Rabu, 08 November 2017

Penuh Roh Allah

Usul itu dipandang baik oleh Firaun dan oleh semua pegawainya. Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu." Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya. Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: "Hormat!" Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir. Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Akulah Firaun, tetapi dengan tidak setahumu, seorangpun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir." Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir. Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir. Tanah itu mengeluarkan hasil bertumpuk-tumpuk dalam ketujuh tahun kelimpahan itu, maka Yusuf mengumpulkan segala bahan makanan ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir, lalu disimpannya di kota-kota; hasil daerah sekitar tiap-tiap kota disimpan di dalam kota itu. Demikianlah Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, sangat banyak, sehingga orang berhenti menghitungnya, karena memang tidak terhitung. Sebelum datang tahun kelaparan itu, lahirlah bagi Yusuf dua orang anak laki-laki, yang dilahirkan oleh Asnat, anak Potifera, imam di On. Yusuf memberi nama Manasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya: "Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku." Dan kepada anaknya yang kedua diberinya nama Efraim, sebab katanya: "Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku." Setelah lewat ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir itu, mulailah datang tujuh tahun kelaparan, seperti yang telah dikatakan Yusuf; dalam segala negeri ada kelaparan, tetapi di seluruh negeri Mesir ada roti. Ketika seluruh negeri Mesir menderita kelaparan, dan rakyat berteriak meminta roti kepada Firaun, berkatalah Firaun kepada semua orang Mesir: "Pergilah kepada Yusuf, perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu." Kelaparan itu merajalela di seluruh bumi. Maka Yusuf membuka segala lumbung dan menjual gandum kepada orang Mesir, sebab makin hebat kelaparan itu di tanah Mesir. Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi. -- Kejdian 41:37-57

Faktor apakah yang intinya menjadi penentu layak tidaknya seseorang memasuki peran penting untuk hidupnya? Apakah yang menjadi pendorong semua pihak akhirnya mengakui bahwa seseorang memang tepat mengemban peran ilahi lebih besar?
Firaun mengakui dua hal tentang Yusuf. Pertama, kesanggupannya mengartikan mimpi Firaun. Kedua, nasihat bijaknya agar Firaun mengangkat seseorang untuk menjalankan berbagai kebijakan ekonomi dan logistik. Akal budi dan kebijaksanaan! Tentu dua faktor penting ini sangat memengaruhi pertimbangan Firaun untuk mengangkat Yusuf menjadi penguasa yang diusulkan Yusuf sendiri itu. Sepanjang sejarah dunia kita melihat bagaimana peradaban manusia boleh mengalami peningkatan yang sangat berarti karena kemajuan yang diakibatkan oleh pendidikan yang baik. Namun kepandaian dan pengetahuan tidak identik dengan akal budi dan kebijaksanaan. Dan, kita tahu juga bahwa pendidikan tidak otomatis menjamin orang pandai identik dengan orang berhikmat. 
Ada faktor penentu di balik kedua hal itu yang akhirnya membuat Firaun mantap untuk mengangkat Yusuf menjadi orang kedua sesudahnya ialah: “Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?” (38). Ini pertama kali dalam Kejadian ada ungkapan seperti ini tentang seseorang dan kedua kali sesudah catatan tentang kegiatan Roh dalam penciptaan. Sungguh mencengangkan bahwa dari bibir mulut seorang yang kafir boleh keluar pengakuan sedemikian tentang orang kepunyaan Allah. Karya dan kehadiran Roh Allah sedemikian cemerlang sampai orang yang menyaksikannya dapat dengan tepat menyimpulkan dari mana sumber semua itu. Roh Allah beroperasi dalam Yusuf memberi mimpi, kerajinan, tanggungjawab, kesalehan, kesanggupan bergaul yang menjadi berkat, hikmat spiritual dan kepemimpinan yang merakyat.
Alangkah beda kriteria orang zaman ini tentang bagaimana orang dapat mendaki jenjang pengaruh dan kepemimpinan. Kebanyakan perebutan kuasa adalah dengan menggunakan daya tarik uang, atraksi artis, kepandaian melobby, memanipulasi massa. Tidak heran bila kepemimpinan dunia makin terpuruk saja! Jika di kalangan umat Tuhan pun meniru strategi dunia, gereja akan ikut hancur bersama kehancuran dunia! Kuasa sebesar dan semulia yang harus diembankan ke bahu pemimpin hanya sanggup dan layak dipikul mereka yang telah ditempa dan dikuasai oleh Roh Allah!
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar