Jumat, 15 Desember 2017

Arti Konkret Keselamatan

Kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. -- 1 Petrus 1:9



Apakah yang dimaksud dengan keselamatan? Bagaimana isi atau wujud keselamatan yang menurut Petrus sudah kita capai kini tersebut nyata dalam pengalaman kita?
Keselamatan memiliki beberapa sinonim seperti: kelepasan, keluputan, keamanan, kesembuhan, kepulihan. Lebih luas dan komprehensif ketimbang yang biasanya kita mengerti, yaitu hanya sebagai pengampunan dari murka Allah dan hak masuk surga. Apabila kita kaitkan dengan beberapa ciri orang percaya menurut Petrus -- dipercik darah Kristus supaya taat kepada-Nya, dikuduskan oleh Roh, dilahirkan baru ke pengharapan yang hidup untuk menerima warisan kekal -- maka keselamatan dapat kita pahami sebagai kelepasan dari semua hal yang merusak tubuh-jiwa kita dan pembentukan kekudusan agar layak memasuki kemuliaan kekal kelak.
Mari kita lekatkan ini ke dalam berbagai aspek keseharian kita berikut ini:
Bagaimana dengan proses perubahan sifat dosa kita ke sifat Kristus? Misalnya: tidak peduli menjadi kasih, murung .--> sukacita, khawatiran --> damai sejahtera, kikir -->  kemurahan, bosanan --> kesetiaan, kasar -->  kelemahlembutan, temperamental --> penguasaan diri?
Bagaimana dengan dosa-dosa laten ciri diri kita masing-masing? Rakuskah? Mudah marahkah? Lidah tak terkendalikah? Serakahkah? Sombongkah? Nafsu sekskah? Nafsu makankah? Nafsu kememewahankah? Haus pujiankah? Materialistiskah?  ...
Bagaimana kita dalam kehidupan ekonomi-sosial? Curangkah dalam relasi bisnis? Korupsi waktukah dalam kerja? Tidak adilkah dalam perlakuan ke bawahan? Penonjolan dirikah dalam pelayanan? Asal-asalankah dalam pekerjaan / pelayanan?...
Singkat kata mari kita hayati keselamatan tidak saja dalam artian rohani sebagai keluputan dari murka Allah dan hak masuk surga, tetapi sebagai perubahan hidup dari semua akar dan dampak kejahatan dan ketidakbenaran, mulai dari sifat, angan-angan, cita-cita, sampai ke motif di akar perilaku ekonomi-sosial kita sehari-hari. Tuhan menghendaki kita kudus rohani-pribadi-gerejawi-ekonomi-sosial sebagaimana layaknya orang-orang yang dipilih untuk warisan yang tidak dapat binasa-layu-cemar kelak Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar