Selasa, 24 Januari 2012

Kekayaan rohani

Akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
Efesus 1:16-17
 

Doa ini dalam dan indah, patut untuk kita selami dan jadikan doa kita sendiri berulang-ulang kali (Efs. 1:15-23). Paulus berdoa kepada Bapa dari sang Juruselamat dan dari keluarga ilahi, bahwa para pembacanya boleh mengenal kekayaan keselamatan dan kebesaran kasih Kristus supaya melalui pengenalan itu mereka boleh tumbuh. Seperti halnya pengetahuan itu hanya tercapai dalam konteks persekutuan dengan para kudus, demikian pun hal bertumbuh itu. Perlu ada pertumbuhan semua orang kudus bersama untuk menjadi manusia baru yang dewasa yang sepadan dengan kemuliaan Kristus (Efs. 4:13). Untuk mencapai kepenuhan Kristus diperlukan pertumbuhan gereja sepenuhnya; Ia mempunyai lebih banyak yang ingin Ia berikan, dan ada begitu banyak dalam diri-Nya yang tidak mungkin ditampung hanya oleh seorang kita.

            Paulus ingin agar semua orang Kristen mengetahui realitas berikut.

            Pertama, ia ingin mereka mengetahui pengharapan yang merupakan kepunyaan mereka yang telah dipanggil oleh Allah; yaitu, prospek untuk dipenuhi sampai mencapai kepenuhan Allah melalui penikmatan anugerah di sini dan kemuliaan kelak. Kedua, mereka perlu tahu kekayaan warisan yang Allah sediakan bagi orang kudus – warisan yang tersedia di masa depan yang mencakup kekayaan pribadi tak terukur. Ketiga, mereka perlu tahu kebesaran kuasa Allah untuk orang percaya di sini dan kini – kuasa yang boleh diperkirakan dari kebangkitan dan pemuliaan Yesus dan kebangkitan rohani serta penciptaan-ulang yang orang beriman telah alami.

            Realitas lain yang Paulus ingin kita ketahui ada dalam doanya kedua (Efs. 3:13-21); yaitu realitas kasih Allah dalam Yesus Kristus – kasih yang dinyatakan dalam penderitaan Kristus untuk para pelaku kesalahan yang tidak layak dan tindakan Allah membangkitkan hidup mereka.


Berapa banyak aku mengalami realitas pengharapan, warisan, kuasa, dan kasih ini?

Tuhan, aku hanya dapat mengenal realitas rohani dan bertumbuh secara rohani melalui Roh-Mu; kiranya Ia makin banyak menguasai hidupku.

Dikutip dari Bapa Surgawi Mengasihimu - oleh Dr James I Packer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar