Minggu, 08 Januari 2012

Mati dan Hidup Rohani

Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
Roma 6:1-2


Bagaimana mungkin pegawai tetap bekerja dalam perusahaan yang telah ditutup? Bagaimana bisa seorang istri terus hidup bersama suami yang sudah meninggal? Sama seperti itu, bagaimana mungkin kita, yang hubungannya dengan dosa telah diputuskan, masih terus hidup dan berbuat seperti sebelumnya? Tidak mungkin. Kita telah mati untuk dosa dan itu membuat mustahil bagi kita untuk lanjut di dalamnya.

            Paulus menggali lebih jauh: “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru” (Rm. 6:3-4). Baptisan (melintas di bawah air dan bangkit kembali) melambangkan akhir dari kehidupan lama dan awal dari kehidupan baru. Kita tidak dapat berdosa terus seperti sebelumnya, sebab kita telah dibaptis ke dalam kematian Kristus. “Kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya” (Rm. 6:5) dan bahwa “manusia lama kita telah turut disalibkan” (6:6).  Akibatnya, pribadi saya yang lama, yang dikuasai oleh prinsip dosa, sudah meLupakan masa lalu.

            Keluar dari kematian rohani ini datang kebangkitan; kita dibangkitkan bersama Kristus ke suatu kehidupan baru. Jatidiri pribadi kita berlanjut: Saya masih saya dan Anda masih Anda. Tetapi semburan dasar dari kecenderungan dan sifat kita telah berubah: sikap kita jadi berbeda; telah terjadi perubahan hati yang dibuat oleh Allah, sehingga kini sifat alami kita ialah hidup untuk Allah.

Baca Roma 6:1-14 dan ucapkan dengan kata-kata Anda sendiri jawab Paulus kepada beberapa pertanyaannya.

Tuhan, tolong aku menyerap ajaran ini dalam hidup dan pikiranku agar menjadi pengalamanku selain pengetahuanku.

Dikutip dari Bapa Surgawi Mengasihimu - oleh Dr James I Packer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar