Sabtu, 14 Januari 2012

Iman Yesus

Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.
Matius 20:18-19


Hubungan Yesus dengan Bapa surgawi-Nya demikian dekat; hubungan itu merupakan relasi visi dan iman.

            Ada saat Bapa berbicara langsung kepada Anak. Misalnya ketika Yesus berkata, “Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan” (Yoh. 12:49), Ia sedang merujuk ke persekutuan langsung antara diri-Nya dan Allah, seperti yang dikenal oleh para nabi.

            Sama jelas dengan itu, Yesus menyimpulkan pengertian diri tentang panggilan-Nya sebagai Mesias, Raja-Juruselamat yang diurapi Allah, melalui membaca dan mengizinkan Allah berbicara kepada-Nya lewat Alkitab Perjanjian Lama. Istilah tepat untuk menjelaskan itu adalah iman. Dengan iman, kita menerima apa yang kita mengerti sebagai pikiran dan hati Bapa surgawi kita sebagaimana Ia mengajar kita melalui firman-Nya tertulis.

            Kita menyaksikan pematangan iman Yesus saat perjalnan-Nya ke Yerusalem, dengan mengizinkan diri ditangkap; dalam penolakan-Nya untuk meminta Bapa mengirimkan duabelas legion malaikat untuk melindungi-Nya; dan dalam perjalanan hening-Nya ke salib. Mengapa Ia menaruh kepala-Nya di mulut singa? Sebab Ia yakin bahwa dengan cara itu Ia melakukan kehendak Bapa untuk menanggung dosa dunia, dan bahwa Bapa-Nya akan membangkitkan Dia dari kematian. Dan iman yang yakin ini, yang akhirnya dibela Allah.

Lihat balik untuk mengenali langkah-langkah iman yang sudah Anda lewati dan ke depan yang masih menunggu untuk Anda jalani.

Tuhan, kami perlu karunia iman dalam kehidupan kami dan kehidupan gereja kami supaya kami boleh menemukan dari Firman-Mu dan dari satu sama lain, pikiran dan kehendak-Mu.

Dikutip dari Bapa Surgawi Mengasihimu - tulisan Dr James I Packer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar