Rabu, 05 Juli 2017

Peninggian Diri

Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi." Lalu turunlah TUHAN dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."  -- Kejadian 11:3-7
Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. -- Wahyu 21:1-3


Babel adalah lambang kesombongan, keengganan memercayai janji Allah (kepada Nuh) dan pemberontakan. Selanjutnya Alkitab cenderung menilai kota-kota dunia secara negatif: tempat berlangsungnya berbagai kejahatan. Selain Babel. kita ingat misalnya Yerikho, Sodom-Gomora, NIniwe yang dalam keputusan ilahi harus dihancurkan. Bahkan Yerusalem yang artinya mungkin adalah kota (pemilik) damai, kota tempat Allah menghadirkan pemerintahan yang adil dan benar, telah menjadi kota dimana para utusan Allah dibunuh. Sepanjang sejarah dunia terlebih masa kini kota menjadi tujuan hidup kebanyakan orang. Kota menjanjikan kehidupan yang nyaman, ketersediaan banyak pekerjaan, pola hidup yang modern, dsb. Sehingga terjadilah urbanisasi besar-besaran ke kota-kota dunia yang sering menimbulkan masalah ekologi di samping moral. Kota dalam pesan apokaliptik kitab Wahyu memang menjadi tujuan akhir semua orang yang percaya dan taat kepada Tuhan Yesus. Kebalikan dari Babel yang ingin menjangkau surga dengan usaha sendiri, Yerusalem baru akan turun dari surga dan Allah akan berdiam bersama umat-Nya di Yerusalem baru itu, di bumi dan langit yang telah diperbarui. Sebagai orang yang memiliki harapan menghuni Yerusalem baru, hendaknya pola hidup kita di kota-kota dunia disesuaikan dengan kota suci, damai, mulia itu dan bukan dengan pola hidup kota dunia ini. 
Mari wujudkan kesucian, keramahan, keadilan, kepedulian, pemeliharaan alam dakam hidup keseharian kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar