Senin, 23 Januari 2012

Penyembuhan


Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.
Matius 11:4-6


Memang benar: kuasa Kristus masih sama! Kita harus ingat bahwa penyembuhan-penyembuhan yang Ia buat semasa di bumi memiliki makna khusus. Selain merupakan karya kemurahan, mereka juga menjadi tanda jatidiri mesianis-Nya. Hal ini terungkap dalam pesan-Nya kepada Yohanes Pembaptis. Dengan itu Ia mengatakan: Silakan Yohanes menangkap arti mukjizat yang Ku buat sebagai penggenapan janji Allah tentang kedatangan hari keselamatan (Yes. 35:5-6). Ia sebaiknya tidak ragu bahwa Aku adalah mesias, meski ada hal-hal tentang diri-Ku yang ia belum mengerti (Mat. 11:2-6).

            Siapa pun kini yang meminta mukjizat sebagai penopang iman harus mengacu ke ayat di atas dan diberitahu bahwa jika ia tidak percaya oleh fakta mukjizat yang tercatat dalam Injil-injil, maka ia tetap tidak akan percaya meski keajaiban itu terjadi di kebun belakang rumahnya sendiri. Catatan mukjizat-mukjizat yang Yesus buat adalah bukti pasti yang selamanya mengukuhkan siapa Dia dan kuasa apa yang Ia miliki.

            Maka penyembuhan adikodrati yang banyak dicari orang dari Yesus masa kini, hasrus dilihat dalam perspektif lengkap. Hal itu bukan saja menyangkut kesanggupan-Nya tetapi juga tujuan-Nya. Karena itu marilah kita menaruh pencarian kita akan pertolongan adikodrati-Nya di bawah penaklukan diri kita kepada kuasa, kehendak, dan rencana-Nya untuk kita.


Tentang pokok ini banyak anggapan berbeda sering kita temui. Silakan Anda pelajari lebih jauh, dengan menggali pengajaran Alkitab dalam sikap doa.

Tuhan, janganlah kiranya aku meminta disembuhkan untuk membuktikan sesuatu, tetapi kiranya dalam segala hal aku mencari jangkauan kemurahan-Mu agar aku lebih dekat dengan-Mu.

Dikutip dari Bapa Surgawi Mengasihimu - oleh Dr James I Packer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar