Rabu, 15 Februari 2012

Agape

Istilah agape dalam bahasa Yunani untuk kasih, tampaknya adalah temuan Kristen – suatu kata baru untuk hal baru (terlepas dari duapuluh kali penggunaan kata itu dalam terjemahan Yunani Perjanjian Lama, istilah itu hampir tidak pernah muncul sebelum Perjanjian Baru). Agape menarik artinya langsung dari penyataan Allah dalam Kristus. Kasih agape bukan kasih alami, betapa pun kuatnya, tetapi suatu buah Roh secara adikodrati (Gal. 5:22). Kasih itu lebih menyangkut kehendak daripada perasaan (sebab orang Kristen harus mengasihi meski mereka tidak menyukai – Mat. 5:44-48). Kasih itu adalah unsur dasar dalam keserupaan dengan Kristus.

            Bacalah 1 Korintus 13 dan perhatikan apa yang ayat-ayat ini katakan tentang keutamaan (1-3) yang menetap di dalam kasih (8-13); perhatikan juga ciri kasih (4-7).

            Bahasa lidah, nubuatan, keahlian teologis, dan iman yang mengadakan mukjizat begitu digemari orang Kristen di Korintus; demikian juga berkurban dan menjadi martir sewaktu-waktu dituntut dari orang Kristen. Namun kasih lebih penting dari semua itu sebab tanpa kasih semua hal itu menjadi tidak bernilai, dan orang Kristen yang tanpa kasih, meski sangat berbakat dan aktif, tidak memperoleh manfaat apa pun dan tidak memberi manfaat apa-apa.

            Ayat-ayat di bagian tengah memberikan gambaran Yesus dan mengoreksi orang Korintus yang sok, suka berdebat, lancang, sombong, mementingkan diri, kritis, tidak bertanggungjawab yang membuat Paulus menyebut mereka duniawi dan bayi secara rohani.

            Bagian lebih penting dari kasih ialah fakta bahwa ia akan bertahan terus sampai hidup yang akan datang ketika semua hal seperti nubuat, bahasa lidah, dan pengajaran teologis tidak lagi diperlukan.


Apakah aku memiliki pengalaman mengasihi orang yang tidak ku sukai?

Tuhan, perlihatkan kepadaku di mana aku perlu menerima agape sejati dari-Mu dan menyatakannya untuk orang lain     

Dari Bapa Surgawi Mengasihimu- oleh Dr James I Packer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar