Selasa, 31 Mei 2011

KKR

Apakah Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali, sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau?
Mazmur 85:6

Kebangunan rohani adalah lawatan Allah yang menghidupkan orang Kristen yang telah terlelap dan memulihkan kepekaan yang dalam akan hadirat serta kekudusan Allah. Lalu memancar suatu kepekaan jelas akan dosa dan pelaksanaan pertobatan, pujian, dan kasih dalam hati secara menakjubkan, dengan luapan semangat menginjili.

            Setiap kegerakan kebangunan memiliki fitur khasnya, tetapi polanya selalu sama.

            Pertama, Allah datang. Pada petang Tahun Baru 1939, John Wesley, George Whitefield, dan beberapa kawan mereka mengadakan “pesta kasih” dalam bentuk doa semalam suntuk untuk menyambut Tahun Baru. Sekitar jam 3 pagi, Wesley menulis, “kuasa Allah datang dengan dahsyat ke atas kami, sedemikian rupa sampai membuat kami berteriak penuh sukacita, dan banyak yang jatuh ke lantai.” Kebangunan rohani selalu mulai dengan pemulihan kepekaan akan kedekatan Yang Mahakudus.

            Kedua, injil dikasihi seperti belum pernah terjadi sebelumnya. Kepekaan akan kedekatan Allah menciptakan kesadaran melimpah akan dosa dan keberdosaan seseorang, dan dengan demikian kuasa darah Kristus yang menguduskan menjadi sangat dihargai.

            Lalu pertobatan makin mendalam. Dalam kebangunan di Ulster tahun 1920-an para pekerja kapal mengembalikan banyak sekali alat-alat curian sampai harus dibangun gudang baru untuk menampung peralatan yang dikembalikan itu! Pertobatan menghasilkan restitusi.

            Akhirnya Roh bekerja cepat: kesalehan melipatganda, orang Kristen menjadi dewasa, pertobatan terjadi. Paulus ada di Tesalonika kurang dari tiga minggu, tetapi Allah bekerja cepat dan Paulus meninggalkan gereja dalam keadaan perkasa.

Apakah gereja Anda merindukan dan mendoakan terjadinya kebangunan rohani?

Tuhan, kirimlah kebangunan rohani dan kiranya itu mulai dari saya. Bangkitkan hatiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar