Senin, 02 Mei 2011

Tiga Pribadi

Dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus
Matius 28:29

Hanya ada “satu” nama (tunggal), dan bukan “tiga nama” (jamak) – demikian ucapan Yesus yang mengacu kepada Allah tritunggal ini. Kebenaran menakjubkan namun tak terelakkan bahwa Allah yang esa itu berpribadi tiga tersebar dalam seluruh Perjanjian Baru. Yesus menyebut Allah Bapa-Nya, sambil mengklaim sebagai Anak-Nya dan setara dengan-Nya, serta membiarkan Tomas menyembah Dia sebagai “Tuhanku dan Allahku” (Yoh. 5:18-23; 10:30; 20:28). Juga, Ia berjanji mengutus Roh Kudus – “Penolong yang lain (yaitu, yang kedua setara diri-Nya) – untuk menggantikan Dia dan melanjutkan pelayanan-Nya kepada para murid (Yoh. 14:26; 15:26; 16:7-15). Demikian Ia membuat jelas bahwa dalam keesaan Keallahan terdapat tiga pribadi ilahi yang bekerja bersama.

            Pada saat pembaptisan Yesus Roh Kudus turun ke atas-Nya dan Bapa menyatakan dari surga: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi” (Mat. 3:16-17). Kepada Nikodemus Yesus menjelaskan perlunya dilahirkan dari Roh dan percaya akan Anak yang telah diberikan untuk dunia oleh Bapa (Yoh. 3:1-16). Paulus menyampaikan berkat yang berasal dari masing-masing tiga pribadi itu (2Kor. 13:14), yang melalui kerja sama-Nya kita diselamatkan; ini ia jelaskan di bagian lain (Rm. 8; Efs. 1:3-14; 2:13-22; 2Tes. 2:14-15; 1Ptr. 1:2).

            Roh bukan sekadar pengaruh aktif dari Bapa dan Anak, tetapi Perjanjian Baru mengatakan bahwa Ia bicara, bersaksi, menolong, menyelidik, didustai, didukakan, dan ditolak – hal-hal yang hanya dapat disebut tentang pribadi.

            Kebenaran tentang Tritunggal dibenarkan dalam pengalaman Kristen. Roh diam di dalam kita (Rm. 8:9) dan Tuhan yang telah ditakhtakan menyertai di sisi kita (2Tim. 4:17) untuk menguatkan kita bagi penyembahan dan pelayanan Bapa surgawi kita yang di atas kita.

Bagaimanakah pengalaman Anda membenarkan kebenaran tentang Tritunggal?

Berdoalah dengan kesadaran baru tentang tiga pribadi Tritunggal: berdoa kepada Bapa surgawi Anda dalam nama Yesus melalui pertolongan Roh Kudus.

Dikutip dari Bapa Surgawi Mengasihimu karangan J. I. Packer.
Info Pemesanan Email ke waskitapublishing@gmail.com atau sms / call: 0812-270-24-870.

1 komentar:

  1. Shalom. Yeshua ( nama Ibrani Yesus yang huruf Ibraninya ישוע ) dalam Markus 12 : 28 - 31 pernah mengutip Shema Yisrael dan Ve'ahavta sebagai jawaban atas pertanyaan dari seorang ahli Taurat atau Soferim ( ספרים ) mengenai hukum manakah yang paling utama. Keduanya disebut dalam kitab Torah ( תורה/ Taurat ) yang ditulis oleh Moshe ( משה/ Musa ).

    Aksara Ibrani :

    " שמע ישראל יהוה אלהינו יהוה אחד ואהבתא את יהוה אלהיך בכל לבבך ובכל נפשך ובכל מאדך ואהבתא לרעך כמוך. "

    Cara membacanya menurut peraturan tata bahasa Ibrani:

    " Shema Yisrael: YHWH ( Adonai ) Eloheinu, YHWH ( Adonai ) ekhad ve'ahavta et YHWH ( Adonai ) Eloheikha bekol levavkha uvkol nafsheka uvkol meodekha ve'ahavta lereakha kamokha. "

    Terjemahannya : " Dengarlah, hai orang Israel: YHWH ( Adonai ) Elohim kita, YHWH ( Adonai ) itu esa dan kasihilah YHWH ( Adonai ) Elohimmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. " ( Imamat 19 : 18, Ulangan 6 : 4 - 5, Matius 22 : 37, Markus 12: 29 - 31, Lukas 10 : 27 )
    Tuhan memberkati. 🕎✡🐟✝🕊📖🇮🇱

    BalasHapus