Jumat, 26 Agustus 2011

Menyukakan Roh Allah

Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah.
Efesus 4:30
 

Hendaklah kamu penuh dengan Roh,
Efesus 5:18
 

Firman ini menegaskan bahwa Roh Kudus adalah pribadi dan bahwa sifat-Nya adalah kudus. Seperti halnya dengan pribadi Allah Bapa dan Putra, perilaku tertentu menyukakan Dia, perilaku lain mendukakan-Nya. Yang termasuk hal kedua itu ialah kepahitan, kemarahan, kejengkelan, pertengkaran, fitnah, kebencian, dan mencuri (Efs. 4:28-31), bahkan semua pelanggaran hukum moral lainnya. Kristen yang jatuh ke dalam dosa-dosa ini mengacaukan rencana-Nya dan merusakkan karya-Nya yang membuat kita menjadi serupa Kristus. Pengetahuan bahwa kita adalah rumah Roh Allah dan bahwa “tamu yang penuh anugerah dan selalu sedia ini” bekerja keras dalam hati kita untuk menguduskan kita, harusnya menimbulkan rasa hormat yang takjub dan cepat membuat kita malu dan meninggalkan segala kekurangan moral kita (1Kor. 6:19; Fil. 2:12).

            Untuk menjauhkan kita dari mendukakan Roh, Alkitab mendorong kita ke sisi lawannya yang positif – yaitu, dipenuhi dengan Roh. Kata yang dipakai menyiratkan suatu kewajiban terus menerus. “Dipenuhi” mengandung arti sepenuhnya memikirkan dan dikendalikan oleh realitas yang diberitahukan oleh Roh, dan hal ideal dalam hidup yang Ia tunjukkan kepada kita. Dari sumber mana kita boleh mencari kepuasan hidup? Tidak dari pemuasan nafsu serupa orang mabuk oleh alkohol (cara pemuasan yang duniawi), tetapi dari memusatkan perhatian sepenuhnya dengan perhatian Roh sendiri. Maka kita akan memiliki sesuatu yang akan membuat kita bernyanyi, sebab Roh yang disukakan akan menopang kita dengan sukacita yang tak pernah dikenal oleh orang duniawi (Efs. 5:18-20).


Apakah orang Kristen gereja Anda dicirikan oleh kesukaan? Bisa saja mengklaim kesukaan batin, namun tak seorang pun memercayai itu jika wajah kita tegang, keras, dan tidak puas.

Tuhan, dagingku lemah tetapi rohku ingin Roh-Mu memenuhi setiap bagian keberadaanku.

Dari buku Bapa Surgawi Mengasihimu -oleh Dr. James I. Packer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar