Senin, 05 September 2011

Kemurahan Allah


Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni."
Yesaya 6:6-7


Kebenaran kelima tentang Allah, dan gugus sifat terakhir dalam totalitas kekudusan-Nya, adalah kemurahan-Nya – kemurah-hatian yang memurnikan, membersihkan Yesaya ketika ia mengaku dosanya. Mezbah adalah tempat pemberian kurban dan bara itu menggambarkan aplikasi kurban. Dalam Perjanjian Baru, hal itu menunjuk ke aplikasi darah Yesus Kristus yang tercurah untuk hati nurani yang bersalah. Aplikasi awal ditujukan ke tempat-tempat di mana nyeri rasa bersalah yang disadari paling terasa. Yesaya sangat merasakan dosa-dosanya dalam berbicara, karena itu bibirnya yang secara khusus disentuh. Tetapi sebagaimana kesadaran sejati akan dosa menyangkut baik keberdosaan secara umum maupun perssbuatan salah khusus, demikian juga ucapan malaikat berarti bahwa dosa Yesaya, yang ia tahu dan yang tidak, ditebus (harfiah berarti disingkirkan dari pemandangan Allah).

            Yang berinisiatif di sini ialah Allah, sebagaimana selalu demikian ketika orang menyadari anugerah-Nya. P. T. Forsyth sering menegaskan bawa bentuk paling sederhana, pasti, agung dari sifat Allah ialah kasih kudus-Nya; kemurahan yang menyelamatkan kita dari dosa kita, bukan dengan mengabaikannya tetapi dengan menghukumnya dalam pribadi Kristus dan melaluinya membenarkan kita secara benar dan adil. Yesaya pasti menyetujui itu. Kemurahan bertindak melalui pengaturan, penerimaan, dan penerapan kurban penyelamatan. Hal menakjubkan itu hampir-hampir tak mungkin dapat dipercaya. Terdengar terlalu baik untuk dapat sungguh terjadi. Tetapi itu sungguh suatu kebenaran terdalam.


Pernahkah Anda mengalami kemurahan Allah yang memurnikan dan membersihkan itu? Dapatkah Anda menjelaskan itu dengan bahasa sehari-hari ke orang lain?

Berdoalah untuk kesempatan berbicara kepada seorang yang memerlukan kemurahan Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar