keras hidup kita di sini dan kini? Pertama kita dimungkinkan untuk berdiri teguh dan tidak goyah. Maksudnya, pengharapan ini hendaknya dijadikan dasar yang kokoh dan sumber yang hidup, yang memberikan kekuatan, kewaspadaan, keberanian, komitmen untuk tidak membiarkan ajaran sesat yang memutarbalikkan kebenaran tentang Yesus Kristus dan maksud Tuhan menyelamatkan kita tubuh-jiwa secara utuh. Kebangkitan-Kenaikan-Kedatangan Yesus Kristus kedua kelak adalah kebenaran yang berimplikasi jelas ke dalam pola pikir-timbang-rasa-mau-tindak kita dalam lingkup teologis-spiritualitas-liturgis-moral-sosial.
Kedua, karya Kristus dan pengharapan akan beroleh tubuh kebangkitan dari Dia yang akan datang kembali membangkitkan semangat dan daya berkesinambungan untuk giat dalam pekerjaan Tuhan. Ingat bahwa dalam kekekalan nanti kita masih akan bekerja -- turut dalam pemerintahan Kerajaan Allah di dalam langit dan bumi baru -- bukan hanya menyanyi-memuji apalagi istirahat selama-lamanya! Dan antara mengerjakan Mandat Budaya dan mengerjakan Amanat Agung serta bekerja apa saja yang Tuhan percayakan sebagai bagian dari talenta kita (ingat perumpamaan talenta) -- ada kesinambungan! Tuhan mengatur bahwa kita turut bekerja dalam mewujudkan Kerajaan Allah di bumi ini bukan saja dengan bersaksi, melakukan berbagai pekerjaan rohani, tetapi juga dengan bekerja biasa sebagai guru, pekerja medis, penegak keadilan, peneliti biologis, pekerja sosial, pebisnis besar dan kecil, pelukis, novelis, ahli gizi, dlsb. Di pengadilan yang menentukan ganjaran dan pahala kekal kita kelak, bukan saja moral-spiritual-teologi kita akan diperiksa, tidak hanya karya-karya kerohanian kita akan diteliti, tetapi juga sifat kita bekerja dan isi kerja "sekuler" kita akan dinilai dan diganjar entah baik-setia-mulia-kekal atau jahat-asal-asalan-sekam-sirna semata. 

Rabu, 09 Mei 2018

Maut ditelan oleh Kemenangan Kristus

Akan Kubebaskankah mereka dari kuasa dunia orang mati, akan Kutebuskah mereka dari pada maut? Di manakah penyakit samparmu, hai maut, di manakah tenaga pembinasamu, hai dunia orang mati? -- Hosea 13:14
Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya. -- Yesaya 25:8
Akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. -- 1 Korintus 15:54-57

Pendapat bahwa kebudayaan manusia berorientasi pada dua kekuatan -- hidup dan mati -- memang ada benarnya. Ada banyak sekali ekspresi budaya, ritual, kesenian, lagu, tradisi bahkan sampai kepada tindak-tanduk politis yang berorientasi atau digerakkan oleh dua kekuatan itu -- hidup dan / atau maut (thanatos). Selama dunia manusia belum dibebaskan sempurna dari dosa maka kita masih akan terus mengalami kesitegangan kuasa hidup dan kuasa maut.
Tetapi hanya orang yang di dalam sang Pemenang sejati, Yesus Kristus yang telah mengalahkan maut dalam kematian dan kebangkitan-Nya yang boleh menghadapi maut sebagai pemenang, sebab kebangkitan-Nya bukan hanya untuk diri-Nya tetapi untuk semua yang terhisab di dalam Dia. 
Kebangkitan Yesus Kristus itu total dan tuntas. Total karena semua aspek dan mekanisme yang terlibat dalam operasional maut, yaitu dosa dan Taurat telah dikalahkan oleh Yesus Kristus. Maut menguasai kehidupan manusia karena sengatnya yaitu dosa. Sejak kejatuhan Adam, semua manusia tidak saja diturunkan hidup secara biologis tetapi juga mewarisi dosa. Taurat diberikan Tuhan bukan untuk menyelamatkan tetapi untuk mencegah dosa merajalela sampai manusia rusak total tak terpulihkan. Kendati dalam dirinya baik, Taurat justru menelanjangi dosa dan kerap merangsang dosa untuk bangkit dan melawan kehendak baik Tuhan. Ini dapat kita lihat menjadi semacam proses psikologis, ketika larangan diberi malah membuat orang terangsang untuk melanggar. Terjadinya hal ini bukan karena kesalahan dalam Taurat melainkan karena manusia telah mewarisi sifat dosa. Kedua kekuatan ini -- dosa dan Taurat menjadi cara maut menguasai dunia manusia. Bayangkan berapa ratus ribu, jutaan, bahkan milyaran manusia telah ditelan oleh maut dalam kemenangannya. Akan tetapi ketika Yesus Kristus memutuskan untuk menenggak cawan -- yaitu berisikan semua konsekuensi dahsyat dosa, pelanggaran terhadap Taurat dan maut -- maka Ialah yang sesungguhnya Pemenang sejati -- total dan tuntas! Maut telah ditenggak-ditelan-Nya habis dan dihabisi-Nya. Nubuat Yesaya dan teriakan Hosea dirujuk Paulus sebagai tonggak eskatologis yang digenapi oleh Yesus Kristus dan sudah dapat mulai di sini dan kini dialami oleh semua orang yang bersatu dengan-Nya. Maka oleh, karena dan melalui/di dalam Kristus kita boleh menjadi pemenang dan menjadikan budaya tidak harus terus menerus berorientasi pada hidup dan maut, tetapi hanya pada kemenangan hidup atas ,maut. 

Selasa, 08 Mei 2018

Kalau Bunyi Sangkakala

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata (sesungguhnya Paulus memakai dua istilah: inti waktu [atomos], dan sekejap mata  pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.  -- 1 Korintus 15:51-54

Ada dua lagu yang sewaktu usia SD hampir tiap hari saya dengar dinyanyikan oleh nenek saya sambil beliau menyiapkan sirih dengan segala asesorisnya. Lagu "Suara Injil Berbunyi," dan "Kalau Bunyi Sangkakala." Yang satu merupakan kerinduan sekaligus keyakinan bahwa Injil harus disaksikan, diberitakan sebab hanya dalam kabar Injil ada kepastian keselamatan. Yang satu lagi pun kerinduan dan keyakinan bahwa sangkakala Allah dibunyikan beliau ada -- termasuk ke dalam bilangan orang yang masuk ke dalam kemuliaan Tuhan.
Paulus menegaskan bahwa misteri kebangkitan tubuh orang mati dan perubahan orang yang masih hidup menjadi bertubuh kemuliaan adalah rahasia yang disingkapkan kepada para rasul dan kita yang membaca dan memercayai kebenaran penyataan Allah itu boleh memiliki penghiburan, pengharapan, penguatan, pengudusan, penyiapan. Kapankah peristiwa sedahsyat itu akan terjadi? Kita tidak tahu, Paulus juga tidak memberitahu berarti dia pun tidak diberitahu, bahkan Yesus ketika masih di bumi pun tidak tahu kapan saat Ia akan datang kembali itu. Yang kita diberitahu dan harus tahu dengan yakin pasti penuh ialah ketika sangkakala Allah dibunyikan dalam -- di sini Paulus memakai dua istilah yang membuat kita takjub, heran, gentar -- atomos, artinya inti terkecil dari sesuatu (inti terkecil waktu, katakanlah itu detik, atau seper-sekian detik bahkan) yaitu dalam sekejap mata -- dua peristiwa dahsyat akan terjadi. Yang telah mati dibangkitkan dengan tubuh baru, yang masih hidup diubahkan -- sehingga keduanya sama memiliki tubuh yang tidak dapat binasa, mulia, kuat dan rohaniah. 
Kekuatan apakah, kuasa siapakah, energi macam apakah dapat melakukan keajaiban yang bahkan lebih dahsyat daripada ketika Allah menciptakan segala sesuatu dari tidak ada menjadi ada hanya dengan berfiman -- inilah kekuatan dahsyat kebangkitan Yesus yang sudah menelan maut dan yang secara final akan memungkinkan itu pun terwujud pada semua orang percaya, entah kita sudah mati atau masih hidup.
Inilah kekuatan, penghiburan, pengharapan luar biasa yang perlu menjadi nyanyian keseharian kita. Jika ide Yesus akan datang kembali, sangkakala Allah akan dibunyikan, zaman ini akan berakhir bukan hal yang terlalu menggembirakan untuk kita, mari kita minta Roh Kudus mengubahkan kita agar bersiap-siaga,  berharap dan hidup sesuai untuk kejadian dahsyat yang hanya sesingkat inti waktu sekejap yang akan mengubahkan segenap realitas jejak kita selanjutnya.

Sabtu, 05 Mei 2018

Misteri tentang Kebangkitan

Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.  -- 1 Korintus 2:7

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia ...-- 1 Korintus 15:51


Injil Yesus Kristus -- kabar baik tentang Yesus melepaskan manusia dari kuasa dosa dan mengampuni dari murka Allah, tentang bagaimana Ia memperbarui manusia dan memulihkan segenap ciptaan dari pengaruh pencemaran dosa, tentang bagaimana Ia menegakkan Kerajaan Allah di bumi dan segenap ciptaan, dan bagaimana itu mencakup kebangkitan orang percaya yang sudah mati ke dalam tubuh baru dan pengubahan orang percaya yang masih hidup ke dalam tubuh mulia kebangkitan -- semua ini adalah misteri, rahasia, yang diterima Paulus dan para rasul lainnya dalam penyataan ilahi.
Sejauh ini di samping kebangkitan Yesus Kristus yang menjadi jaminan kebangkitan semua orang percaya kelak, kesannya Paulus seakan mengandalkan berbagai argumen untuk membuktikan kebangkitan tubuh kelak. Argumen dari para saksi mata kebangkitan Kristus, argumen dari pelayanan berat dan kesaksian kemartiran para rasul, argumen dari sakramen baptisan, argumen dari biji yang mati lalu bertunas dan tumbuh, argumen dari perbedaan benda-benda langit dari benda-benda bumi dan beragam tingkat kemuliaan di antara semua realitas langit dan bumi itu. Kini Paulus menandaskan bahwa ajaran tentang kebangkitan orang mati dan pengubahan orang yang masih hidup ke dalam tubuh baru yang kekal, mulia, kuat dan rohaniah itu adalah wahyu dari Allah. 
Bahwa kepercayaan ini unik dan tiada taranya dibanding semua yang dipercayai, dipikirkan, dispekulasikan oleh orang bukan Kristen tentang realitas di balik hidup kini, patut membuat kita bersyukur dan teguh dikuatkan olehnya. Sebab, dasar terdalam keyakinan ini adalah penyataan dari Allah sendiri. Hendaknya pencerahan Roh tentang misteri kebangkitan ini menolong kita hidup beda dari orang yang tidak memiliki pengharapan kebangkitan.