Jumat, 03 Februari 2012

Bagaimana Allah Menyelamatkan Kita

Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
Roma 5:10


Kita diperdamaikan dengan Allah melalui kematian Anak-Nya. Kematian-Nya menebus kita dan penyelamatan mengandung arti pembebasan melalui pembayaran harga tebusan. Kematian Yesus untuk dosa kita juga mengalahkan Iblis. Dengan gamblang Paulus bicara tentang Kristus menaklukkan Iblis dan para pengikutnya, melucuti para penguasa dan kuat kuasa, memecundangi mereka secara publik seperti yang biasa dilakukan seorang jenderal ketika memimpin prosesi terdiri dari para tawanan dan taklukan sesudah perang yang dimenangi – dan semua ini, kata Paulus, terjadi di salib (Kol. 2:14-15). Jadi Allah pertama menyelamatkan semua melalui peristiwa Salib, dan melambangkan kemenangan itu dalam Kebangkitan.

            Kedua, Allah menyelamatkan melalui pelayanan Kristus yang terus menerus menemukan dan memelihara mereka yang untuknya Ia telah mati, membawa mereka ke dalam anugerah, memanggil mereka ke dalam iman, bersyafaat untuk mereka supaya mereka menemukan anugerah untuk menolong mereka dalam saat kebutuhan (Ibr. 4:16), melindungi mereka ketika dunia, daging, dan iblis menyerang, dan akhirnya mengubah mereka ke dalam keserupaan dengan-Nya. Ia akan mengubah tubuh dari keadaan rendah ke keadaan yang menyerupai tubuh kemuliaan-Nya, kata Paulus (Fil. 3:21). Itulah bagian dari pengharapan Kristen, tubuh yang serasi dengan roh yang diperbarui.

            Ketiga, Allah menyelamatkan kita melalui pelayanan Roh Kudus yang diterima oleh orang beriman sebagai meterai Allah untuk menandai mereka sebagai milik-Nya dan membawa mereka mengalami bagian awal keselamatan yang akhirnya akan menjadi milik mereka penuh bersama Kristus dalam kemuliaan (Efs. 1:13-14).

            Jika kita bertanya apa motivasi Allah mengerjakan semua ini untuk kita, jawabnya semua hanya karena anugerah, karena belas kasihan yang tidak layak dan tidak kita usahakan, karena kemurahan yang sama sekali bertentangan dengan ketidaklayakan kita, kasih untuk yang tidak patut dikasihi. Perjanjian Baru mengatakan itu berulang-ulang.


Jika penyelamatan kita telah menuntut Allah berkurban demikian besar, dapatkah kita berharap menolong orang lain untuk menerima keselamatan dari Allah dengan mudah, murah, nyaman?

Tuhan Yesus, selamatkan kami hari ini dengan hidupMu di dalamku.

Dari Bapa Surgawi Mengasihimu - oleh Dr James I Packer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar