Minggu, 01 Januari 2012

Tubuh Baru

Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan… Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah.
1 Korintus 15:42, 44


Dalam kebangkitan tubuh, Allah menyempurnakan penebusan mereka bukan dengan memperbaiki tubuh lama secara tambal sulam tetapi dengan tubuh baru untuk manusia baru. Melalui kelahiran baru dan pengudusan Allah telah memperbarui mereka secara batin; kini mereka menerima tubuh yang sesuai. Tubuh baru berkaitan dengan yang lama, tetapi berbeda darinya, sama seperti tumbuhan berkaitan namun berbeda dari benih asalnya (1Kor. 15:35-44). Tubuh saya kini – “si bodoh” menurut cara Francis Assisi menyebutnya – adalah seperti kendaraan tua; yang terpaksa harus saya rawat dan pakai, seringkali tidak terlalu memuaskan bahkan sering membuat saya menjadi frustrasi. Tetapi tubuh baru saya kelak akan seperti sebuah Rolls Royce, dan kelak pelayanan saya tidak akan lagi terganggu.

            Pasti, seperti halnya saya, Anda pun mengasihi tubuh Anda sebab ia adalah bagian diri Anda dan Anda menjadi kesal ketika ia membatasi Anda. Tetapi baik kita ketahui bahwa maksud Allah memberikan kita kini kerangka jasmani kelas-dua adalah untuk menyiapkan kita bagi tubuh yang lebih baik kelak. C. S. Lewis berkata, Anda seumpama diberikan kuda lemah untuk belajar menunggang kuda dan hanya sesudah Anda siap baru Anda diizinkan menunggang kuda yang gesit. Ketika saya mengingat tentang orang Kristen yang secara jasmani lemah, saya dapat menangis dengan sukacita karena memikirkan tentang tubuh kebangkitan yang Allah sediakan bagi mereka – dan bagi semua orang Kristen – pada hari kebangkitan.


Apa yang Anda ketahui tentang tubuh kita kini?

Berdoalah untuk mereka yang terus menerus bergumul dengan tubuh mereka yang membatasi mereka dari keinginan melakukan sesuatu untuk Allah. Mungkin Allah akan memberi Anda iman untuk mendoakan agar mereka mencicipi tubuh kebangkitan mereka kelak, di sini dan kini?

Dari Bapa Surgawi Mengasihimu - oleh Dr James I Packer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar