Rabu, 04 Januari 2012

Ilusi

Kebenaran akan memerdekakan kamu.
Yohanes 8:32


Orang Kristen perlu dibebaskan dari ilusi berikut. Pertama, kita tidak boleh berharap untuk selalu melihat apa yang Allah akan lakukan. Yang benar ialah kebanyakan kita harus hidup dengan kebingungan dan berkata, “Allah melakukan (atau mengizinkan) hal yang tak kumengerti ini; Ia telah menetapkan ini dan menolak itu, dan memiliki maksud baik dengannya; jika saya setia kepada-Nya pada saat-saat kebingungan ini dan terluka karenanya, maka saya boleh berharap melihat maknanya, secara manusiawi juga ilahi – kemudian hari.” Tugas kita adalah untuk setia.

            Kedua, kita tidak boleh berharap akan selalu mengetahui sumber terbaik yang tersedia. Memang kita mencarinya, tetapi sewaktu-waktu kita akan keliru, dan dari kekeliruan itu akan keluar hikmat yang tanpa kekeliruan itu tak akan mungkin kita dapatkan. Orang yang tak pernah berbuat kesalahan tak pernah mencapai apa-apa. Allah mengajar kita dengan membiarkan kita membuat kesalahan dan kemudian menolong kita memperbaikinya dan menyesuaikan diri.

            Ilusi ketiga ialah anggapan bahwa kita akan selalu dilindungi dari “lemparan batu dan anak panah” yang datang dari masa depan tak menentu. Kita akan mengalami hal yang terkesan tidak adil yang memaksa kita berseru kepada Allah dari kedalaman hati kita, seperti yang dibuat para pemazmur. Melalui pengalaman seperti itu pengetahuan terdalam dari Allah akan datang sehingga Allah dapat menyiapkan kita untuk kegunaan terbesar.

            Kita tidak selalu mengetahui apa yang Allah lakukan; kita tidak selalu tahu hal terbaik apa harus kita jalani; kita tidak selalu akan dilindungi dari masalah. Ini adalah kebenaran menakjubkan yang tidak selalu menyenangkan, tetapi dengannya kita dimaksudkan untuk dibebaskan, agar menerima diri apa adanya, memercayai Allah dengan penuh sukacita meski hidup terkadang membingungkan, ada kekeliruan, dan masalah.

Apakah aku juga memegang ilusi seperti itu?

Tuhan, rasanya sukar bercerai dari ilusi kami; awalnya akan membuat kami merasa tidak aman. Tolong kami melalui “goncangan” ini agar kami berpijak di dasar lebih kokoh seterusnya.

Dikutip dari Bapa Surgawi Mengasihimu - oleh Dr. James I Packer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar