Selasa, 10 Januari 2012

Guru Agung


Takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.
Matius 7:28-29


Matius 5-7 lebih merupakan khotbah daripada ceramah: sebab ide-idenya dipaparkan jelas dan disertai penerapan – pasal 7 khususnya adalah suatu penerapan.

            Kita dapat belajar banyak sekali dari Yesus, sang guru agung. Terkadang Ia membuat pernyataan yang tidak mereka lihat maksudnya; pernyataan yang tidak berkait jelas dengan yang sebelum dan sesudahnya; yang ketika didengar pertama terkesan tidak berhubungan atau membingungkan. Ini disebabkan Ia ingin pendengar-Nya berpikir tentang yang Ia katakan, merentangkan pemikiran mereka, berpikir lebih dalam. Ia tahu bahwa usaha mental mereka kelak akan bermanfaat.

            Terkadang ia mengutarakan sesuatu yang mengejutkan atau paradoks; atau Ia bertanya atau bercerita.

            Ia memperlihatkan kesanggupan analitis dalam menyusun argumen atau memberikan landasan berpikir. Ia juga memperlihatkan ketajaman imajinasi. Ia dapat melihat dan mengkomunikasikan gambaran yang datang seolah mengukir dalam pada pendengar-Nya, menyentuh emosi mereka dan melibatkan mereka dalam situasi sebagaimana yang tidak dapat dihasilkan hanya melalui pemikiran analitis. Yesus luar biasa dalam tiga aspek komunikasi yang efektif; Ia seratus persen analitis dalam kebenaran dan seratus persen imajinatif sepanjang waktu.

            Jadi, Ia memiliki banyak sekali cara untuk membuat orang mendengarkan dan berpikir. Kita yang ingin menjadi komunikator yang baik untuk Kekristenan tidak akan menemukan model lebih baik daripada Kristus sendiri.


Bagaimanakah kesanggupan Anda berkomunikasi? Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi kelemahan itu?

Tuhan, ajarku menjadi komunikator yang baik entah dalam berkhotbah, mengajar, atau hanya mengobrol dengan orang lain.

Dikutip dari Bapa Surgawi Mengasihimu - oleh Dr James I Packer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar