Senin, 24 September 2012

Kedekatan Allah

Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!- Yesaya 6:3
 
Apalagi yang kita pelajari tentang kekudusan Allah dari visi Yesaya. Hal ketiga yang kita lihat di sini ialah manifestasi kemahahadiran Allah.
            “Seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya” Kemuliaan berarti hadirat Allah diperlihatkan. Para malaikat dan juga manusia yang kerohaniannya peka melihat Allah bercahaya di semua tempat dan semua proses. Di mana pun tak ada orang dapat menghindar dari hadirat-Nya. Untuk mereka yang suka ada dalam hadirat Allah dan tidak ingin menghindar dari-Nya, itu adalah kabar baik; ini menjadi kabar buruk bagi orang yang lebih ingin agar Allah tidak melihat atau memperhatikan hal yang mereka buat.
            Mazmur 139 mulai dengan merayakan kedekatan Allah dan pengetahuan-Nya yang tidak terbatas tentang keberadaan dan keadaan tiap orang percaya dan berakhir dengan permohonan agar Allah, sang penyelidik hati, akan memperlihatkan dosa yang ada dalam pemazmur agar boleh ia buang. “Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi… Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mzm. 139:2-3, 23-24).
            Untuk orang yang ingin mendoakan bagian doa tersebut, aspek kekudusan Allah ini merupakan kebenaran yang tidak mengenakkan.
 
Renungkan Mazmur 139.
Ubah mazmur itu menjadi doa – puji Allah atas pengetahuan rinci-Nya tentang Anda dan ceritakan dengan jujur perasaan Anda mengenai kebenaran dahsyat, berharga, dan merendahkan hati ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar