Senin, 28 Maret 2011

Kelemahan Kodrat Manusia

KRISTUS,
ANAK-KU, semua manusia lemah. Jangan berpikir bahwa engkau lebih kuat daripada manusia lainnya. Keadaan tidak menciptakan kelemahan seseorang. Keadaan hanya menonjolkan dan menunjukkan siapa seseorang itu sebenarnya. Engkau harus yakin akan fakta ini. Kehendakmu lemah, dan keinginan buta sifat manusiawimu yang kuat.
            2. Mestinya tidak sukar bagimu untuk mengakui kelemahanmu. Lihat sajalah bagaimana engkau sering kali menjadi gelisah karena hal-hal sepele! Kadang-kadang engkau bertekad menjadi manusia lebih baik. Lalu datanglah godaan kecil, dan lenyaplah tekadmu itu. Sewaktu engkau pikir engkau aman, engkau bisa saja menemukan dirimu tergelincir karena suatu godaan kecil, tanpa engkau menduganya sama sekali. Meskipun engkau tidak menyetujuinya sepenuh hati, perasaan dan keinginanmu mengacaukan pikiranmu. Bayang-bayang kebencian segera meliputimu dan tidak mau meninggalkanmu.
            3. Sebelum engkau dapat sungguh berupaya dalam hal penyempurnaan diri, engkau harus yakin bahwa ia sangat diperlukan. Sadarilah betapa lemahnya engkau! Sering kali engkau menunjukkan kecenderungan ke arah yang salah. Engkau mengakui dosa-dosamu hari ini, dan besok engkau melakukan kesalahan yang sama lagi. Engkau bertekad untuk waspada, dan satu jam kemudian engkau bertindak seakan engkau tidak pernah membuat tekad itu. Engkau begitu lemah dan goyah. Untuk itu, sudah sepantasnyalah engkau bersikap rendah hati dan menolak untuk berpikir tinggi atau hebat tentang dirimu .
            4. Engkau lebih cenderung mundur daripada maju. Engkau tidak berada dalam keadaan jiwa yang sama untuk suatu jangka waktu yang lama. Suasana hatimu dan sikapmu berubah bersamaan dengan berubahnya waktu dalam sehari. Jika saja engkau mau berpaling kepada-Ku! Aku dapat membantumu mengatasi semua keadaan jiwa yang berubah-ubah ini. Arahkan hatimu kepada-Ku dan temukan peristirahatan damai di dalam Aku.

RENUNGKAN,
            Kodrat manusiaku sama seperti kuda liar. Ia harus diawasi dalam setiap tindakannya. Keinginannya adalah untuk bebas lepas kendali. Oleh karena itu aku tidak usah heran akan perasaanku yang berubah-ubah dan keadaan hatiku yang tidak tetap. Karena mereka bukan diriku yang lebih luhur di dalam aku. Allah akan menghargai aku hanya atas apa yang aku usahakan untuk dicapai. Aku akan cepat berubah menjadi lebih baik bila aku memohon bantuan-Nya dengan lebih sering berdoa dan dengan menerima sakramen-sakramen.
Seringkali aku sama sekali tidak berusaha menolak perasaanku yang tidak pantas dan keinginanku yang buta. Ada juga saat-saat di mana aku mencoba menolaknya seorang diri. Hanya dengan bantuan Allah, aku dapat mencapai kemajuan yang tetap. Dengan pengetahuan yang Dia berikan kepadaku melalui Gereja-Nya yang kudus, dan dengan kekuatan yang Dia berikan kepadaku dalam sakramen-sakramen-Nya, aku akan dapat menjalani suatu kehidupan yang kudus, meskipun ada gejolak keinginan rendah di dalam diriku.

DOA,
   Tuhanku terkasih, Engkau mengetahui ketidakberartian dan kelemahanku dengan sempurna. Kasihanilah aku ini, Tuhan. Keluarkanlah aku dari dalam kubangan diriku, supaya aku tidak selamanya berada di dalamnya. Pandanglah usaha dan perjuangan dalam keseharianku. Bantulah aku dalam usaha-usahaku itu. Kuatkan aku dalam kesungguhan niatku. Sering kali aku gagal karena aku bergantung pada kekuatan diriku sendiri saja. Tetapi sekarang ini, aku akan mencari nasihat dan petunjuk sesering yang aku butuhkan. Hanya dengan cara ini, aku dapat berharap maju di dalam kebajikan yang benar dan kokoh. Buatlah aku menjadi lebih arif dan jujur dalam usahaku sehari-hari, sehingga aku tidak lagi menyia-nyiakan waktu yang berharga. Aku berharap akhirnya aku dapat menjadi seperti yang Engkau inginkan. Tanpa bantuan-Mu, aku tidak berarti. Tuhan bantulah aku! Amin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar