Senin, 03 September 2012

Masalah Kehidupan

Aku melihat segala penindasan yang terjadi di bawah matahari. - Pengkhotbah 4:1
 

Pengkhotbah melihat ke sekeliling dan mencatat beberapa hal ini. Pertama, ia melihat penindasan – tangis dan kepedihan, tanpa seorang pun yang menghibur mereka; di pihak lain para penindas berkuasa dan sanggup memperlakukan orang lain seenaknya – sedemikian parah sampai yang tak berdaya dan terhimpit merasa lebih baik tidak pernah hidup.

            Kedua, kesia-siaan kesibukan hidup. Segala jerih payah dan segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seseorang terhadap yang lain” (4-8). Salah satu motivasi kuat dalam hidup ialah iri hati, cemburu, sombong, dan keinginan melebihi orang lain. Tetapi hidup yang digerakkan oleh kecemburuan tidak pernah memberi kepuasan.

            Kemudian, ia melihat kesepian dalam dunia Allah (9-12). Pemikiran penting dalam alinea ini ialah kesedihan orang yang sendirian: ketika ia gagal, tidak ada yang menolong (10). Ketika ia dalam masalah, tak seorang pun di sampingnya. Ada banyak orang seperti itu di dunia, dan dalam keluarga Allah: gereja Kristen.

            Akhirnya, ia melihat kesusahan dalam naik turun kehidupan (13-16). Pengkhotbah mungkin melihat kenyataan ketika ia merujuk ke raja tua dan bodoh, yang tak lagi sedia menerima nasihat, meski ia telah keluar dari penjara untuk menjadi raja atau dalam kerajaannya sendiri ia miskin. Ketika ia naik kuasa ia menjadi sombong dan bebal. Apa yang akan terjadi? Kelak ia akan diganti oleh seorang muda yang miskin yang kelak pun akan diganti dan dilupakan juga. Hidup untuk tiap orang ada gelombang naik dan turunnya, dan semakin tinggi ia naik, semakin hebat jatuhnya.

 
Apa pikiran dan perasaan Anda melihat masalah-masalah hidup?

Tuhan, tidak banyak yang berubah sejak zaman Pentkhotbah. Kini masih ada penindasan, kesepian, kerja keras sia-sia, turun dan naik… Bagaimana supaya aku ada tanpa menjadi bagian di dalamnya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar