Selasa, 31 Mei 2011

Pembaruan Rohani



Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami, dan tiadakanlah sakit hati-Mu kepada kami.
Mazmur 85:4

Pembaruan rohani adalah pengalaman pendalaman kehidupan dalam Roh yang merupakan cicipan dan cicilan awal surga sendiri. Keyakinan akan keberdosaan diri dan pengampunan total terhadap dosa; kesukaan yang rendah hati namun mulia dalam kesadaran tentang kasih Allah bagi kita; pengetahuan tentang keakraban Bapa, Anak dalam persekutuan dan kasih sayang; hasrat tanpa habis untuk memuji Allah; dorongan menetap untuk mengasihi, melayani, menghormati Bapa, Anak, Roh, dan kebebasan hati untuk mengungkap semua hasrat ini secara kreatif dan spontan – semua ini adalah hakikat kehidupan surga. Semua hal tadi sudah merupakan tanda dari pembaruan perseorangan dan komunitas dalam dunia sekarang ini.

            Hal itu adalah pembaruan sebab Yesus dan persekutuan dengan-Nya menjadi sangat jelas dan dalam. Tanda  terjelas dapat kita temukan dalam himnologi yang lahir dalam masa berbagai gerakan pembaruan.

            Melalui pembaruan, orang percaya ditarik lebih dalam ke penghidupan baptisan, yaitu mati dan bangkit bersama Kristus, dalam pertobatan, penyangkalan diri, hidup benar melawan dosa dan hidup taat bagi Allah.

            Pembaruan terjadi melalui tindakan Roh Kudus melakukan tugas Perjanjian Baru-Nya, yaitu memuliakan Kristus dalam akal budi para murid-Nya.

            Dalam pembaruan umat Allah mengalami penghentian impotensi, frustrasi, dan kemandulan yang merupakan akibat dari ketidaksukaan ilahi. Kesukaan menggantikan keputusasaan, dan kerajaan Allah diperluas melalui dampak pembaruan hidup tersebut (Mzm. 88:4-6; Zak. 8:23).

Apakah Anda fokus pada suasana dan impian dalam pembaruan yang tidak sesuai uraian di atas?

Tuhan, tolong aku untuk tidak takut kepada pembaruan ohani yang murni.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar