Jumat, 23 September 2011

Sepasti Fajar



Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.
Markus 13:12


Perjanjian Baru meneguhkan kita bahwa Yesus datang untuk semua orang Kristen di saat kematian mereka, untuk menyambut mereka kepada diri-Nya (Yoh. 14:3; Kis. 7;55-60). Tetapi ketika penulis bagian Alkitab ini menatap ke depan, mereka bukan menatap ke hal tersebut, melainkan ke kedatangan pribadi Yesus secara umum untuk menghakimi dunia ini, menghancurkan kematian, dan menjadikan segala sesuatu baru. Sungguh suatu fakta mengejutkan bahwa peristiwa itu (disebut parousia yang berarti “lawatan kerajaan”) dirujuk sekitar setiap tiga belas ayat sekali dalam Perjanjian Baru dan setiap sepuluh ayat dalam surat-surat kiriman. “Ia akan datang kembali” demikian ikrar dalam kredo, “untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.” Peristiwa itu jelas tidak terbayangkan tetapi imajinasi manusia bukan ukuran untuk kuasa ilahi.

            Saat kedatangan Yesus tersembunyi dan kejadian-kejadian di sekelilingnya dibiarkan samar, tetapi hal yang pasti ialah bahwa kita akan bertemu Yesus muka dengan muka dan jika iman kita riil, kita akan menemukan bahwa kita kenal Dia dan Ia kenal kita.

            Sementara ini kita harus “berjaga-jaga: - yaitu siaga dan siap (Mrk. 13:33-37) – dan mengizinkan prospek bahwa suatu hari kita akan berdiri di hadapan Juruselamat, yang kita kasihi meski belum kita lihat (1Ptr. 1:8), mendorong kita ke kehidupan yang kudus dan pelayanan yang setia. “Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci” (1Yoh. 3:3).

Jika tiap kali bangun pagi, pikiran Anda pertama ialah “Yesus mungkin datang hari ini,” akan berdampak apakah ke jalan hidup Anda? Cobalah dan lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar