Kamis, 26 Januari 2012

Hidup dalam Fokus

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 2 Timotius 3:16


Tanpa mengenakan kacamata, saya tidak mungkin melihat wajah Anda dengan jelas. Meski dengan bicara berhadapan itu saya masih tahu bahwa Anda di depan saya, bisa membedakan apakah Anda laki-laki atau perempuan, tetapi hal rinci lain tentang Anda pasti akan luput dari pengamatan saya. Tanpa kacamata, semua orang yang lalu lalang di hadapan saya hanya seperti sosok badan tanpa mengetahui lebih jauh berbagai ekspresi mereka. Kecuali saya memakai kacamata saya.

            Itu adalah salah satu ilustrasi dari Calvin tentang bagaimana kita perlu bantuan Alkitab agar pengenalan kita akan yang ilahi boleh terfokus. Menurut Calvin semua orang memiliki kesan tentang realitas Allah, namun kesan itu samar dan ternoda. Terfokus pada Allah berarti berpikir tepat tentang sifat-Nya, kedaulatan-Nya, keselamatan-Nya, kasih-Nya, Roh-Nya dan semua realitas karya dan jalan-Nya. Juga itu berarti berpikir benar tentang relasi kita dengan-Nya sebagai makhluk di bawah dosa atau di bawah anugerah, apakah kita menghidupi kehidupan iman, harap, dan kasih atau kita tidak merespons-Nya dan tetap dalam kemandulan dan kemuraman hidup kita. Bagaimana kita bisa berpikir tepat tentang semua hal itu? Dengan mempelajarinya dari Alkitab.


Bagaimana memastikan apakah aku terfokus secara rohani?

Tuhan, sementara aku membaca Alkitab, aku berdoa agar aku boleh cukup terbuka untuk mengizinkannya membentuk pemikiranku dan jalanku mencerap semua hal.

Dikutip dari Bapa Surgawi Mengasihimu - oleh Dr James I Packer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar