Sabtu, 27 Mei 2017

Menghayari segar kegerejaan kita

"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. -- Markus 16:15-20


Esok kita ke gereja bukan? Meski gereja bukan gedung tetapi kita -- kawanan Allah, misi Allah -- yang adalah gereja, kita ke gereja sebagai salah satu wujud merayakan dwi-sifat kegerejaan kita ini. Sementara mempraktikkan kegerejaan kita, hayati dan hidupi se-riil-nya tritunggal pewujud-penopang kegerejaan kita. Pertama, sambutlah firman-Nya -- firman-Nya kekuatan kita, makanan, arahan, terang, penyingkapan hati Allah untuk kita -- bukalah pikiran,hati, tekad, imajinasi kita untuk menyambut firman-Nya, simpan, ingat-ingat, lakukan supaya mewujud dalam darah-daging keseharian kita. Kedua, meski hanya sekali seumur hidup kita menerima baptisan dan tidak tiap minggu kita menerima sakramen perjamuan kudus -- dalam harapan saya sesungguhnya baik dan lebih mendekati paparan Alkitab dan kebutuhan penopangan spiritualitas kita untuk gereja melayankan PK setiap minggu atau paling tidak sebulan sekali -- mari kita hayati prinsip penopangan sakramental / inkarnasional ini lebih aktif. Udara, air, pepohonan, makanan, pakaian, kursi gereja, mimbar, dlsb. sebagai media melalui mana kita mengalami perjumpaan dan kehadiran Allah yang memperbarui dan menopang kita. Ketiga, sepanjang injil Markus kita tidak melihat para murid yang super melainkan bebal, ter-distraksi oleh harapan duniawi, ambisius, lemah iman, takut, dst. tetapi tetap Tuhan mempercayai mereka dan mempercayakan Injil kepada mereka. Dan, herannya mereka diberdaya, sanggup menjadi media pernyataan berbagai tanda-mukjizat dari Dia yang bertakhta di surga dalam kemuliaan. Tidak disebut secara eksplisit oleh Markus di sini -- Lukas-Kisah Rasul menyebut ini dengan eksplisit -- namun dapat kita simpulkan bahwa catatan Markus ini mengisyaratkan operasi pemberdayaan Roh di dalam mereka. Maka esok dan setiap saat dalam keseharian kita, mari berharap, membuka diri, ambil energi, karunia, urapan  Roh dalam kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan, bermasyarakat, kesaksian kita di keseharian. 

Terima kasih Allah Tritunggal, untuk firman, air/roti-anggur, dan nafas/energi Roh pembaru kehidupan kegerejaan kami. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar