Rabu, 13 Juni 2018

Ketekunan

Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. -- Matius 10:22
Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan." -- Lukas 8:15
Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. -- Roma 5:3-4
Kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan,... -- 2 Petrus 1:5-6

Kata lain dari tekun / ketekunan antara lain adalah: sabar, tahan, terus menerus, berulang-ulang, tidak kenal menyerah, berkelanjutan, berkesinambungan, berkeringat, disiplin, bekerja-bekerja-bekerja!
Nasihat orang bijak mengatakan hanya perlu 10% inspirasi bagi hidup yang unggul, selebihnya -- 90% yang dibutuhkan adalah perspirasi -- keringat, atau dengan kata lain tekun mengerjakan!
Dalam rangkaian pertumbuhan iman dalam perspektif Petrus, dapat kita bayangkan hubungan erat antara iman -- kebajikan -- pengetahuan -- penguasaan diri -- ketekunan -- dst. Ketekunan, kesabaran, ketidakbosanan, ketidakputusasaan, kekonsistenan, ketahanan, keberlanjutan inilah yang membuat iman kita bertumbuh dan bertambah sampai mencapai ke garis finish. Dan mengingat ucapan Yesus hanya yang tekun sampai ke akhir yang selamat -- ini diulang dalam banyak nuansa dalam para penulis Perjanjian Baru lainnya, dan di Wahyu juga  maka sangat perlu untuk kita memerhatikan ketekunan kita. Tekun menyumberkan hidup dalam anugerah, tekun berbuat baik yang istimewa, tekun melatih pikiran agar menjadi alat bagi tumbuh-kembangnya pengetahuan yang benar, tekun mendisiplin kehidupan agar terkendali menjalani kehidupan yang mulia, tekun mengerjakan disiplin rohani -- berdoa, baca Alkitab, bersyafaat, bersaksi, bertahan dalam susah, memuji dan menyembah Tuhan, berkarya Kerajaan, dst. 
Kita hidup dalam zaman percepatan, variasi, keragaman, kemajemukan, silih ganti yang pada intinya bertentangan dengan bertekun dengan hal yang dianggap lama, kolot, itu-itu terus, membosankan. Tetapi, semangat zaman dunia kini kehilangan indahnya dan sukacitanya bertekun. Kita orang percaya perlu mengembangkan ketekunan, mengakar, mendalam, bertahan sampai kekal  di dalam hal-hal hakiki dari Tuhan untuk kehidupan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar