Minggu, 15 Januari 2012

Berakar dalam Yesus

Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Kolose 2:6
 

Apa maksud Paulus dengan kecukupan Kristus dalam Kolose 2:6-19? Ayat kuncinya adalah 6-8, yang juga menyimpulkan pesan Kolose. Biarlah Yesus Kristus menjadi segalanya bagi Anda. Tinggallah dalam Dia, akui Ia sebagai dasar untuk keberakaran hidup Anda dan jadikan Ia yang membangun Anda dalam gereja. Ialah yang secara tetap membuat Anda berterima kasih kepada Allah karena kekayaan yang Ia berikan.

            Arahan Paulus berasal dari doktrin tentang siapa Kristus dan apa karya-Nya, serta keutamaan-Nya. Dalam Kristus Allah memperbarui hati kita (sunat hati dan dikubur dalam baptisan). Sesudah menemukan kita dalam kematian, Ia memberikan hidup dalam Kristus melalui iman (bangkit dalam baptisan dan diampuni). Melalui salib Ia membatalkan hukuman kematian kita yang merupakan tuntutan dari Hukum yang dilanggar dan melucuti semua kuat-kuasa kejahatan kosmis. Bagi mereka yang memiliki mata untuk melihat, salib Kristus (yang terlihat seperti kekalahan memalukan) sebenarnya adalah langkah kemenangan-Nya di mana Ia menawan para musuh-Nya, seperti ketika jenderal Roma menang perang.

            Inti yang Paulus katakan ialah tak seorang pun memerlukan lebih dari yang Kristus berikan. Orang Kristen yang berpaling ke ritualisme Yudais, penyembahan malaikat, dan dunia penuh penglihatan, bukan untung tetapi rugi. Hanya Kristus yang menghidupkan dan menumbuhkan gereja yaitu tubuh-Nya secara rohani. Kristen harus berkait erat kepada Kepala dan tidak mencari pengayaan rohani dari sumber lain. Selain tidak ada pada sumber lain, bertindak demikian akan membuat orang kehilangan kontak dengan Kristus. Teguran Paulus ini relevan kini terhadap daya tarik berbagai macam kepercayaan new-age movement, takhayul timur, dan sebagainya.


Setujukah Anda bahwa tak seorang pun butuh lebih dari yang Kristus berikan?

Tuhan, jangan biarkan kami mencoba menambahkan kecukupan-Mu.

Dikutip dari Bapa Surgawi Mengasihimu - oleh Dr James I Packer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar